Cegah Kesepian Akut dengan Fondasi Akidah

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Ika Fath

Negara memiliki kekuasaan dan kekuatan yang penuh untuk menciptakan kondisi sosial masyarakat agar sesuai dengan Islam, sebab memiliki kontrol kuat terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat. Negara yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan hadis, secara otomatis akan menerapkannya dalam seluruh aspek kehidupan.

CemerlangMedia.Com — Fenomena bvnvh diri makin menjamur belakangan ini, salah satunya terjadi di Pulogadung, Jakarta Timur, ditemukan korban yang masih mengenakan seragam SMP. Fakta lain juga terjadi di Kota Medan dengan ditemukan seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) meninggal di dalam kamar kosnya. Menurut Kapolsek Medan, korban diduga bvnvh diri akibat perundungan (detiknews.com, 29-09-2026).

Lagi-lagi perundungan menjadi salah satu faktor pemicu masalah masyarakat. Berdasarkan data survei, usia 21–30 tahun menjadi kelompok yang paling banyak tercatat mengalami keinginan mengakhiri hidup, yakni sekitar 3.036 orang. Sungguh miris, krisis kesehatan mental yang berakhir pada bvnvh diri justru terjadi di kalangan generasi muda, padahal jika ditinjau dari berbagai sudut, generasi muda merupakan usia produktif dalam mengembangkan potensi dan kemampuan diri.

Gaya Hidup Individualistis

Hidup di tengah sistem sekularisme yang memisahkan agama dari seluruh aspek kehidupan memang tidak mudah. Ketika agama tidak lagi dijadikan sebagai landasan dalam pendidikan dan lingkungan sosial, maka tidak bisa dimungkiri bahwa generasi muda akan tumbuh di lingkungan yang tidak menjadikan agama sebagai rujukan dalam hidup. Secara otomatis, mereka akan tumbuh dengan pola pikirnya sendiri. Tidak heran jika kepuasan duniawi yang akan menjadi tolok ukur dalam segala tindakan.

Kehidupan dunia selalu memiliki berbagai permasalahan yang tidak pernah ada ujungnya dan tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Saat individu mengalami kegagalan, masalah keluarga, pekerjaan, hingga berbagai persoalan hidup, tidak akan pernah bisa diselesaikan dengan kemampuan diri sendiri dan materi saja. Namun, dibutuhkan landasan spiritual yang kuat untuk bisa memaknai ujian dan tekanan hidup.

Dalam sistem kapitalisme yang menganut konsep sekularisme, pencapaian ekonomi membuat orang menjadi lebih individualis. Masyarakat diarahkan untuk mengejar keberhasilan pribadi. Diperkuat dengan konsep yang menekankan bahwa setiap orang harus berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya. Walaupun narasi ini memiliki sisi positif, tetapi jika tidak diimbangi dengan kepedulian sosial, akan berakibat pada hubungan sosial yang menjadi makin renggang.

Kebanyakan orang sibuk mengejar mimpi masing-masing sehingga hubungan sosial menjadi sekadar aktivitas transaksional. Seseorang hanya akan dihargai berdasarkan manfaat yang telah dia berikan, strata ekonomi, sosial, dan pencapaiannya semata. Oleh karena itu, tidak heran jika saat ini banyak orang yang tetap merasa sendirian padahal ada di tengah keramaian.

Hidup di tengah gempuran kemajuan teknologi seharusnya membuat manusia lebih mudah terhubung satu sama lain. Namun, media sosial justru menciptakan masalah baru. Hal ini makin membuat kesepian akut hingga berakhir pada krisis mental seseorang.

Sistem sekularisme dan kapitalisme tidak hanya memiliki dampak buruk pada aspek politik dan ekonomi, tetapi juga pada sistem sosial. Lemahnya ikatan sosial, tekanan untuk meraih kesuksesan, dan ketidakmampuan menghadapi kegagalan tidak cukup hanya dengan nasihat secara personal. Masalah ini harus diselesaikan hingga ke akarnya. Sebab, berkaitan dengan struktur sosial yang membentuk kehidupan manusia.

Islam Mengatasi Kesepian

Islam menjadikan akidah sebagai fondasi utama dalam setiap individu. Fondasi ini ditanamkan sejak dini, baik di sekolah maupun di rumah. Ketika akidah seseorang sudah kuat, ia akan memiliki landasan spiritual dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup, termasuk mencegah rasa kesepian akut yang merebak di kalangan masyarakat sekuler. Namun, akidah yang kuat juga perlu disertai dengan dukungan lingkungan yang tidak individualis.

Oleh karena itu, Islam tidak hanya mengajarkan membangun hubungan dengan Pencipta dan dengan dirinya sendiri, tetapi juga mengajarkan pentingnya kepedulian sosial dalam lingkungan, sesuai dengan sabda Rasulullah saw. dalam salah satu hadis,
“Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mukmin dari berbagai kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat.” (HR Muslim).

Lingkungan yang paling utama adalah keluarga. Ikatan batin yang kuat pada dasarnya telah Allah anugerahkan secara alamiah kepada setiap manusia. Namun, ikatan tersebut akan makin kuat ketika akidah Islam diterapkan di ranah keluarga.

Keluarga menjadi tempat pertama dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, kasih sayang, dan kepedulian. Hal ini yang mampu mencegah rasa keterasingan itu muncul.

Negara memiliki kekuasaan dan kekuatan yang penuh untuk menciptakan kondisi sosial masyarakat agar sesuai dengan Islam, sebab memiliki kontrol kuat terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat. Negara yang berlandaskan pada Al-Qur’an dan hadis, secara otomatis akan menerapkannya dalam seluruh aspek kehidupan, baik keluarga, sosial, pendidikan, bahkan ekonomi. Hanya melalui fondasi akidah dan penerapan Islam secara kafah, negara mampu mencegah kesepian akut dalam naungan Daulah Khil4f4h.

Wallahu a’lam bisshawab. [CM/Na]

Views: 7

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *