Oleh: Arbaiya Kabes, S.Tr.Kep.
CemerlangMedia.Com — PUISI
Telah tampak kerusakan di darat dan lautan
Bukan sekadar takdir yang turun tanpa alasan, tapi ulah tangan manusia.
Hutan ditebang, rahim bumi dikeruk, diperkosa,
Demi memuaskan serakahnya gengsi dan harta
Kini banjir dan longsor datang bertubi-tubi
Menagih bayaran atas jemari yang tak peduli
Tuhan menimpakan sebagian dampak kerusakan
Agar manusia sadar akan langkah yang alpa
Musibah hari ini adalah cermin yang jujur
Saat keseimbangan alam dan aturan hancur
Bukan bumi yang tega menumpahkan murka,
Tapi manusia yang merusak tatanan semesta
Jerit duka menyatu di bawah langit kelabu
Mengharap perlindungan dari badai yang memburu
Namun, peringatan Ilahi telah jelas terpeta
Kerusakan ini lahir dari keserakahan manusia
Kemerdekaan sejati tak ‘kan pernah nyata
Jika alam terus dizalimi demi tahta
Selama jemari manusia tak mau berhenti
Bencana akan terus mengetuk pintu hati
Mari kembali menyatu dalam taat dan tunduk
Sebelum habis segalanya tergilas dan ambruk
Sebab, musibah adalah teguran agar kita sadar
Untuk kembali ke jalan Allah yang lurus dan benar. [CM/Na]
Views: 6






















