Penulis: Mrs. Emer
CemerlangMedia.Com, Storytelling — Sayang, duduklah sebentar di samping Ummi. Biarkan Ummi menatap binar matamu dan membisikkan sebuah rahasia tentang waktu. Terkadang, Ummi merasa waktu itu seperti pencuri yang sangat lihai. Ia berlari begitu kencang, seperti baru kemarin Ummi mendekapmu yang masih merah, mungil, dan harum surga.
Ingatan Ummi masih sangat tajam kalau harus kembali ke lima belas tahun yang lalu. Ummi masih bisa merasakan pendar lampu ruang operasi yang pucat itu. Juga aroma medis yang tajam menusuk hidung. Udara di sana dingin sekali, Nak. Jenis dingin yang seolah mampu menyusup sampai ke sela-sela tulang. Namun, di tengah kedinginan yang membuat menggigil itu, ada satu kehangatan yang tidak pernah hilang dari ingatan Ummi. Ya, itu adalah tangan Abi.
Waktu itu, Abi tidak memilih menunggu di luar dengan kegelisahan yang tak tentu arah. Dia memilih untuk berada tepat di sisi Ummi. Menjadi saksi bisu atas pertaruhan nyawa. Sepanjang proses operasi caesar itu berjalan, tangan Abi tidak sedetik pun berhenti mengelus lembut kepala Ummi. Sentuhan itu adalah bahasa kekuatan yang paling sunyi. Lewat elusan itu, Abi seolah sedang membisikkan doa tanpa suara, meyakinkan Ummi bahwa semuanya akan baik-baik saja dan sebentar lagi, sebuah keajaiban kecil akan hadir membasuh segala letih kita.
Malam itu, saat pertama kali wajahmu kami dekap, Ummi dan Abi sepakat menyematkan sebuah nama yang kami langitkan sebagai doa, Najma. Sebuah nama yang berarti bintang. Kami ingin kamu menjadi cahaya yang tidak hanya bersinar untuk dirimu sendiri, tetapi juga menjadi penunjuk arah bagi mereka yang kehilangan jalan di tengah gelapnya malam. Bintang itu tinggi, Nak. Namun, ia tidak pernah sombong. Ia tetap setia pada porosnya dan memberi keindahan bagi siapa pun yang mendongak ke langit. Begitulah doa kami agar kamu tumbuh dengan cita-cita setinggi bintang, tetapi tetap memiliki kerendahan hati yang menenangkan jiwa.
Buah hatiku, kamu tidak hadir melalui jalan yang biasa. Kamu hadir melalui sayatan yang meninggalkan jejak permanen di raga Ummi. Bagi orang lain, mungkin itu hanyalah bekas luka medis yang mengering. Namun bagi Ummi, garis itu adalah prasasti cinta yang paling jujur. Ia adalah ‘pintu’ pertama tempat cahaya kecilmu meluncur menyapa dunia.
Setiap kali jemari Ummi menyentuh jejak itu, rasa sakit yang dahulu pernah ada, langsung menguap, berganti dengan rasa syukur yang membuncah. Luka itu adalah pengingat kalau cinta memang butuh pengorbanan dan hadirmu adalah hadiah terindah yang membuat semua pengorbanan itu terasa sangat murah.
Sejak tangisan pertamamu memecah hening di ruang operasi, Abi sudah mengikat janji pada langit. Dia ingin menjadi saksi paling setia atas setiap jengkal tumbuh kembangmu. Abi itu sosok yang tenang, tetapi ingatannya tentangmu sangat luar biasa.
Dia merekam dengan rapi saat pertama kali kamu belajar membalikkan badan, langkah-langkah kecilmu yang goyah di atas ubin, sampai sekarang, saat kamu sudah bisa berdiri tegak dengan pemikiranmu sendiri. Bagi Abi, menyaksikanmu tumbuh bukan sekadar tugas sebagai orang tua, melainkan sebuah perjalanan spiritual untuk melihat bagaimana keajaiban Tuhan bekerja pada dirimu. Kasih sayangnya mengalir sunyi, tetapi dalam, persis seperti usapannya di kepala Ummi dahulu. Dia selalu ingin memastikan duniamu tetap hangat dan terlindungi.
Sekarang, tanpa terasa, usia sudah mengantarmu pada angka lima belas. Ini bukan sekadar angka yang tertulis di atas lilin ulang tahunmu, Sayang. Lima belas adalah gerbang besar menuju apa yang kami sebut sebagai “Dunia Abu-Abu”. Mengapa abu-abu? Karena di usia ini, Sayang, garis antara hitam dan putih, antara benar dan salah, sering kali tampak samar tertutup kabut tren dan riuhnya pergaulan. Dunia remaja itu seperti samudra yang luas. Ombaknya kadang terlihat tenang di permukaan, tetapi sebenarnya sangat menghanyutkan di kedalaman. Inilah masa di mana identitasmu diuji dan setiap pilihan kecil yang kamu ambil akan membentuk wajah masa depanmu.
Itulah mengapa, Ummi dan Abi sangat berharap kamu bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dan bijak. Dewasa itu bukan soal seberapa tinggi raga melampaui pundak Ummi, bukan pula soal seberapa pintar kamu berdebat. Dewasa yang Ummi maksud adalah kematangan jiwamu dalam menimbang rasa sebelum melangkah. Ummi ingin putri Ummi menjadi perempuan yang punya kedalaman nurani, yang tidak gampang goyah hanya karena suara riuh di luar sana, tetapi selalu tunduk pada suara hati yang bertakwa. Kebijaksanaanmu itulah yang nanti akan jadi pelita saat kabut di dunia abu-abu mulai datang menyelimuti arah langkahmu.
Ummi juga selalu mengetuk pintu langit agar kamu dianugerahi kepekaan. Dunia sekarang ini sering mengajari orang untuk jadi egois dan cuek, tetapi Ummi ingin kamu melawan arus itu. Jadilah jiwa yang peka dengan keadaan di rumah. Jadilah mata yang bisa melihat kalau Ummi sedang lelah mengurus rumah, lalu kamu hadir menawarkan tangan tanpa perlu kami minta. Jadilah telinga yang peka mendengar helaan napas berat Abi setelah seharian bekerja, lalu kamu hadir membawakan segelas air dan senyuman yang bisa meruntuhkan segala penatnya.
Kepekaan itu adalah bentuk bakti yang paling harum aromanya di hadapan Tuhan. Itu tanda kalau kamu bukan lagi anak kecil yang hanya ingin dilayani, tetapi sudah jadi kawan bagi perjalanan hidup kami.
Di genggamanmu sekarang, ada sebuah jendela tanpa batas yang kita sebut dunia maya. Informasi di sana mengalir deras bagaikan air bah dan banyak jiwa kehilangan jati diri demi mengejar pujian yang semu.
Pesan Ummi satu, pandailah mengatur aktivitasmu di sana. Jangan biarkan layar kecil itu mencuri waktumu yang berharga atau menghapus binar ketulusan di matamu. Jangan biarkan dirimu jadi budak gaya hidup yang hanya mengejar kekaguman manusia yang sementara.
Gunakan akalmu, jadikan internet itu sarana menuntut ilmu dan menebar kebaikan. Ingatlah, setiap jemari yang mengetik dan setiap mata yang memandang di sana akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Dunia maya harus jadi alatmu untuk naik kelas menuju kemuliaan, bukan jurang yang membuatmu lalai akan dunia nyata.
Permata hati Ummi, dunia di luar sana mungkin akan menawarkan berbagai warna yang memukau, tetapi sebenarnya palsu. Banyak hal negatif yang dibungkus dengan sangat indah supaya kamu tergoda untuk mencicipinya. Namun, Ummi dan Abi sudah menitipkan hatimu sepenuhnya pada Allah.
Tetaplah jadi hamba yang taat pada aturan-Nya. Syariat Allah itu bukan belenggu yang mengekangmu, tetapi justru pagar pengaman supaya mutiara di dalam dirimu tidak rusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Ketaatanmu adalah perisai paling kokoh dari pengaruh buruk zaman yang makin tak tentu arah ini.
Di setiap sujud panjang Ummi dan Abi, namamu tidak pernah absen terucap. Kami tidak meminta dunia yang megah untukmu karena kami tahu, dunia ini hanya perhentian singkat, sebuah dermaga kecil tempat kita sekadar singgah menunggu kapal yang akan membawa kita pulang ke rumah yang sebenarnya. Harapan terbesar kami, mimpi yang kami langitkan setiap malam adalah agar ketaatanmu menjadi jembatan bagi kita untuk bersatu kembali dalam keabadian.
Ummi sangat rindu untuk bisa berkumpul kembali denganmu kelak, bukan hanya di ruang tamu rumah kita yang sederhana ini, tetapi di tempat yang tidak ada lagi air mata, lelah, maupun perpisahan. Ummi ingin kita duduk melingkar dalam kebahagiaan yang nyata di surga-Nya kelak. Itulah cita-cita tertinggi Ummi dan Abi, melihatmu selamat melampaui hiruk pikuk dunia dan melangkah anggun masuk ke gerbang keabadian bersama kami. Segala usaha kami menjaga dan mendidikmu, tujuannya hanya satu, agar keluarga kecil kita tidak terpisah oleh maut, tetapi justru disatukan kembali oleh rahmat-Nya.
Barakallah fii umrik, Najma. Teruslah tumbuh jadi perempuan bijak yang hatinya selalu nyangkut di langit, tetapi kakinya tetap membumi untuk membantu sesama. Selamat bertualang di usiamu yang baru. Doa Ummi akan selalu jadi payungmu saat hujan badai datang dan jadi cahaya penuntunmu saat malam terasa begitu gelap. Kami sangat mencintaimu, hari ini, esok, sampai masa tidak lagi mengenal waktu. [CM/Na]
Views: 5






















