Sekularisme Menyuburkan Perilaku Rusak

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

 

CemerlangMedia.Com — Anak-anak adalah titipan Allah Swt. yang mesti diberikan kasih sayang dan dijaga kehidupannya. Namun kenyataannya, perilaku masyarakat makin rusak. Mereka tega berbuat jahat kepada anak kecil.

Sebagaimana dilansir dari portal daring, dua anak perempuan berusia 15 dan 5 tahun diduga menjadi korban penc4bul4n oleh tetangganya yang berusia 70 tahun di Bogor Barat, Kota Bogor. Polisi melakukan penyelidikan untuk mencari pelaku (19-11-2025).

Fenomena ini memberikan gambaran bahwa lingkungan sekitar, tempat tumbuh kembangnya anak-anak tidak dalam keadaan baik-baik saja. Berbagai kasus kejahatan mengintainya, mulai dari pelecehan, kekerasan, hingga kejahatan seksual. Tidak bisa dimungkiri bahwa kejahatan terhadap anak dapat dilakukan oleh orang yang lanjut usia sekalipun. Bahkan, pelaku merupakan orang yang tidak asing bagi anak dan senantiasa berada di sekitarnya.

Seharusnya, seseorang yang sudah berusia senja berperilaku yang baik dan mencari rida Allah saja. Dalam menjalani sisa umur yang masih ada, harusnya dipergunakan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Namun malah sebaliknya, yang ada justru tega melakukan aksi bejat terhadap anak. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada ruang aman bagi anak dan jaminan keamanan. Namun sebaliknya, pergaulan sosial di masyarakat telah rusak yang akibat penerapan kehidupan yang salah.

Sistem sekularisme yang diterapkan di negeri inilah penyebabnya. Sistem yang asasnya menjauhkan agama dengan kehidupan telah menjadikan manusia berbuat seenaknya. Sistem ini juga tidak memedulikan halal dan haram, melahirkan manusia yang berbuat sesuka hati, serta tidak berpikir akan pertanggungjawabannya kelak. Jadi, wajar jika dalam sistem ini, subur perilaku rusak.

Negara sebagi pengurus rakyat seharusnya memberikan perlindungan kepada anak-anak dari tindakan kejahatan yang kian subur di tengah masyarakat. Namun, semua ini tidak dapat diwujudkan selama negara masih menganut sistem kebebasan yang menyuburkan perilaku rusak di tengah masyarakat

Kebebasan yang ditawarkan oleh sistem ini telah membuat fitrah manusia berubah. Mereka yang seharusnya saling menjaga dan mengawasi di masyarakat, kini menjadi kejam, kriminal, dan tega. Ditambah lagi, akses video porno tanpa batas di media sosial dan mudah diakses siapa saja, bebasnya pergaulan, dan bebasnya cara berpakaian, membuat masyarakat menuju pada kerusakan moral seperti tindakan pencabulan.

Berbeda dengan Islam. Islam memandang bahwa kebebasan seharusnya diatur oleh aturan yang ditetapkan oleh Sang Pencipta yang sangat memahami sifat manusia. Islam mengatur bagaimana tata pergaulan sosial di tengah masyarakat antara laki-laki dan perempuan, seperti kewajiban menutup aurat, menundukkan pandangan, infisol, tidak berduaan, ditemani mahram saat bepergian, mengenal mahramnya, adab anak kepada orang tua juga sebaliknya.

Suasana kondusif akan tercipta karena masyarakat dalam Islam, setiap aktivitasnya akan senantiasa berlandaskan keimanan. Standar perbuatannya halal haram sehingga akan mewujudkan rasa kasih sayang, persaudaraan dalam satu ikatan di tengah masyarakat. Oleh karenanya, perilaku masyarakat akan senantiasa terjaga dari kerusakan moral dengan tata pergaulan yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam yang diterapkan oleh negara.

Dengan demikian, perlu disadari bersama bahwa solusi tuntas atas suburnya perilaku rusak di tengah masyarakat adalah dengan membuang sistem buatan manusia yang salah serta kembali kepada sistem yang sahih, buatan Sang Pencipta. Sistem ini akan diterapkan dalam semua aspek kehidupan melalui penegakan negara, yakni Daulah Kil4f4h sehingga mampu mewujudkan rahmatan lil ’alamin di seluruh wilayah kekhalifahan Islam.

Zakiah Ummu Faaza
Bogor, Jawa Barat

(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]

Views: 16

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *