#30HMBCM
Penulis: Nurul Afifah
CemerlangMedia.Com — Penderitaan warga Gaza seakan tidak kunjung usai. Kelaparan, dehidrasi, malnutrisi ditambah hujan dan badai banjir di musim dingin yang menyebabkan tenda sobek dan roboh, menambah daftar penderitaan Gaza. Badan PBB untuk pengungsian Palestina (UNRWA) menyatakan hujan yang mengguyur jalur Gaza, memperburuk situasi yang sudah sangat mengkhawatirkan wilayah Gaza. (Antaranews, 15-11-2025).
Bantuan peralatan untuk tempat tinggal saat ini dibutuhkan. Hanya saja, Zionis terus memblokir masuknya bantuan-bantuan tersebut. Sungguh biadab !
Genjatan Senjata dan Two State Solution Bukan Solusi bagi Gaza
Penderitaan yang dialami warga Gaza seakan tiada hentinya, terus menerus berulang dan bertambah. Seolah-olah tidak ada kekuatan yang bisa menghalangi Zi*nis untuk menghentikan kebiadabannya. Negara-negara muslim juga konsisten melakukan kecaman demi kecaman saja.
Genjatan senjata maupun two state solution yang ditawarkan Barat kepada Gaza untuk mencapai perdamaian, bukanlah solusi nyata. Pasalnya, sejak perjanjian genjatan senjata yang berlaku pada 10 Oktober 2025, jumlah korban tewas akibat Zi*nis kian bertambah. (cnnindonesia.com, 16-11-2025)
Adapun two state solution, yaitu penyelesaian konflik Zi*nis—Gaza dengan cara membagi tanah menjadi dua dan hidup berdampingan bukanlah solusi hakiki . Menyetujui two state solution artinya, mengakui Zi*nis Isra3l dan melanggengkan eksistensi penjajah Yahudi.
Yang terjadi pada Gaza adalah penjajahan. Selama akar masalah yaitu penjajahan Zi*nis tidak dicabut, maka penderitaan warga Gaza akan terus berulang. Genjatan senjata maupun two state solution tidak dapat mengubah apa pun.
Jihad dan Khil4f4h Solusi Hakiki
Solusi ala Barat yang ditawarkan untuk perdamaian Gaza berulang kali mengalami kegagalan. Penderitaan tidak berhenti justru memperparah penderitaan warga Gaza. Sebab, solusi yang ditawarkan Barat atas Gaza hanya dimaksudkan untuk melanggengkan penjajahan Zi*nis guna menyebarkan ideologi kapitalisme.
Sebagai umat Islam, seharusnya kita berkiblat pada ajaran Islam untuk menyelesaikan suatu perkara. Begitupun perkara yang terjadi pada Gaza. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Maidah: 50 yang berbunyi,
أَفَحُكْمَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ ٱللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Artinya: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapa yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”
Ayat ini menegaskan kita sebagai umat muslim agar mengembalikan apa yang terjadi pada solusi Islam bukan solusi ala Barat.
Yang terjadi pada warga Gaza adalah bentuk penjajahan. Dalam Islam, penjajahan adalah perkara yang wajib diperangi. Sebagaimana firman Allah yang artinya,
“Perangilah dijalan Allah orang-orang yang memerangi kalian dan janganlah kalian melampaui batas. Sungguh Allah tidak menyukai kaum yang melampaui batas. Usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian. (TQS Al-Baqarah: 190-191).
Dalam ayat ini dijelaskan, solusi untuk penjajahan yang terjadi di Gaza adalah perang (jihad fii sabilillah). Namun, jihad fii sabilillah bisa terealisasikan jika Daulah Islam tegak dalam bingkai Khil4f4h. Khil4f4h inilah nanti yang akan menyatukan umat, mengkonsolidasikan kekuatan negara-negara muslim dan mengirimkan pasukan untuk membebaskan Gaza sebagaimana Salahudin membebaskan Al Quds dari cengkeraman Salibis.
Wahai kaum muslim dan pemimpin muslim! Sadarlah bahwa marah, kecaman, dan solusi-solusi ala Barat yang ditawarkan bukanlah solusi hakiki untuk penderitaan Gaza. Solusi hakiki pembebasan Gaza adalah dengan jihad dan Khil4f4h. Dengan Khil4f4h, Gaza akan bebas dan umat memperoleh kemenangan. Solusi hakiki ini harus terus dan semakin kita keraskan melalui dakwah Islam ideologis.
Wallahu a’lam
(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]
Views: 44






















