Oleh: Irna Sari Dewi, S.Pd.
CemerlangMedia.Com — PUISI
Merdeka!
Itu kata yang terdengar sejak awal Agustus hingga kini
Merdeka!
Sekali lagi terdengar
Sebait asa pada barisan merah putih pun goyah
Apa merdeka yang maksudkan?
Betulkah kita t’lah merdeka?
Sedangkan di balik senja masih tersimpan rintihan demi rintihan
Ada yang tak mendapatkan hak hukum,
Ada yang terbunuh dengan kekerasan,
Ada yang kelaparan,
Ada pula yang kehilangan hidup layak
Saat tangis dan teriakan terabaikan
Kata merdeka pun tak membawa makna
Anak negeri terlahir dengan polemik utang
Pejabat tertawa dengan panggung kemewahan
Entah ke-81 tahun kemerdekaan seperti yang dimeriahkan
Apakah kemerdekaan hanya sebatas lari karung?
Makan kerupuk?
Atau lagi-lagi tertawa karena kemiskinan tak pernah usai?
Sungguh malang nian nasibmu wahai garuda
Engkau simbol pengayoman
Namun, langkahmu benar-benar hilang oleh kapitalisme
Katanya cengkeramanmu sebagai tanda kekuatan
Namun kini, cengkeraman itu sebagai tanda sakit bagi anak negeri
Mimika, 14 Agustus 2026 [CM/Na]
Views: 1






















