Bobi dan Kapal Kertas

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Aisyah Ramadhani Putri
Siswi Kelas 6 ISB

Bobi adalah anak umur 8 tahun. Bobi tinggal di dekat laut, di Batam.

Rumah Bobi kecil. Warnanya biru muda. Dari jendela rumah, Bobi bisa melihat banyak kapal besar.

Bobi suka sekali membuat kapal dari kertas. Setiap hari, Bobi membuat kapal kertas.

Suatu pagi, Bobi membuat kapal kertas yang paling bagus. Kapal itu warnanya putih. Bobi gambar bintang kuning di atasnya.

“Bobo, ini kapal paling keren!” kata Bobi pada kucingnya. Kucing Bobi namanya Bobo. Bobo berwarna oranye.

Bobi lalu lari ke pantai. Pantai dekat sekali dari rumah. Bobi ingin mencoba kapal kertas itu di air.

Di pantai, ada teman Bobi. Namanya Lili. Lili umur 7 tahun.

“Lili, lihat! Aku punya kapal baru!” kata Bobi.

“Wah, bagus sekali!” kata Lili.

Bobi menaruh kapal kertas di atas air. Kapal itu mengapung. Ombak kecil mendorong kapal itu.

Kapal kertas itu berlayar pelan-pelan. Bobi dan Lili tertawa senang.

Tapi tiba-tiba angin datang. Angin agak kencang.

Kapal kertas Bobi terbawa angin. Kapal itu terbawa jauh ke tengah laut.

“Oh tidak! Kapalku!” teriak Bobi.

Bobi sedih. Itu kapal terbaik yang pernah Bobi buat.

Lili memegang tangan Bobi. “Jangan sedih, Bobi. Kita buat lagi saja.”

Tapi Bobi masih sedih. Bobi duduk di pasir. Bobo si kucing datang dan duduk di samping Bobi.

Saat itu, seorang kakek datang. Kakek itu adalah penjaga pantai. Namanya Kakek Salim. Kakek Salim memakai topi putih.

“Kenapa sedih?” tanya Kakek Salim.

“Kapal kertas Bobi hilang terbawa angin, Kek,” jawab Lili.

Kakek Salim tersenyum. “Kapal kertas itu tidak hilang. Dia sedang berpetualang.”

“Berpetualang?” tanya Bobi. Bobi bingung.

“Iya,” kata Kakek Salim. “Angin membawanya pergi. Mungkin dia bertemu ikan. Mungkin dia bertemu burung. Mungkin dia sampai ke pulau lain.”

Bobi membayangkan kapalnya bertemu ikan besar. Bobi jadi tidak terlalu sedih lagi.

Kakek Salim duduk bersama Bobi dan Lili. Kakek Salim lalu mengambil koran bekas dari tasnya.

“Mari kita buat armada kapal,” kata Kakek Salim.

“Armada itu apa, Kek?” tanya Lili.

“Armada itu banyak kapal bersama-sama. Jadi kapal Bobi tidak sendirian,” jelas Kakek Salim.

Mereka bertiga membuat banyak kapal kertas. Satu, dua, tiga, sampai sepuluh kapal. Ada yang besar, ada yang kecil. Ada yang warna putih, ada yang warna biru dari koran.

Bobo si kucing melihat dengan mata bulat. Kadang Bobo mencoba menangkap kapal kertas itu dengan kakinya.

Setelah jadi, mereka menaruh semua kapal di air. Sepuluh kapal kertas mengapung bersama.

“Lihat, Bobi! Sekarang kapal kamu punya banyak teman!” kata Lili sambil bertepuk tangan.

Angin datang lagi. Pelan-pelan, sepuluh kapal itu berlayar bersama. Mereka pergi jauh, beriringan.

Bobi melambaikan tangan. “Dadah, kapal-kapal! Selamat berlayar!”

Lili juga melambaikan tangan.

Hari mulai sore. Langit jadi warna oranye. Cantik sekali.

Kakek Salim berkata, “Bobi, Lili, ingat ya. Kalau membuat sesuatu dengan hati yang senang, hasilnya akan membawa senang juga untuk orang lain. Mungkin besok ada anak di pulau seberang yang menemukan kapal kalian dan dia jadi senang.”

Bobi mengangguk. Bobi mengerti sekarang.

Mereka pulang ke rumah. Bobi tidak lagi sedih. Bobi sudah punya cerita baru.

Di rumah, Bobi mengambil kertas lagi. Kali ini Bobi tidak membuat satu kapal. Bobi membuat dua kapal. Satu untuk Bobi, satu untuk Lili.

Keesokan harinya, Bobi memberi kapal itu pada Lili.

“Ini untuk kamu,” kata Bobi.

“Terima kasih, Bobi!” Lili senang sekali.

Dan sejak hari itu, setiap sore, Bobi dan Lili selalu membuat kapal kertas bersama di pantai. Kadang bersama Kakek Salim juga.

Kapal-kapal itu mereka layarkan ke laut. Mereka berharap, ada anak lain yang menemukan kapal itu dan ikut merasa senang. [CM/Na]

Views: 1

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *