#30HMBCM
CemerlangMedia.Com — Kala musim dingin tiba sebagian umat Islam masih punya tempat tinggal untuk berlindung. Masih bisa bersantai di tempat tidur yang empuk dan nyaman, bahkan bisa menikmati makanan berkuah yang hangat ditambah secangkir teh manis hangat atau kopi.
Namun semua itu tidak bisa dinikmati oleh warga Gaza. Jangankan menikmati makanan dan minuman hangat di kala musim dingin melanda. Bahkan, tempat tinggal yang aman dan nyaman pun mereka belum bisa menikmatinya, sebab nyawa mereka terancam setiap saat.
Musim dingin yang membawa badai banjir menerpa Gaza, menyebabkan kerusakan parah pada tenda-tenda pengungsian warga. Banyak tenda yang sobek dan roboh, hal ini makin mempersulit kondisi warga Gaza. UNRWA menyampaikan peringatan bahwa badai yang melanda Jalur Gaza akan berisiko menimbulkan bencana bagi para pengungsi di wilayah tersebut.
Sementara itu, meski gencatan senjatan telah disepakati, Zionis terus memblokir masuknya material perlindungan seperti tenda dan rumah mobil. Tindakan ini dianggap sebagai pengingkaran kewajiban Zionis berdasarkan perjanjian tersebut. Sedikitnya, 260 warga Palestina tewas dan lebih dari 630 lainnya mengalami luka-luka sejak gencatan senjata dimulai (Antara, 15-11-2025).
Krisis yang terjadi di Gaza ini menunjukkan bahwa gencatan senjata bukan solusi karena akar masalahnya adalah penjajahan. Penjajahan tidak akan pernah berakhir jika hanya fokus dengan mengirimkan makanan, obat-obatan atau sarana dan prasarana.
Dunia yang menganggap Gaza baik-baik saja itu salah besar karena pada faktanya, krisis makin memburuk. Zionis berkali-kali mengingkari perjanjian. Aturan perang sering dilanggar. Seharusnya mereka tidak boleh menyerang warga sipil yang tidak bersalah, termasuk wanita, anak-anak, orang tua yang lemah, fasilitas umum, dan lokasi perang harus jauh dari pemukiman warga, tetapi hal itu tidak dilakukan oleh Zionis.
Gaza berada di bawah kendali Amerika Serikat. Solusi Barat terbukti tidak akan pernah menyelesaikan masalah Palestina, justru mereka ingin melanggengkan penajajahan di sana, bersekutu dengan Zionis untuk melakukan tindakan genosida.
Namun, setiap masalah pasti ada solusinya karena Islam bukan hanya agama saja, melainkan sebuah mabda yang melahirkan atauran-aturan yang akan diterapkan di tengah kehidupan. Begitu pun dengan persoalan penjajahan, semua ada solusinya dalam sistem Islam.
Ketika pelanggaran demi pelanggaran, pengkhianatan demi pengkhianatan telah meraka lakukan, seharusnya itu menjadi pegangan bagi para pemimpin negeri-negeri muslim di mana pun mereka berada agar berhenti percaya dan berteman dengan musuh-musuh Allah Swt..
Hal ini sesuai dengan perintah Allah Swt., “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman-teman setia(mu); sebagian mereka adalah teman-teman setia bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka.” (TQS Al-Maidah: 51).
Saat ini Gaza butuh jihad dan Khil4f4h. Khil4f4h adalah junnah (perisai) yang akan menghapus segala bentuk penjajahan atas warganya. Ketika Daulah Khil4f4h tegak, maka khalifah akan mengirimkan bala tentaranya untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman Zionis.
Inilah solusi hakiki yang harus terus dan makin digaungkan melalui dakwah Islam ideologis. Sudah saatnya umat mendukung dan memperjuangkan sistem Islam. Hanya sistem Islam yang bisa menghapus penjajahan di negeri-negeri muslim dan menciptakan kedamaian dan ketenteraman yang adil dan menyeluruh bagi setiap insan manusia. Wallahu a’lam bisshawwab.
Yeni Nurmayanti
Bekasi
(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]
Views: 27






















