Mengukur Solidaritas

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Penulis: Irna Sari Dewi, S.Pd.
Creative Design CemerlangMedia.Com

Sebagai seorang muslim, marilah kita rajut solidaritas ini bukan atas dasar materi. Akan tetapi, rajutlah ia atas dasar Islam. Islam yang selalu mendudukkan antara yang memiliki dengan yang tidak berdasarkan hukum-Nya, bukan buatan makhluk.

CemerlangMedia.Com — Roda kehidupan terus berputar. Namanya roda, tidak ada bagian atau sisi yang tetap. Selalu saja berputar. Begitu pula kehidupan manusia. Sedih, kecewa, kehilangan, bahagia, sukses, maupun melarat selalu punya porsi. Bagaimana manusia menyikapi hal yang demikian?

Semua itu tergantung pada pandangan hidup yang diemban oleh individu itu sendiri. Jika pandangan hidupnya sekularisme kapitalis alias kebebasan dan uang, maka ketika bertemu dengan persoalan hidup, bawaannya stres berlebihan. Menyalahkan pihak lain, bahkan bisa jadi hilang akal yang dapat mengantarkan pada sikap bvnvh diri.

Jika ada orang lain yang menghadapi persoalan kehidupan, bantuan yang diberikan akan selalu diukur berdasarkan materi. Jika sudah diberi bantuan, sikap selanjutnya tergantung pada kondisi.

Ini jauh berbeda dengan pandangan hidup dalam Islam. Islam mengibaratkan manusia yang satu dengan yang lain layaknya satu tubuh.
“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Bukhari dan Muslim).

Solidaritas atau persaudaraan dalam pandangan Islam tidak hanya berupa bantuan materi. Ikut merasakan penderitaan saudara yang menghadapi persoalan hidup menjadi salah satu bentuk solidaritas. Bagaimana jika kita tidak memiliki materi untuk membantu? Islam sangat menghargai persaudaraan sesama maupun dengan non muslim. Hal yang perlu dilakukan adalah mengunjungi dan mendoakan, sudah lebih dari cukup.

Memberi motivasi juga masuk dalam ranah memperkuat persaudaraan, hal yang sangat dianjurkan jika kita mampu melakukan sesuatu yang dapat menghilangkan beban saudara kita. Tidak perlu berkecil hati juga untuk mereka yang belum mampu secara materi. Sebab, setiap rasa yang dikaruniakan Allah kepada diri seseorang untuk ikut merasakan penderitaan saudara yang terluka, maka insyaallah telah mendapatkan kebaikan.

Ini sangat jauh berbeda dengan dunia hari ini. Seseorang akan dianggap bersaudara atau memiliki hubungan persaudaraan jika memiliki materi. Apa-apa selalu memiliki tolok ukur materi.

Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, marilah kita rajut solidaritas ini bukan atas dasar materi. Akan tetapi, rajutlah ia atas dasar Islam. Islam yang selalu mendudukkan antara yang memiliki dengan yang tidak berdasarkan hukum-Nya, bukan buatan makhluk.

Bumi Amungsa, Ramadan 1447 H [CM/Na]

Views: 5

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *