Header_Cemerlang_Media

Transformasi Ekonomi, Tak Sekadar Janji

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Dalam panorama ekonomi, UMKM tak sekadar singkatan. Mereka merupakan tiang-tiang keberlanjutan yang menghubungkan inovasi, kesempatan pekerjaan, dan ikatan masyarakat. Ini adalah kisah tentang perkembangan yang tak terhitung dan perjuangan untuk meraih kesejahteraan.

Baru-baru ini, Hari UMKM Nasional dirayakan pada 12 Agustus 2023, berlangsung dari 10 hingga 13 Agustus 2023, di Surakarta, Solo, Jawa Tengah. Lebih dari 2000 pelaku UMKM dari seluruh Indonesia bergabung dalam acara tersebut. Pada peringatan tahun ini, UMKM Expo 2023 juga digelar dengan tema “Transformasi UMKM Masa Depan”. Ini mendorong pelaku UMKM untuk siap menghadapi tantangan digital dan memperluas pasar melalui e-commerce. Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM bertransformasi digital menyusul perkembangan sektor tersebut (14-08-2023).

Pemerintah juga mempermudah akses UMKM ke kredit usaha rakyat, termasuk KUR hingga 500 juta. Peringatan Hari UMKM diharapkan memperkuat peran UMKM dalam mendorong perekonomian nasional. Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim, mengungkapkan bahwa UMKM di Indonesia memproduksi barang yang memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi, sambil juga menjadi penyumbang sebanyak 97% dari total angkatan kerja. Meski demikian, UMKM bukan solusi jangka panjang (11-08-2023).

Pemerintah memandang UMKM sebagai penopang ekonomi nasional yang memberi banyak lapangan kerja. Namun, sebenarnya UMKM hanyalah salah satu bagian dari rantai produksi yang menguntungkan para pengusaha. Ini mencerminkan trickle-down effect, yakni kebijakan ekonomi yang menguntungkan pemodal dan berdampak pada pertumbuhan merata.

Fakta ini menunjukkan bahwa negara belum menyediakan solusi yang memberikan kesejahteraan rakyat. UMKM mungkin mendukung ekonomi, tetapi tidak dapat menyelesaikan semua masalah ekonomi, karena dominasi korporasi kapitalisme global tetap kuat. UMKM hanya bertahan sementara dalam sistem kapitalisme yang menyengsarakan. Ekonomi makro terganggu karena fundamentalnya rusak sejak awal. Apalagi akar masalah utama perekonomian saat ini adalah privatisasi sumber daya alam oleh pemodal yang merusak sistem ekonomi.

Berbeda dengan itu, Islam memiliki sistem ekonomi yang berakar pada prinsip-prinsip syariat. Islam mengatur kepemilikan menjadi tiga: milik individu, milik umum, dan milik negara. Islam melarang privatisasi harta milik umum.

Hal ini memungkinkan negara Islam untuk mengelola sumber daya alam demi kesejahteraan rakyat. Negara bertanggung jawab mengelola sumber daya alam dan harta milik negara dan mengembalikan hasilnya kepada rakyat melalui anggaran belanja negara.

Islam mendorong negara mengelola sektor ekonomi riil seperti pertanian, industri, perdagangan, dan jasa. Hal ini akan membuka peluang kerja. Sistem ini memastikan pemimpin bertanggung jawab pada rakyat, memenuhi kebutuhan hak asasi mereka. Negara Islam membangun ekonomi yang mandiri melalui sistem ekonomi Islam. Hanya di bawah institusi Islam, sistem ekonomi yang kuat dapat terwujud.

Islam juga memastikan bahwa sumber daya alam yang menjadi harta rakyat tidak akan diambil alih oleh segelintir orang atau korporasi. Hal ini mencegah terjadinya konsentrasi kekayaan yang ekstrem dan mendukung pemerataan ekonomi.

Islam juga menawarkan alternatif yang kuat terhadap sistem ekonomi kapitalisme yang seringkali menciptakan ketidaksetaraan dan penderitaan sosial. Prinsip-prinsip ekonomi Islam menjaga keseimbangan antara hak individu, kepentingan umum, dan kebutuhan negara.

Maka dari itu, ekonomi Islam lebih dari sekadar pendekatan bisnis. Ia adalah sistem yang menegaskan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan keberlanjutan. Dengan prinsip-prinsip ini, negara Islam mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, memberdayakan mereka, dan menciptakan lingkungan ekonomi yang seimbang dan berkelanjutan.

Jadi, ekonomi Islam memang menawarkan solusi komprehensif yang menjembatani kesenjangan sosial, mendukung lapangan pekerjaan, dan mengarah pada pemerataan kesejahteraan. Prinsip kepemilikan dalam Islam yang mengakui tiga bentuk kepemilikan individu, umum, dan negara memberikan dasar kuat bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat. Walhasil, terbukti hanya Islam yang mampu mengatasi krisis ekonomi saat ini dan membebaskan rakyat dari dominasi modal.

Widhy Lutfiah Marha
(Pendidik Generasi) [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an