Karya: Nila Saadah Al Karomah
Siswi SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan
CemerlangMedia.Com — PUISI
Panasnya matahari pagi
Angin tertiup lirih
Lewati telinga dengan lembut
Aku berjalan tak tahu arah
Sunyi, sepi
Burung berkicau bersahutan
Setiap langkah kaki
Terdengar begitu jelas
Kuawali hari dengan senyuman
Walaupun itu terpaksa
Kulihat bayanganku
Kini, aku sudah besar
Tanpa alas kaki, kususuri jalan dengan tenang
Berharap khayalan menjadi kenyataan
Namun, saat kubuka mata
Ini memanglah takdir, tak ada yang bisa diubah
Hari berlalu begitu cepat
Tahun demi tahun telah kulalui
Kini aku sudah remaja
Banyak hal yang belum bisa kulakukan
Kadang aku kecewa dengan apa yang ada
Aku masih dengan diri yang sama
Hidup menumpang,
Bagai benalu perusak tumbuhan
Rumput-rumput yang terdampar
Bagaikan taman surga yang indah
Awan tersusun rapi
Bak singgasana sang raja
Terlihat gubuk yang sudah rapuh
Di sanalah keluargaku tinggal
Keluarga yang bahagia
Namun menyimpan bayak luka
Di malam yang sunyi
Air bening menetes membasahi pipiku
Karena selalu merepotkan orang tuaku
Namun, tangisan itu sia-sia
Aku bukanlah anak yang sempurna
Anak yang bisa membanggakan dengan apa yang dicapainya
Aku hanyalah anak yang selalu menangis
Jika ada keinginan yang belum tercapai
Apabila sudah waktunya
Ku ‘kan membalas semua pengorbanan yang telah diberikan
Fisik, tenaga, atau apa pun itu
Semoga Tuhan mendengar doaku [CM/Na]
Views: 30






















