Rajab, Momentum Membumikan Hukum Langit

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Penulis: Zakiah Ummu Faaza

Untuk mengembalikan kemuliaan umat Islam diperlukan keberadaan partai Islam ideologis. Partai inilah yang akan menyadarkan dan mengubah pemikiran umat. Penyadaran ini dilakukan melalui jalan dakwah yang tak kenal lelah serta istikamah. Mereka berjuang siang dan malam dengan sungguh-sungguh untuk memimpin dan membimbing umat agar dapat membumikan hukum langit di bawah naungan Khil4f4h.

CemerlangMedia.Com — Doa bulan Rajab yang sering kali diucapkan oleh kaum muslim untuk memohon keberkahan dan disampaikan umur hingga Ramadan adalah Allahumma baariklanaa fii rajabawa sya’baana, wa ballighnaa ramadhaana (Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadan). Doa ini dianjurkan untuk dibaca sejak memasuki malam pertama pada bulan Rajab.

Bulan Rajab memiliki keistimewaan dan kemuliaan dari bulan lainnya. Pada momentum ini, sebagian besar kaum muslim memperingatinya secara istimewa dan penuh sukacita. Selain itu, Rajab merupakan momentum bagi kaum muslim untuk berdoa, berusaha, mewujudkan, dan membumikan kembali hukum langit.

Sebagaimana dilansir dari portal daring, peringatan hikmah Isra Mikraj 2026 menjadi momen penting bagi umat Islam untuk merenungkan kembali makna mendalam dari peristiwa agung yang dialami Nabi Muhammad saw.. Peristiwa spiritual luar biasa ini diperingati pada Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah (Liputan6.com, 10-1-2026).

Gerbang Politik

Pada peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah saw. telah diperjalankan dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa. Tidak lama kemudian diikuti dengan momen Baiat Aqabah ke-2, yaitu Rasulullah membaiat 75 orang Yastrib (Madinah) untuk melindungi beliau seperti melindungi anak sendiri. Hal ini menjadi landasan hijrah dari Makkah ke Madinah, sekaligus berdirinya negara Islam.

Jika dicermati, peristiwa Isra Mikraj bukanlah sekadar momentum spiritual semata, perintah salat saja, ataupun mengenang sejarahnya. Akan tetapi, menunjukkan adanya jalan menuju gerbang perubahan politik umat secara ideologis dengan perubahan yang fundamental, menghantarkan manusia agar hidup dalam tatanan kehidupan yang diatur secara totalitas oleh hukum langit.

Namun, pasca runtuhnya Khil4f4h, selama 105 tahun umat Islam tidak bisa menerapkan hukum dari langit (syariat Islam) secara kafah di seluruh penjuru bumi sehingga kaum muslim merasakan ketidakadilan pada saat ini. Kaum muslim tertindas, teraniaya, dan terzalimi di berbagai belahan dunia tanpa ada yang melindungi, sekalipun menjalankan salat.

Hikmah Isra Mikraj, oleh sebagian besar kaum muslim dimaknai sebagai perintah salat yang merupakan ibadah mahdhah. Sementara salat adalah kinayah yang dipakai dalam hadis larangan memerangi imam selama masih menegakkan salat, yang bermakna bahwa menegakkan salat adalah menegakkan hukum Allah.

Sistem sekuler demokrasi yang diterapkan di negeri ini adalah penyebabnya. Sistem ini menjauhkan pemikiran umat secara utuh dan memisahkan agama dengan kehidupan. Oleh karenanya, umat belum menyadari bahwa diterapkannya sistem sekuler demokrasi secara global adalah penentangan terhadap hukum dari langit (hukum Allah). Ditinggalkannya syariat Islam membawa bencana politik, ekonomi struktural, bencana sosial kemanusiaan dan bencana alam.

Tentunya, sejak Runtuhnya Khil4f4h pada 105 tahun yang lalu adalah bencana besar bagi umat. Umat Islam bagaikan ayam yang kehilangan induknya. Tidak ada tempat untuk mengadu dan berlindung. Umat di dunia menderita di bawah kepemimpinan kapitalisme global. Kapitalisme membuat umat sekarat, seperti ikan yang hidup di darat. Untuk itu, menegakkan kembali kepemimpinan Islam guna mewujudkan keadilan dan keamanan dunia, sangatlah penting.

Momen Membumikan Hukum Allah

Sejatinya, Rajab dan Isra Mikraj merupakan momentum yang paling tepat untuk membumikan kembali hukum Allah. Hukum ini akan tegak jika umat manusia mencampakkan hukum sekuler kapitalisme dan menegakkan syariat Islam secara kafah. Dengan demikian, kaum muslim di dunia akan merasakan keadilan dan kesejahteraan serta terhindar dari tindakan zalim dan penjajahan struktural.

Begitu pula penjajahan di Palestina, tempat perjalanan Isra Mikraj Rasulullah saw. yang telah jatuh ke tangan entitas Yahudi, harus dibebaskan. Demikian juga negeri-negeri muslim yang bercerai-berai, harus disatukan kembali. Kezaliman penguasa kafir pada minoritas muslim di Rohingya, Uighur, India, Rusia, Filipina Selatan, harus segera dihentikan.

Momentum Rajab juga merupakan sarana untuk mewujudkan amalan terbaik, yaitu dengan terus berdakwah, memberikan kesadaran kepada umat akan pentingnya menegakkan negara berideologi Islam. Negara ideologis inilah yang akan mendorong jihad sehingga musuh-musuh Islam dilawan atas komando pemimpin muslim. Alhasil, negeri-negeri muslim akan selamat.

Hal ini sebagai bukti bahwa umat Islam memiliki kekuatan dan kemuliaan. Mereka juga memiliki keistimewaan sebagai umat Rasulullah, umatnya Khulafaur Rasyidin, cucu Al Mu’tasim, cucu Shalahuddin Al-Ayyubi, cucu Al Fatih, cucu Khalifah Salim III, cucu Abdul Hamid, cucu para khalifah. Artinya, karakteristik umat seperti inilah yang akan menghapuskan penjajahan di dunia. Mereka juga mampu mengembalikan kemuliaan Islam dengan tegaknya Khil4f4h Islamiah.

Khatimah

Dengan demikian, untuk mengembalikan kemuliaan umat Islam diperlukan keberadaan partai Islam ideologis. Partai inilah yang akan menyadarkan dan mengubah pemikiran umat. Penyadaran ini dilakukan melalui jalan dakwah yang tak kenal lelah serta istikamah. Mereka berjuang siang dan malam dengan sungguh-sungguh untuk memimpin dan membimbing umat agar dapat membumikan hukum langit di bawah naungan Khil4f4h. [CM/Na]

Views: 2

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *