Hati Berbisik

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Oleh: Fila KA

CemerlangMedia.Com — Manusia tempatnya salah dan memang begitu. Tidak ada yang ma’sum (terhindar dari dosa) kecuali Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu, Allah ciptakan ruang ampunan. Bukan tanpa alasan, Allah membuatnya untuk orang-orang yang menyadari dirinya penuh dosa dan berusaha mentobatinya.

Sedang alamiahnya manusia juga punya bisikan dari lubuk hatinya, menginginkan sesuatu, itu wajar bukan? Tapi ternyata yang kita anggap wajar tersebut memiliki kemungkinan terdapat dosa. Karena rencana di dalam hati tidak selalu senantiasa baik.

Malah terkadang, bisikan hati yang menurut kita hanya didengar oleh diri sendiri, biasanya berisi bisikan untuk mendekatkan diri dari bermaksiat pada-Nya. Merasa hanya diri yang tau rencananya membuat kita tidak waspada. Padahal ia bisa mendatangkan dosa jika bisikan tersebut diniatkan untuk terlaksana.

Akan tetapi, terkadang bisikan tidak datang dari dorongan kita secara langsung, ada juga yang memang sengaja setan bisikan pada hati manusia untuk memporak-porandakan keimaan kita. Jika bisikan dari setan itu terlaksana, ia berhasil memperdaya diri kita. Oleh karenanya, kita mungkin tidak tahu lagi, sudah semenumpuk apa dosa ini, syukur baunya tidak tercium karena rahmat Allah.

Ada satu hadis yang menjelaskan perihal bisikan hati, perkara yang menurut kita paling tersembunyi atau berasal dari bisikan setan. Rasulullah mengeluarkan hadis untuk memberi kabar.

عن أبو هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: “إن الله تجاوز عن أمتي ما حدثت به أنفسها ما لم تعمل أو تتكلم” [متفق عليه].
‘an abii Hurairah rodiyallahu anhu qoola: qoola Rosulullah salallahu ‘alaihi wa salam: “innallaha tajaawiza ‘an ummatii maa haddatsat bihi anfusaha ma lam ta’mal aw tatakallam”

Dari Abu Hurairah berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Sungguh Allah memaafkan bisiskan hati dalam diri umatku, selama belum dilakukan atau diucapkan.’” (Mutafaqun ‘alaih).

Dikatakan oleh Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, “Hadis tentang bisikan hati itu belum dikatakan keinginan ataupun tekad, melainkan hanya bisikan di dalam hati antara ingin melakukan atau tidak ingin, maka karenanya, bisikan hati masih dimaafkan. Sebab, setan senantiasa suka membisikan kepada hati manusia untuk melakukan dosa. Andai bisikan hati dianggap dosa, maka betapa berat beban manusia.”

Benar, Rasulullah sendiri yang bilang, Allah memaafkan bisikan hati jika bisikan hati itu belum dilakukan dan belum diucapkan. Jika sudah, maka tertulis baginya dosa, tergantung sebesar apa perkara buruk yang ia ingin lakukan dari sumber bisikan hati itu.

Sedangkan keinginan atau tekad untuk menjalankan bisikan hati adalah tahapan berikutnya setelah adanya bisikan hati. Inilah yang bisa menghantarkan dosa jika ia tidak meninggalkan keinginan buruk yang Allah haramkan. Malahan jika seseorang mengurungkan keinginan buruknya, maka bukan hanya tidak berdosa, melainkan baginya pahala. Apalagi ketika ia sadar untuk meninggalkannya karena rasa takut dan ikhlas karena Allah.

Berbeda dengan keinginan baik, justru keinginan baik tersebut perlu dilakukan untuk mendapat pahala yang lebih banyak lagi. Bukan malah ditahan hingga hanya menjadi niat belaka. Sekalipun begitu, ya tidak mengapa, tetap ada baginya pahala, hanya saja tidak sebanyak pahala jika keinginan baik itu dijalankan.

Kita sebagai seorang muslim perlu memahami dengan cermat mana yang hanya bisikan dan sudah berupa keinginan dan mana hal baik yang perlu kita lakukan dan hal buruk yang layak kita jauhkan. Supaya tidak masuk dalam jebakan setan atas bisikannya yang sengaja ia taruh untuk memperkeruh pahala kita.

Semoga esok kita makin bijak lagi dalam memilih keinginan supaya Allah tidak murka atas keinginan buruk kita. Kalaulah Allah tidak Maha Baik, mungkin dosa kita sudah dibuat tercium, jauh lebih bau busuk dibandingkan penumpukan sampah yang ada di Bantar Gebang. Oleh karena itu, bersyukurlah pada-Nya atas karunia baik yang didatangkan pada kita.

(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]

Views: 45

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *