Oleh: Muhammad Nur Zikri
CemerlangMedia.Com, MEMOAR — Setiap orang memiliki arah perjalanannya yang berbeda-beda. Begitu juga dengan diriku, ada begitu banyak kejadian yang tidak terduga. Satu tahun lalu, warna kehidupanku penuh dengan warna yang kotor, kusam, dan seperti warna jahat. Aku bertahan di sela-sela pikiran yang kotor, membuat jiwa yang berada di dalam ragaku takut untuk menghirup oksigen. Aku hancur, hancur sekali.
Namun, dari kejadian-kejadian sebelumnya, aku tahu bahwa di kehidupan yang hanya satu kali ini, setiap orang, setiap waktu, dan setiap masalah memiliki pelajaran dari Sang Kuasa. Pelajaran yang dapat membentuk diri untuk terus tumbuh demi masa depan, bukan hanya berdiam di waktu itu. Aku juga tersadar bahwa waktu terus berlalu hingga aku berada di satu tahun berikutnya dan mulai merasakan keindahan dari semua masalah yang ada.
Dahulu, aku sering bertanya kepada diriku sendiri, mengapa semua ini harus terjadi? Mengapa aku harus melewati masa-masa yang begitu berat ketika aku hanya ingin menjalani kehidupan dengan tenang? Pertanyaan demi pertanyaan terus memenuhi pikiranku, sementara jawaban yang kuharapkan tidak kunjung kutemukan. Aku merasa seolah-olah terjebak dalam waktu yang sama, melihat hari-hari berlalu tanpa tahu bagaimana caranya keluar dari keadaan tersebut.
Ada kalanya aku merasa lelah menghadapi semuanya. Aku ingin melupakan kejadian-kejadian itu, tetapi makin aku berusaha melupakannya, makin aku menyadari bahwa semuanya telah menjadi bagian dari perjalanan hidupku. Aku tidak bisa mengubah masa lalu, sekeras apa pun aku menginginkannya.
Hingga akhirnya, waktu perlahan mengajarkanku sesuatu. Aku mulai memahami bahwa tidak semua kejadian buruk hadir untuk menghancurkan kehidupan seseorang. Terkadang, ada hal-hal yang baru bisa kita pahami setelah melewatinya. Aku belajar menerima apa yang telah terjadi, meskipun tidak semuanya mudah untuk dimengerti.
Kini, ketika aku melihat kembali diriku yang dahulu, aku menyadari bahwa aku telah melewati perjalanan yang panjang. Aku bukan lagi seseorang yang sama seperti satu tahun lalu. Ada banyak hal yang berubah dalam diriku, mulai dari cara berpikir hingga caraku memandang kehidupan. Aku belajar bahwa menjadi kuat bukan berarti tidak pernah merasa sakit, melainkan tetap berusaha melangkah, meskipun pernah terluka.
Aku juga mulai memahami bahwa waktu tidak selalu menghapus semua luka. Ada beberapa kenangan yang mungkin tetap tinggal, tetapi seiring berjalannya waktu, aku bisa memandangnya dengan cara yang berbeda. Aku tidak lagi ingin terus menyalahkan diriku atas hal-hal yang telah berlalu.
Pada akhirnya, aku bersyukur karena telah sampai di titik ini. Terima kasih kepada diriku yang dahulu karena telah berusaha bertahan. Terima kasih kepada waktu yang memberiku kesempatan untuk tumbuh dan kepada Sang Kuasa yang mengizinkanku melihat kehidupan dari sisi yang lebih indah.
Aku, luka, dan waktu akan selalu menjadi bagian dari ceritaku. Sebab, aku percaya bahwa masa lalu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari perjalanan yang membentuk diriku hari ini. Aku tidak tahu apa yang menungguku di masa depan, tetapi aku ingin terus melangkah dan belajar menjadi manusia yang lebih baik. Karena pada akhirnya, aku bukan hanya tentang luka yang pernah kurasakan, tetapi juga tentang diriku yang memilih untuk terus tumbuh setelahnya. [CM/Na]
Views: 3






















