Kemuliaan Nuzulul Qur’an, Terapkan Aturan Sang Pencipta

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Untuk itu, umat seharusnya menyadari kewajiban berpegang pada Al-Qur’an secara keseluruhan. Menjadikan Al-Qur’an sebagai aturan hidup dalam semua aspek kehidupan, sebab hanya Al-Qur’an lah yang mampu menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang melanda saat ini.

CemerlangMedia.Com — Al-Qur’an adalah kitab suci sekaligus pedoman bagi umat Islam, merupakan wahyu Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. melalui malaikat Jibril. Al-Qur’an merupakan petunjuk, cahaya kehidupan, pedoman hidup bagi manusia, serta pembeda antara hak dan bathil. Al-Qur’an yang mulia ini, Allah Swt. turunkan bertepatan dengan 17 Ramadan.

Kaum muslim pada umumnya senantiasa memperingati malam Nuzulul Qur’an di berbagai tempat dengan acara yang semarak. Mereka melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan, seperti perlombaan hafalan, pildacil, azan, tadarusan di setiap masjid, serta uji kecerdasan terkait ilmu Al-Qur’an.

Dilansir dari portal daring, kedatangan pertengahan bulan Ramadan mulai banyak dicari oleh umat Islam. Momen ini selalu dinantikan sebagai pengingat turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad sekaligus awal diturunkannya Al-Qur’an. Secara umum, Nuzulul Quran diperingati setiap 17 Ramadan dalam kalender Hijriah (5-3-2026).

Namun sayangnya, peringatan Nuzulul Qur’an yang senantiasa dilaksanakan setiap malam ke-17 Ramadan oleh kaum muslim hari ini, hanya mengambil sebagian kewajiban terhadap Al-Qur’an, yaitu hanya sebatas menghafal, memahami, tanpa penerapannya sebagai aturan dari Sang Pencipta. Hanya sebatas diperingati dan menjadi ajang perlombaan selama Ramadan.

Inilah potret pengaturan berdasarkan sistem buatan manusia yang berlandaskan akal semata tanpa mengambil Al-Qur’an beserta hukum-hukumnya. Sementara Al-Qur’an adalah seperangkat aturan yang harus dijadikan aturan hidup, petunjuk bagi semua manusia, yang dapat mengantarkannya kepada jalan lurus serta kemenangan di dunia dan akhirat.

Momentum Nuzulul Qur’an seharusnya menjadi waktu yang tepat untuk memperjuangkan Al-Qur’an sebagai aturan hidup manusia secara keseluruhan. Sayangnya, pada sistem buatan manusia saat ini, Al-Qur’an hanya sebatas ibadah individu tanpa penerapannya.

Sistem sekularisme yang diterapkan adalah penyebab Al-Qur’an tidak dipakai sebagai aturan hidup. Sistem ini yang menjauhkan agama dari kehidupan. Akal manusia dijadikan sebagai sumber aturan, padahal manusia adalah makhluk yang serba terbatas dan sering kali mendahulukan hawa nafsunya.

Al-Qur’an seharusnya menjadi fondasi bagi setiap individu, masyarakat, dan negara. Namun hari ini, justru individu yang berpegang pada Al-Qur’an dan menyerukan untuk kembali kepada Al-Qur’an secara keseluruhan dianggap garis keras atau tidak mengikuti perkembangan zaman. Dalam sistem ini, politik dan kekuasaan terpisah dengan aturan Sang Pencipta. Manusia sebagai penentu hukum —berdasarkan hawa nafsu dan kepentingannya semata.

Berpegang pada Al-Qur’an merupakan konsekuensi keimanan seorang muslim yang seharusnya terwujud di dalam sendi kehidupan. Apalagi jika ingin mewujudkan peradaban manusia yang mulia, Al-Qur’an harus menjadi asas kehidupan. Namun hari ini, Al-Qur’an diabaikan, meski peringatan Nuzulul Qur’an setiap tahun diperingati, bahkan oleh negara.

Untuk itu, umat seharusnya menyadari kewajiban berpegang pada Al-Qur’an secara keseluruhan. Menjadikan Al-Qur’an sebagai aturan hidup dalam semua aspek kehidupan, sebab hanya Al-Qur’an lah yang mampu menjadi solusi atas berbagai permasalahan yang melanda saat ini.

Oleh karenanya, dibutuhkan kehadiran jemaah dakwah ideologis yang senantiasa istikamah berjuang untuk membangun kesadaran umat akan pentingnya penerapan hukum Sang Pencipta. Dengan diterapkannya aturan Allah, kemuliaan dapat diraih secara nyata.

Zakiah Ummu Faaza
Bogor, Jawa Barat [CM/Na]

Views: 24

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *