Header_Cemerlang_Media

Broken Heart? Oh, No!

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Eyi Ummu Saif

CemerlangMedia.Com — Sob, ada yang bilang sakit gigi lebih baik dari patah hati, seperti yang dikatakan di salah satu lirik lagu Rhoma Irama itu, lo, pernah dengar lagunya? Monggo, cek YouTube deh, hehe.

Patah hati apa sesakit itu? Kok bisa patah hatinya, padahal hati kan gak bertulang? Itu bukan mitos, sih, faktanya, broken heart atau patah hati ini hampir semua orang mungkin mengalami dan bahkan ada yang berujung pada kematian lo, serem kan?

Patah hati ini ternyata bisa menyebabkan depresi, merasa cinta yang dimiliki bertepuk sebelah tangan dan ada juga yang dikhianati oleh sang pacar. Ya, begitulah, Sob, ketika pengharapan yang terlalu disandarkan pada manusia dan ketika rasa cinta ini tidak diatur oleh Aturan Allah Sang Pencipta manusia, yang akan dialami hanyalah kesengsaraan.

Betul adanya nasihat ulama ternama Imam Syafi’i yang mengatakan, “Ketika kamu berlebihan berharap kepada seseorang, maka Allah akan timpakan padamu pedihnya harapan-harapan kosong. Allah tidak suka bila ada yang berharap pada selain Zat-Nya, Allah menghalangi cita-citanya supaya ia kembali berharap hanya kepada Allah Swt..”

Tuh, kan, gimana, Sob? Nasihat tersebut nampar betul kan bagi kita yang merasa terlalu berharap kepada manusia sehingga akhirnya kecewa dan berujung patah hati. Terus kudu piye iki? Hati ini sudah patah dan gak cukup disembuhkan dengan nasihat ulama aja. Terlalu sakit bin pedih menerima kenyataan hidup ini. Lantas, bagaimana bisa gak berharap dan gak jatuh cinta? Kan dengan kita memiliki harapan plus ada orang tersayang hadir dalam hati, maka akan membuat diri terpacu untuk bisa lebih baik dan membuat hidup jadi lebih berwarna kan?

Keep calm, Sob, yang namanya manusia biasa itu pasti gak sempurna, Allah Swt ciptakan manusia mempunyai sifat lemah, terbatas, dan saling membutuhkan. Oleh karena itu, yang harus dilakukan adalah maafkan orang yang membuatmu kecewa. Bukankah kecewa hadir karena diri yang mempersilakannya masuk, sebab terlalu berharap kepada selain-Nya?

Untuk itu, Sob, janganlah kita menggantungkan harapan yang berlebihan kepada manusia. Cukuplah semua harapan itu berlabuh kepada Sang Maha Kuasa yang memiliki seluruh dunia dan seisinya, yakni Allah Swt., sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Insyirah ayat 8,

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ

“Dan hanya kepada Rabb-mu hendaknya kamu berharap.”

Bahkan, Allah menghibur juga dengan ayat-ayat cinta-Nya dalam QS At-Taubah: 40. Cek, deh!

Udah gitu, Sob, Rasulullah saw. juga berpesan melalui sabdanya, “Tidaklah suatu kegalauan, kesedihan, kebimbangan, kekalutan yang menimpa seorang mukmin atau bahkan tertusuk duri sekalipun, melainkan karenanya Allah akan menggugurkan dosa-dosanya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Pokoknya, Sob, broken heart yang berakhir pada kenestapaan akibat cinta yang salah jalan atau karena hubungan terlarang alias pacaran itu, gak banget deh. Terlarang bukan karena Islam itu melarang jatuh cintanya, tetapi karena pacaran sebelum halal yang bikin diri bisa jatuh ke jurang dosa besar alias zina. Silakan deh, buka Al-Qur’an surah Al-Isra: 23, mendekati zina aja gak boleh kan? Apalagi melakukannya, tsumma na’udzubillah.

Seharusnya, ketika rasa cinta dan sayang itu menyapa dan menarik hati kita terhadap lawan jenis, itu pertanda kita manusia normal, bersyukurlah, hehe. Akan tetapi, yang harus diperhatikan adalah bagaimana cara mengelola cinta itu supaya bisa mendatangkan pahala, bukan membuahkan dosa.

Eh, ternyata dalam Islam juga ada tipnya, lo, supaya hati ini tidak patah saat jatuh cinta. Tipnya ada dalam hadis ini,
“Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang mampu (al-baa’ah), maka menikahlah karena sesungguhnya pernikahan lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan, dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaknya ia berpuasa karena puasa menjadi perisainya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Fix, ya, supaya cinta ini tidak menjerumuskan ke dalam jurang kehancuran alias neraka, kudu bin wajib tuh, pakai tip yang dikatakan dalam hadis di atas, yaitu dengan berpuasa bukan dengan pacaran, yes! Setuju?

Kalaupun ada yang sudah terlanjur patah hati, ada sedikit tip juga nih, cekidot:

Pertama, berprasangka baik dan berdoalah kepada Allah karena semua hal yang tidak disukai dan membuat hati ini patah adalah takdir yang bisa jadi meningkatkan keimanan kita atau Allah ingin menyadarkan kita supaya makin dekat dengan-Nya. Banyak-banyaklah berdoa supaya Allah berikan ketenangan dalam menghadapi semua ujian.

Kedua, carilah kesibukan dengan hal-hal kebaikan, semisal tilawah Al-Qur’an, zikir, mengkaji Islam, dan sebagainya. Insyaallah, seiring berjalannya waktu akan membuat diri lupa pada rasa kecewa karena menyibukkan diri dalam beramal saleh dalam rangka mendapatkan rida Allah. Bukankah dengan banyak mengingat Allah hati akan menjadi tenang? Yuk, tengok QS Ar-Rad: 28.

Masyaallah, Sang Pencipta kita Allah Ta’ala dan kekasih-Nya, Rasulullah saw. ternyata tahu betul bagaimana supaya manusia ini tetap waras di saat jatuh cinta atau sedang patah hati. Mari kita teguhkan hati dan katakan pada diri, “Say no to broken heart, aku punya cinta, tetapi tidak ada kecintaan yang paling tinggi di atas segalanya, kecuali hanya kepada Allah karena hanya Allah yang selalu bersamaku.”

Wallahu a’lam bisshawwab [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an