Header_Cemerlang_Media

‘Obral’ ke Asing, Emang Seberapa Penting IKN Baru?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh. Novida Sari, S.Kom.
(Kontributor Tetap CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — Optimisme perampungan pembangunan Istana Kepresidenan di Kawasan Inti Pusat Pemerintaan, IKN selesai di 2024. Pak Presiden menargetkan untuk melakukan Perayaan Hari Ulang Tahun RI (HUTRI), 17 Agustus 2024 akan digelar di kawasan IKN (setkab.go.id, 23-2-2023).

Namun, Presiden RI Pak Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini mengajak investor Singapura untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara (IKN). Presiden mengatakan telah menyiapkan 300 paket investasi dengan total nilai USD 2,6 miliar. Sektor yang dijajaki para investor berupa perumahan, transportasi, teknologi, energi, dan sebagainya. Bahkan, Pak Jokowi juga mengungkapkan bahwa semuanya akan baik-baik saja sehingga para investor tidak perlu khawatir untuk berinvestasi di Indonesia karena ini juga untuk keberlanjutan pembangunan IKN. Pak Presiden juga menyebutkan agar tidak khawatir terhadap minimal populasi, di samping keuntungan insentif yang diberikan, utamanya tax holiday, non-collective value-added tax, super deduction tax , juga bea impor. Hal ini disampaikan dalam agenda Ecosperity Week 2023, pada 6—8 Juni 2023 di Singapura (ikn.go.id, 8-6-2023).

Proyek yang Diragukan

Sob, pernyataan untuk tidak khawatir oleh Pak Presiden di Singapura ini sangat menarik untuk dicermati. Apakah memang benar-benar aman dan tidak bikin gelisah. Soalnya, Sob, proyek IKN bukanlah singkat yang cuma ngabisin waktu setahun dua tahun, tapi sepuluh sampai lima belas tahun. Sementara banyak pihak yang menentang pemindahan ibu kota ini, Sob.

Pada awalnya, rencana pembangunan IKN itu nggak bakal membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dan ternyata, revisi Undang-undang (UU) Nomor 3 tahun 2022 tentang KIN dilakukan, tujuannya agar bisa menggunakan APBN. Kalau begini sih, keliatan banget perencanaan IKN itu belum matang.

Belum lagi kalau kita lihat fakta kelayakan wilayah IKN, ternyata rawan gempa, Sob! Hal ini disampaikan oleh pakar kegempaan, Pak Iyan Haryanto dari Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjajaran (UNPAD). Beliau mengatakan bahwa wilayah IKN berada di struktur antiklinorium Samarinda, tempat pertemuan dari dua lempeng. Selain itu, posisi IKN ini dekat dengan Sesar Adang Fault dan Sesar Adang Paternoster. Oleh karenanya, Pak Iyan menyimpulkan wilayah IKN berpotensi punya aktivitas tektonik, meskipun data gempa hari ini tergolong minim (cnnindonesia.com, 8-4-2022).

Pak Andang Bachtiar selaku Mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) mengatakan bahwa, kawasan IKN itu rawan longsor, kebakaran, dan krisis air bersih. Terus dikelilingi lubang tambang dan potensial langganan banjir. Kemudian Pak Andang juga menjelaskan adanya potensi pergeseran tanah akibat adanya mud volcano sehingga memungkinkan terjadinya bencana karena jebakan gas dangkal (alinea.id, 28-5-2021).

Hal ini sejalan dengan apa yang dinyatakan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) bahwa pemindahan IKN akan menimbulkan masalah baru. Soalnya di lokasi IKN masih terdapat 95 lubang tambang yang perlu direklamasi, terus air permukaan dan air tanah kurang mendukung ketersediaan air bersih, terus konversi lahan hutan menjadi ibu kota baru akan berdampak buruk untuk habitat dan satwa, termasuk akan merusak ekosistem mangrove yang ada di teluk Balikpapan, yakni teluk ini akan menjadi pintu depan IKN, padahal ada ekosistem mangrove di situ, dan menjadi sumber mata pencaharian kurang dari 10 ribu nelayan (kontan.co.id, 24-4-2022).

Sarat Kepentingan Oligarki

Meskipun wilayah IKN ini tidak layak oleh para ahli, tampaknya pemerintah tetap pada pendiriannya untuk melanjutkan proyek IKN. Bahkan mengajak secara umum warga asing tanpa minimal populasi sesungguhnya membuat patah hati anak pribumi.

Bagaimana tidak, ibukota sebagai tempat sentral pemerintahan dan berbagai sektor justru ditinggali oleh warga asing yang memiliki uang banyak. Bak gayung bersambut nih, ya, sebanyak 130 orang delegasi dari kalangan pebisnis dan wakil kementerian/ lembaga Singapura melakukan kunjungan ke IKN tanggal 30 Mei—1 Juni kemarin. Peserta delegasi ini melihat langsung perkembangan proyek pembangunan IKN (kemlu.go.id, 1-6-2023).

Nggak tanggung-tanggung, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Hadi Tjahjanto menegaskan rencana untuk memberikan izin Hak Guna Bangunan (HGB) selama 80 tahun. Demi menarik investor, izin ini akan diperpanjang hingga 160 tahun di IKN. Waduh!

Stop Proyek IKN

Mati-matian nyari investor dengan berbagai fasilitas fantastis, sampai-sampai merevisi undang-undang untuk membiayai IKN makin menunjukkan sikap pragmatisme penguasa hari ini. Padahal, berbagai problem negeri ini juga masih banyak yang harus dibenahi. Apalagi rakyat melalui tim ahlinya sudah mengkritisi kelayakan wilayah IKN ini.

Pemerintah seharusnya menghentikan proyek ini dan mengindahkan kritik yang dilayangkan, jangan kehilangan sense of critics. Apalagi jor-joran ngajak asing ke IKN. Apa jadinya keamanan negara, jika ‘brain’ ibu kotanya diduduki oleh orang lain, bukan anak negeri.

Pandangan Islam

Islam membolehkan adanya pemindahan ibukota, asalkan tetap terjaga kedaulatan negara, terjaga kemaslahatan negara, dan kepentingan rakyat terjaga, tidak bergantung pada asing, apalagi kepada utang yang berlandaskan riba. Karena sepanjang Daulah Islam tegak, ibu kotanya tidak selalu berada di Madinah.

Allah Swt. berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 275,
وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ
Artinya: “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.”

Roda pemerintahan negeri kaum muslim hari ini (APBN) berpatokan pada pajak dan utang luar negeri yang berbasis riba. Ditambah dengan investasi asing, pasti akan menguatkan cengkeraman kepentingan asing untuk negeri ini. Padahal Allah Swt. telah melarang kaum muslimin berada dalam genggaman kepenguasaan asing apapun bentuknya, seperti dalam ayat berikut:

وَلَنۡ يَّجۡعَلَ اللّٰهُ لِلۡكٰفِرِيۡنَ عَلَى الۡمُؤۡمِنِيۡنَ سَبِيۡلًا
Artinya: “Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman.” (TQS An Nisa: 141)

Namun, karena kita masih menerapkan sistem sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, maka terjadilah kengototan mindahin ibu kota, padahal ini bukan hal yang urgen dari segi manapun. Makanya, Sob, kita harus perjuangin Islam sebagai ideologi mengganti tatanan sistem sekarang yang terbukti gagal dan berpihak pada asing, bukan pada umat pemilik negerinya. Bukankah Allah Swt. telah mengatakan, bahwa hukum-Nya lah yang paling baik (QS Al Maidah: 50)? [CM/NA]

Loading

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tulisan Terbaru

Badan Wakaf Al Qur'an