Bunga Kecantikan Abadi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Penulis: Zakiah Ummu Faaza
Bab 2 Merawat Permata

CemerlangMedia.Com, NOVEL — “Setiap kalian adalah pemimpin (pengurus) dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” (HR Bukhari).

Benda pipih yang terletak di atas meja makan tampak terus-menerus bergetar. Sepertinya, ada seseorang yang menghubung Bunga. Ternyata itu nomor Bu Retno, kepala sekolah TK Amanah.

“Bunga, Ibu harap, besok langsung ke sekolah ya, untuk membantu Ibu mengajar. Sesuai arahan Ibu waktu kita rapat, Bunga pegang kelas A, ya!” ucap Bu Retno kepada Bunga. Bunga belum sempat berkata banyak, hanya mengiyakan.

Malam ini, Bunga mulai mempersiapkan pakaian yang akan dikenakannya untuk besok ke sekolah. Ia mencari baju yang masih bagus dan rapi. Ia juga meminta masukan kepada ibunya supaya ia lebih percaya diri. Ibu memilihkan beberapa baju dengan warna yang cocok untuk nanti dipakai oleh Bunga dalam waktu satu minggu.

Di antara kerudung yang disiapkan ibunya untuk dipakai Bunga, sebagian besar merupakan milik ibunya. Ibunya berpesan bahwa ia harus merawat dan bertanggung jawab atas kerudungnya tersebut, baik penggunaannya ataupun cara perawatannya. Karena memang, ibunya sudah membayangkan, jika guru TK pastinya banyak menggunakan pewarna dan sejenisnya sehingga harus hati- hati dalam menggunakannya.

Kata-kata ibunya adalah kekuatan bagi Bunga. Bunga mengerti bahwa ucapan ibunya adalah pendidikan terbaik baginya. Ibunya secara tidak langsung telah mengajarkan kepadanya untuk bersikap amanah dalam hal apa pun, sekalipun itu adalah hal yang dianggap sepele. Menjaga amanah ibarat merawat permata, maka ia tidak boleh lengah, abai dan harus hati- hati menjaganya karena kelak ia akan dimintai pertanggungjawabannya.
***
“Ibu, tolong bacakan buku bagus ini! Aku ingin sekali membaca dan mengetahui isi ceritanya, tetapi aku belum bisa membaca,” ucap Ali. Ia merupakan salah satu siswa TK kelompok A yang belajar di kelas bersama Bunga. Bunga menghampiri Ali yang menunggunya dari tadi. Kemudian ia tersenyum, duduk di samping Ali dan membacakan buku yang disodorkan kepadanya.

“Bagaiman Ali, apakah sudah paham maksud ceritanya? Menarik bukan?” tanya Bunga. Ali pun mengangguk. Kemudian Bunga melanjutkan penjelasannya. “Jadi, pesan moral atau hikmah yang dapat diambil dari buku ini, untuk anak muslim, hendaknya kita senantiasa memegang amanah dengan benar dan penuh tanggung jawab.”

“Sebagai contoh, ibu hari ini akan menitipkan sesuatu sama Ali, misalkan, buku gambar. Buku gambar tersebut harus dijaga dengan benar-benar. Buku tersebut tidak boleh hilang, rusak dan robek. Jika itu dilakukan, Ibu pastinya akan marah atau sedih. Maka, perbuatan membuat orang marah atau bersedih dengan sengaja, sangat dibenci Allah dan kita harus menghindarinya.”

“Alhamdulillah, sekarang Ali jadi mengerti, Bu. Terima kasih banyak atas penjelasannya,” ucap Ali.

“Alhamdulillah, bel sudah berbunyi, waktunya pulang!” Seru anak-anak sambil berlarian.

Dari sudut ruangan kelas, benda kotak yang berdetak itu sudah menunjukan pukul 10 siang. Artinya, sebentar lagi waktunya anak-anak pulang sekolah. Bunga mulai memberikan instruksi kepada anak-anak untuk berkumpul, membereskan mainan dan buku- buku, kemudian anak-anak tampak duduk rapi dan membacakan doa sebelum pulang.

Suasana kelas menjadi hening seketika setelah kepulangan anak-anak sekolah. Bunga menyandarkan tubuhnya ke kursi yang ia duduki. Ia tampak lelah dan butuh waktu untuk beristirahat sejenak. Suara detak jam dinding di ruangan kelas yang saat ini menemaninya. Di ruangan sebelah, keadaannya sama, guru kelas B juga sedang sibuk merapikan kelas dan perlengkapan media ajar yang telah digunakan.

“Bunga, bangun, Nak! Hari makin siang, khawatir akan turun hujan, kamu sepertinya butuh Istirahat. Nanti lanjutkan tidurnya di rumah, ya,” kata Bu Retno.

“Ibu, maaf, ternyata dari tadi saya tertidur di kursi ini,” kata Bunga.

“Tidak apa-apa, Bunga, yang penting kamu senang dengan amanah yang telah Ibu berikan. Walaupun pekerjaan ini tidaklah membuatmu kaya, tetapi yakinlah, suatu saat aktivitas ini akan menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga.”

*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia. [CM/Na]

Views: 17

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *