Remaja dalam Jeratan Narkoba

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Penulis: Neti E
Aktivis Muslimah

Selain sebagai penyelenggara pendidikan berbasis keimanan bagi remaja, negara juga memiliki legitimasi dalam menekan peredaran narkoba. Negara dapat menutup masuknya narkoba melalui pengawasan yang ketat dan penempatan aparat yang jujur pada semua sektor wilayah negara.

CemerlangMedia.Com — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim melakukan tes urine terhadap puluhan pelajar di wilayah Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Surabaya pada Ahad (7-11-2025). Dalam tes tersebut, 15 siswa SMP dinyatakan positif narkoba.

Jalan Kunti memang dikenal sebagai “kampung narkoba”. Dalam beberapa kali penggerebekan, aparat kerap menemukan kasus peredaran narkoba di wilayah tersebut (Kumparan com, 14-11-2025).

Menanggapi temuan BPN tersebut, Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya meminta orang tua untuk mengevaluasi diri dan sadar dengan perannya dalam mengasuh anak masing-masing. Menurutnya, salah asuh orang tua menjadi penyebab remaja terjerumus dalam pengaruh narkoba. Penggunaan narkoba tidak akan terjadi jika orang tua dapat mencegah anaknya (Suarasurabaya.net, 14-11-2025).

Pengawasan Remaja Tanggung Jawab Siapa?

Kasus kenakalan remaja biasanya dihubungkan dengan pola asuh dan kondisi keluarga, baik dari keluarga broken home atau keluarga yang tidak kondusif dan harmonis. Namun, tanggung jawab remaja tidak sepenuhnya menjadi milik orang tua karena remaja adalah manusia usia balig yang sudah sewajarnya berinteraksi dengan lingkungan. Remaja yang baik dalam lingkungan baik akan menjadi baik pula, sedangkan remaja yang baik dalam lingkungan buruk akan terpengaruh menjadi buruk.

Dalam kasus rokok, misalnya, kebanyakan remaja belajar merokok karena pengaruh teman sebaya dan lingkungan sosial. Terdorong oleh rasa penasaran, ikut-ikutan, dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya rokok. Namun, rokok memiliki penyebaran yang lebih masif daripada narkoba karena rokok dijual dengan bebas, diiklankan, dan dikonsumsi oleh banyak kalangan.

Penyebab Remaja Terjerat Narkoba

Remaja menjadi mudah terjerat narkoba disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal ini berasal dari kepribadian remaja, seperti keimanan dan pengetahuan. Remaja yang belum memiliki dasar keimanan dan pengetahuan mengenai aspek halal dan haram lebih mudah terpengaruh budaya ikut-ikutan.

Tidak dimungkiri, pada era modern saat ini, masih ada orang tua yang tidak mengajarkan hal-hal dasar mengenai keimanan dan ibadah. Orang tua memiliki pemikiran bahwa ilmu akan didapatkan di sekolah, sedangkan tugas orang tua adalah fokus mencari uang untuk membiayai anak-anaknya.

Remaja tanpa nilai keimanan tidak merasakan kebahagiaan hakiki sehingga mudah terjebak narkoba. Hal ini disebabkan oleh sistem pendidikan sekuler, yaitu pemisahan agama dari kehidupan. Sekolah setingkat SD, SMP, dan SMA memiliki jam belajar agama yang terbatas dan materi yang terbatas.

Ilmu agama tidak masuk dan melebur dalam pembelajaran ilmu-ilmu lain yang mampu memunculkan keimanan. Hal ini menyebabkan ilmu agama kehilangan ruh, menjadi sekadar teori tanpa mampu merasuk ke dalam pikiran dan hati murid. Dari sinilah remaja mulai kehilangan keimanan.

Dari sisi faktor eksternal, kehidupan sekuler kapitalisme mentransformasi kedudukan keluarga bukan lagi sebagai surga, tetapi hanya sebatas kumpulan manusia yang memiliki hubungan darah dan tanggung jawab. Bapak dengan tugasnya mencari nafkah, ibu dengan tugasnya mengurus rumah dan ada pula yang turut mencari nafkah.

Anak adalah pihak yang dinafkahi, dirawat, dan dibiayai sekolah. Tidak jarang, kehangatan dalam keluarga sirna karena kesibukan masing-masing anggotanya. Remaja yang merasa hati dan jiwanya sepi pun mudah terjebak kebahagiaan semu dengan mengonsumsi narkoba.

Pengawasan masyarakat dan negara yang lemah turut menjadi faktor eksternal yang mempermudah meluasnya peredaran narkoba di tingkat remaja. Pengedar dan orang-orang yang ingin mendapat keuntungan dari perdagangan narkoba memperluas pasaran dengan menyasar calon pemakai baru, termasuk remaja, layaknya sales door to door. Tidak heran apabila narkoba mampu menyusup dari kampung ke kampung yang tidak memiliki penjagaan yang ketat karena di lingkungan penjara saja, narkoba dapat menyusup.

Sebagaimana diketahui, penjara yang dijaga aparat 24 jam justru menjadi tempat peredaran narkoba. Pada 2017, kepala BNN menyebutkan bahwa 50 persen peredaran narkoba dikendalikan dari balik jeruji penjara.

Islam Jauhkan Remaja dari Narkoba

Islam sebagai agama sempurna memiliki solusi tuntas mengatasi segala problematika kehidupan. Islam memiliki tiga lapisan pengamanan, pengawasan dan pelindung bagi umat. Tiga lapisan tersebut adalah keluarga, masyarakat, dan negara.

Keluarga sebagai lapisan pertama memiliki peranan dalam menanamkan nilai keimanan pada anak sedari kecil. Pola hidup keluarga yang islami akan menjadi dasar pengetahuan bagi anak mengenai apa yang baik dan buruk, serta apa yang disukai atau dilarang oleh Allah. Selain itu, keluarga harus mampu mengajarkan pada anak bahwa menggapai rida Allah adalah kebahagiaan hakiki. Akidah dan bekal pemahaman dari keluarga ini akan mampu menjauhkan remaja dari hal-hal buruk, termasuk narkoba.

Masyarakat sebagai lapisan pelindung yang kedua memiliki peranan pengawasan terhadap remaja di lingkungan masyarakat. Melalui pelaksanaan amar makruf nahi mungkar, masyarakat dapat membantu peningkatan iman dan ibadah remaja. Masyarakat berkewajiban mengawasi serta menciptakan kondisi lingkungan yang sehat, jauh dari pengaruh barang-barang haram.

Negara sebagai lapisan pelindung terakhir memiliki peranan yang sangat besar dalam melindungi remaja dari jeratan narkoba. Selain sebagai penyelenggara pendidikan berbasis keimanan bagi remaja, negara juga memiliki legitimasi dalam menekan peredaran narkoba. Negara dapat menutup masuknya narkoba melalui pengawasan yang ketat dan penempatan aparat yang jujur pada semua sektor wilayah negara.

Penerapan sistem Islam dan pelaksanaan hukum syarak akan mampu membuat pengedar dan pengguna narkoba menjadi jera. Alhasil, remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang berakidah dan terhindar dari jeratan narkoba. [CM/Na]

Views: 47

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *