Oleh: Aisyah Ramadhani Putri
Siswi Kelas VI ISB Batam
CemerlangMedia.Com — Pak Haris adalah seorang petani tua. Setiap panen, ia selalu membawa dua karung besar ke pasar. Satu karung penuh diikat rapat, satu lagi setengah kosong diikat longgar.
Orang-orang di pasar heran.
“Pak, kenapa karung ini setengah kosong? Kan rugi di ongkos angkut?” tanya seorang pemuda heran.
“Yang karung penuh ini untuk dijual dan yang setengah kosong untuk dibagi,” jawab Pak Haris.
“Untuk dibagi ke siapa?” tanya pemuda itu lagi.
“Untuk siapa saja yang butuh. Seperti anak yatim di ujung kampung yang bapaknya dahulu pernah bantu saya.”
Pemuda itu tertawa kecil. “Tapi Pak, kalau dibagi terus, kapan kayanya? Lebih baik Bapak jual semua, uangnya ditabung,” ucap pemuda itu.
Pak Haris hanya tersenyum sambil menepuk-nepuk karung yang setengah kosong itu.
“Nak, dahulu saya pernah jadi karung kosong. Tidak punya apa-apa. Orang-orang mengisi karung saya dengan bantuan. Sekarang karung saya sudah agak terisi. Giliran saya yang mengisi karung orang lain. Kalau menunggu kaya baru berbagi, tidak akan ada yang pernah berbagi,” jelas Pak Haris.
Pemuda itu mengangguk paham. Sejak hari itu, pemuda itu juga terlihat membawa dua karung setiap hari. [CM/Na]
Views: 5






















