Jejak Tangan yang Murka

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Arbaiya Kabes, S.Tr.Kep.

CemerlangMedia.Com — PUISI

Telah tampak kerusakan di darat dan lautan
Bukan sekadar takdir yang turun tanpa alasan, tapi ulah tangan manusia.
Hutan ditebang, rahim bumi dikeruk, diperkosa,
Demi memuaskan serakahnya gengsi dan harta

Kini banjir dan longsor datang bertubi-tubi
Menagih bayaran atas jemari yang tak peduli
Tuhan menimpakan sebagian dampak kerusakan
Agar manusia sadar akan langkah yang alpa

Musibah hari ini adalah cermin yang jujur
Saat keseimbangan alam dan aturan hancur
Bukan bumi yang tega menumpahkan murka,
Tapi manusia yang merusak tatanan semesta

Jerit duka menyatu di bawah langit kelabu
Mengharap perlindungan dari badai yang memburu
Namun, peringatan Ilahi telah jelas terpeta
Kerusakan ini lahir dari keserakahan manusia

Kemerdekaan sejati tak ‘kan pernah nyata
Jika alam terus dizalimi demi tahta
Selama jemari manusia tak mau berhenti
Bencana akan terus mengetuk pintu hati

Mari kembali menyatu dalam taat dan tunduk
Sebelum habis segalanya tergilas dan ambruk
Sebab, musibah adalah teguran agar kita sadar
Untuk kembali ke jalan Allah yang lurus dan benar. [CM/Na]

Views: 6

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *