Jejak di Tanah Lama

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Karya: Emiliya

CemerlangMedia.Com, MEMOAR — Beberapa tempat mungkin hanya menjadi titik di peta, tetapi bagiku, sebuah desa kecil menyimpan begitu banyak cerita. Desa itu sederhana, berada jauh dari keramaian, serta masih lekat dengan kehidupan tradisional. Hari-hari di sana terasa sederhana, tetapi justru kesederhanaan itulah yang membuat masa kecilku berkesan.

Dahulu, aku tidak pernah menganggap hari-hari itu istimewa. Bagiku, menghabiskan waktu bersama hanyalah rutinitas biasa. Namun, setelah bertahun-tahun berlalu, barulah kusadari bahwa masa-masa sederhana itulah yang paling sulit dilupakan.

Aku pun tidak ingat persis semua yang terjadi. Saat itu aku belum mengerti banyak hal dan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang tuaku. Ke mana mereka pergi, aku pun ikut ke sana. Tempat itu meninggalkan jejak tersendiri dalam hidupku. Bagaimanapun, tempat tersebut merupakan hasil jerih payah orang tuaku dan menjadi tanah pertama yang benar-benar kami miliki sendiri. Meskipun tidak mudah, orang tuaku tetap berhasil menjalaninya.

Aku tidak memedulikan banyak hal saat itu. Begitulah anak yang masih berusia sekitar lima tahun, tahunya hanya bermain dan asyik dengan kesibukanku sendiri. Dari lingkungan itulah, sedikit demi sedikit, pandanganku tentang kehidupan mulai terbentuk. Saat itu, aku belum mengerti bahwa waktu akan berjalan begitu cepat. Aku hanya tahu bahwa setiap hari selalu ada hal baru untuk dimainkan, tempat baru untuk dijelajahi, dan cerita baru untuk dikenang.

Aku belum memikirkan banyak hal selain bermain, pulang ketika hari mulai sore, dan menikmati waktu bersama orang-orang di sekitar. Saat itu, dunia yang kukenal hanya lingkungan sekitar rumah dan keluargaku. Orang tuaku pergi ke sawah untuk bertani. Sementara itu, aku terkadang menghabiskan waktu bermain di sungai terdekat. Terkadang, aku juga mengikuti orang tuaku hingga tubuhku kotor karena bermain lumpur.

Ada saatnya aku merasa bosan karena tidak tahu lagi apa yang bisa kulakukan. Setiap hari aku mengulangi hal yang sama hingga terkadang merasa jenuh. Di sana, aku tidak memiliki banyak teman. Teman yang mungkin seumuran denganku paling hanya satu, itu pun kami jarang bermain bersama. Namun, saat itu aku tidak terlalu memikirkannya. Bagiku, bermain sendiri pun sudah cukup untuk menghabiskan hari.

Aku tidak meminta banyak hal karena aku tahu keadaan saat itu tidak mudah. Hari-hari terus berjalan. Tanpa kusadari, aku mungkin tidak akan terus menetap di sana karena tempat itu memang hanya menjadi tempat tinggal sementara bagi kami. Ketika usiaku mulai mendekati masa sekolah, keadaan pun mulai berubah. Saudara laki-lakiku yang saat itu tinggal bersama nenek juga menjadi salah satu pertimbangan. Tempat itu berada cukup jauh dari sekolah dan pasar. Penduduk di sekitar kami pun masih sedikit. Kehidupan di sana masih sangat sederhana, bahkan listrik pun belum tersedia.

Berbagai kebutuhan tidak mudah ditemukan sehingga kami harus menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk mendapatkannya. Makin lama, jarak dan berbagai keterbatasan tersebut makin terasa. Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya orang tuaku mengambil keputusan untuk meninggalkan tempat itu. Saat itu, aku belum benar-benar memahami arti dari keputusan tersebut. Aku hanya tahu bahwa kami akan pergi dan meninggalkan tempat yang selama ini menjadi bagian dari keseharianku.

Meskipun akhirnya tidak berada di tempat itu lagi, suasananya seolah belum benar-benar pergi dari pikiranku. Aku masih mengingat hamparan sawah yang menghijau, aliran sungai yang mengalir, serta para petani yang menunggu waktu panen. Semua itu menjadi bagian dari tempat yang sampai sekarang masih tersimpan dalam ingatanku.

Ini bukan hanya tentang sebuah tempat, melainkan tentang pengalamanku saat berada di sana yang sekarang hanya bisa diingat, tetapi tidak bisa diulang kembali. Mungkin bagi orang lain, tempat itu bukan sesuatu yang istimewa. Namun bagiku, tempat itu pernah menjadi bagian dari masa kecil yang tidak akan kembali.

Setelah meninggalkan tempat itu, suasana yang kujalani mulai berubah. Tempat baru terasa lebih ramai dibandingkan sebelumnya. Aku mulai bertemu dengan lebih banyak orang dan memiliki teman untuk bermain. Awalnya, semuanya terasa berbeda karena aku harus menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Namun, perlahan aku mulai terbiasa.

Hari-hariku tidak lagi hanya diisi dengan bermain di sekitar rumah atau mengikuti orang tua ke sawah. Ketika mulai masuk sekolah, waktuku makin banyak dihabiskan untuk belajar dan melakukan berbagai kegiatan. Tanpa kusadari, masa kecil yang dulu kujalani perlahan mulai berubah. Aku pun mulai mengenal dunia yang lebih luas dan bertemu dengan lebih banyak orang.

Dari pengalaman itu, aku belajar untuk menikmati setiap keadaan yang sedang dijalani. Dahulu, aku sering merasa bosan dan ingin segera berpindah tanpa menyadari bahwa suatu hari, tempat sederhana itu justru akan menjadi sesuatu yang kurindukan.

Oleh karena itu, nikmatilah setiap momen selagi masih ada kesempatan, meskipun keadaan tidak selalu sesuai dengan keinginan. Bisa jadi, hal yang terasa biasa hari ini, justru menjadi kenangan yang paling dirindukan di kemudian hari. Begitulah, tempat itu meninggalkan jejak dalam hidupku. Sebuah tanah lama yang mungkin telah kutinggalkan, tetapi kenangannya akan selalu tinggal. [CM/Na]

Views: 4

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *