Bukan Semangka, tetapi Bendera Tauhid

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Emoji semangka ramai berseliweran di media sosial seminggu terakhir ini, sebagai tanda dukungan bagi P4l3stin4. Semangka dianggap sebagai simbol karena mencerminkan warna bendera P4l3stin4, dengan buah berwarna merah, kulit yang berwarna hijau-putih, dan bijinya berwarna hitam. Bagaimana muslim menyikapi kondisi ini? (03-11-2023).

Dukungan global bagi P4l3stin4 meluas di media sosial dengan penggunaan emoji semangka. Rupanya, buah semangka yang disebut “fruit of P4l3stine” memiliki latar belakang sejarah dan makna yang sangat penting bagi P4l3stin4. Pertama, semangka menjadi lambang protes warga P4l3stin4 sejak 1960-an saat Israel melarang pengibaran bendera mereka. Kedua, semangka digunakan sebagai simbol dalam demonstrasi menentang pendudukan Yahudi di Tepi Barat dan Gaza.

Walaupun larangan mengibarkan bendera oleh Zionis Yahudi diterapkan sebagai upaya membatasi semangat nasionalisme di kalangan warga P4l3stin4 dan Arab. Justru tanpa sadar, dunia digiring oleh Zionis Yahudi untuk mengakui sebuah negara P4l3stin4 dengan bendera nasionalis sebagai simbolnya.

Pada dasarnya bendera-bendera nasionalis Arab dirancang oleh penjajah agen imperialis Inggris Sir Mark Skyes yang digunakan oleh Syarif Husain (Gubernur Hijaz) dengan dukungan Thomas Edward Lawrence (Perwira Intelijen Inggris), saat pemberontakan kepada Khil4f4h Turki Utsmani pada 1916. Bukan hanya P4l3stin4, terdapat 12 negara bagian pecahan Khil4f4h Islam tersebut memakai desain yang diwarisi dari bendera rancangan Marks Skyes.

Oleh karena itu, menjadikan semangka sebagai representasi bendera P4l3stin4 yang merupakan simbol negara/bangsa dan negara sekuler, jelas bertentangan dengan ajaran Islam dan prinsip Islam yang menekankan kesatuan umat dalam satu negara (Khil4f4h). Selain itu, negara sekuler yang memisahkan agama dari negara tidak pula menerapkan syariat Islam secara kafah.

Dalam perspektif Islam, simbol dukungan pada negara sekuler tidak diperbolehkan dan haram hukumnya karena melanggar prinsip kaidah fiqih. Semua sarana atau alat harus mengikuti hukum yang sesuai dengan tujuan atau maksudnya. Sebagaimana daulah Islam dengan sistem Islamnya memiliki benderanya berupa Liw4 dan R4y4h, bukan yang lain.

Oleh karena itu, sebagai bentuk dukungan terhadapa sesama muslim, yang bisa dilakukan adalah membebaskan umat dari pemikiran kufur yang tersekat dalam nasionalisme. Menggaungkan bendera tauhid sebagai pemersatu umat di seluruh dunia dalam kancah penyebaran opini di media sosial. Sebab, idealnya pembebasan P4l3stin4 hanya dapat dilakukan dengan jihad dalam naungan Khil4f4h Islam. Allahu Akbar!

Ummu Fahri
Padang Panjang, Sumatra Barat [CM/NA]

Views: 36

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *