Penulis: Angesti Widadi
CemerlangMedia.Com — PUISI
Meneropong masa depan, aku tak mampu
Karena masa depan bukanlah milikku
Akan tetapi, hak Allah terhadapku
Agar aku bisa terus bertobat di sisa hidupku
Sejatinya manusia tak mampu melihat masa depan
Karena panca inderanya Allah atur demikian
Manusia hanya bisa menyelami masa lalu
Adakah perubahan dari waktu ke waktu
Zaman telah banyak berubah melewati masa
Akankah kita berhasil menggapai semua asa?
Ataukah semua hanya rencana semata?
Sekadar mengikuti prinsip fatamorgana
Begitu menyelami masa lalu
Ada pilu yang berdenyut
Mengapa hidupku seperti mundur?
Bahkan, berjalan di tempat
Amalan apa yang sedang aku lakukan saat ini?
Aku merasa, masa laluku lebih indah dalam beramal saleh
Dahulu aku sangat rajin menunaikan salat malam
Dahulu tanganku sulit lepas dari Al-Qur’an
Dahulu otakku merekat dengan ilmu agama
Dahulu tubuhku sering regenerasi dengan puasa
Tapi itu dahulu,
Saat aku belum kenal dengan fatamorgana dunia
Rasanya ada rindu yang berujung pilu
Seolah ingin kembali ke masa itu
Begitu indahnya diriku di masa lalu
Masa terindah yang telah berlalu
Sekarang aku bagaikan seonggok barang yang tak berharga
Karena tidak lebih baik dari masa lalu
Ah, apakah dunia dewasa sekejam ini?
Ataukah aku saja yang melemahkan diri sendiri?
Rasanya seperti berkhianat pada diri sendiri
Karena tak membawa perubahan yang berarti
Hanya sesal yang menjadi debu pada jiwa
Tanpa tahu bagaimana cara ‘tuk menghamba [CM/Na]
Views: 21






















