Otak Bulus Lelaki

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Penulis: Nur Rahmawati, S.H.
BAB 3 “Cowok Ahlus Ghosting: Menghilang Saat Tanggung Jawab Datang”

CemerlangMedia.Com, FAKSI — Ada mazhab baru dalam pergaulan modern. Namanya Ahlus Ghosting. Pengikutnya banyak, kebanyakan laki-laki yang jago muncul tiba-tiba… lalu hilang tanpa pamit seperti jin yang tersinggung.

Mereka datang dengan obrolan lembut, DM yang hangat, perhatian yang bikin perempuan merasa dihargai. Tapi ketika diminta sedikit kejelasan, sedikit komitmen, atau sedikit keberanian untuk mengikat hubungan Batman. Menghilang dalam gelap. Tinggal centang satu, story tidak dilihat, dan hati perempuan yang ditinggalkan menggantung seperti baju jemuran saat badai.

Fenomena ghosting ini sebenarnya bukan hal baru. Bedanya, kalau dulu orang hilang karena kapal karam atau perang, paling mentok sebab tenggelam, tapi sekarang hilang hanya karena nyalinya karam, bukan kapalnya.

Mereka bisa chat panjang lebar tengah malam, bisa kirim voice note dengan suara lembut, bisa bilang, “Aku nyaman sama kamu”…

Tapi ketika perempuan mulai percaya, mulai berharap, mulai menata masa depan. Laki-laki itu justru mematikan lampu dan pura-pura tidak ada di rumah.

Aneh, kan?
Yang mendekati mereka.
Yang nembak mereka.
Yang bilang kangen duluan mereka.
Tapi yang lari juga… mereka.

Kalau mau jujur, laki-laki Ahlus Ghosting adalah contoh nyata makhluk yang hatinya lembek seperti agar-agar, tapi egonya keras seperti beton.

Mereka mau perhatian, tapi tidak mau tanggung jawab.
Mau ditemani, tapi tidak mau mengikat.
Mau ditemani bicara tiap malam, tapi ketika diminta kejelasan: “Maaf, aku belum siap.”

Tapi anehnya, dia siap sekali untuk:
Menerima curhatmu setiap malam
Minta ditemani telepon
Mengirim foto-foto aesthetic suasana hatinya
Memiliki akses ke emosimu
Dan tentu… menikmati rasa nyaman yang kamu ciptakan.

Tapi begitu kamu bertanya, “Kita ini apa?”
Tiba-tiba jari-jarinya tidak bisa mengetik.
Koneksinya hilang. Kehidupannya berubah jadi mode pesawat.

Dalam Islam, tidak ada hubungan abu-abu.
Tidak ada status “kita jalani dulu”, “lihat nanti”, atau versi lebih modernnya “aku trauma hubungan”. Yang ada hanya dua: halal atau tinggalkan.

Allah sudah tegas mengingatkan manusia soal komitmen:

“Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya.” (QS. Al-Mu’minun: 8)

Sedangkan cowok Ahlus Ghosting? Amanat tidak dipelihara, janji tidak dijaga, dan perasaan orang… tidak dianggap sama sekali.

Dan lucunya lagi, setelah menghilang, tipe lelaki begini biasanya akan muncul kembali beberapa bulan kemudian dengan kalimat yang memancing muntah:

“Kamu gimana kabarnya?”
“Atau “Maaf ya, aku lagi banyak tekanan.”
Tekanan?
Tekanan dari siapa?
Setrika?

Ahlus Ghosting tidak hilang karena masalah. Mereka hilang karena tanggung jawab datang terlalu cepat.

Ketika rasa mulai menuntut arah, mereka panik.
Ketika kenyamanan berubah jadi kewajiban, mereka bingung.
Ketika perempuan butuh kepastian, mereka lenyap.
Karena komitmen butuh keberanian, bukan sekadar perasaan.

Dan celakanya, perempuan yang ditinggalkan sering merasa bersalah. Merasa kurang. Merasa tidak cukup. Padahal yang kurang bukan kamu. Yang kurang itu… nyali dia.

Ghosting adalah tanda bahwa seorang laki-laki belum pantas memimpin siapa pun.

Bagaimana mau memimpin rumah tangga kalau menghadapi percakapan jujur saja dia menghilang?

Bagaimana mau jadi imam kalau dihadapkan pada tekanan kecil saja sudah kabur seperti maling?

Lelaki sejati tidak hilang hanya karena dditanya “Tujuanmu apa?”

Lelaki sejati menjawab. Menjelaskan. Memperjelas. Dan kalau memang tidak siap, dia mengatakan dengan jujur, bukan lenyap seperti angin panas.

Tsaqofah Islam mengajarkan kejelasan. Hubungan harus terang. Tujuan harus jelas. Dan kehadiran harus punya tanggung jawab.

Rasulullah Saw tidak pernah menggantung perasaan siapa pun. Beliau tidak pernah mempermainkan hati. Tidak pernah melakukan pendekatan tanpa niat yang benar.

Itulah kenapa Islam tidak membenarkan “hubungan abu-abu” yang cuma menciptakan candu, lalu meninggalkan luka.Ghosting hanyalah bentuk modern dari khianat kecil. Terdengar sepele, tapi efeknya menghancurkan.

Perempuan yang pernah dighosting sering jadi lebih hati-hati. Lebih sulit percaya. Lebih mudah mencurigai kebaikan.Dan itu wajar. Sebab luka yang tidak terlihat sering kali lebih dalam daripada luka yang berdarah.

Tapi ketahuilah: Aktivitas seorang pengecut bukanlah tanda bahwa kamu tidak layak dicintai. Itu hanya tanda bahwa Allah menyingkirkan seseorang yang tidak pantas membersamai perjalananmu.

Kadang Allah menutup pintu bukan karena Dia tidak sayang. Tapi karena di balik pintu itu ada makhluk yang kalau kamu paksa selamanya, akan membuatmu menangis setiap hari. Dan kamu terlalu berharga untuk itu.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Termasuk hilangnya lelaki yang hanya berani datang, tapi tidak berani tinggal. Jadi untuk para perempuan yang pernah ditinggal tanpa alasan, tanpa pamit, tanpa penjelasan:

Tenanglah!
Yang menghilang itu bukan jodoh.
Yang lari itu bukan imam.
Yang meninggalkanmu itu bukan masa depanmu.
Itu cuma lelaki yang tidak kuat menghadapi pertanyaannya sendiri:

“Apa aku siap jadi laki-laki seutuhnya?”

Dan jawabannya, jelas: tidak. Karena lelaki sejati tidak meninggalkan saat tanggung jawab datang. Lelaki sejati justru datang karena tanggung jawab.

(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia.Com) [CM/Na]

Views: 53

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *