#30HMBCM
Oleh: D Leni Ernita
CemerlangMedia.Com — Ketika senyuman tak berbalas,
Saat sapamu tak terjawab,
Allah tak kan pernah lupa atas apa yang kau pendam
Saat ajakanmu tak memenuhi hasil,
Lelahmu akan menjadi hiasan di taman-Nya
Saat kita menangis atas perihnya perjuangaan,
Allah Maha Melihat dan tidak akan pernah lalai menghitung setetes air matamu
Saat mereka meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu.
“Katanlah: ‘Inilah jalanku(agamaku) dan orang-orang yang mengikuti mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata (ilmu dan keyakinan). Maha Suci Allah dan aku tiada termasuk orang -orang yang (musrik).” (TQS Yusuf: 108).
Jalan dakwah adalah jalan yang akan penuh rintangan, ujian, dan cobaan, dan juga tantangan yang penuh onak dan duri. Akan tetapi, tetap kita jalani dengan senyuman sabar dan ikhlas, terus dihadapi dan dinjalani karena sejatinya dakwah itu adalah cinta dan akan menjadi indah. Cinta akan membawa kemenangan dari apa potensi yang ada pada diri kita.
Wahai sahabatku, tahu kah kamu? Mulai dari gerakmu, sadarmu, tidurmu, napasmu, jalanmu, bahkan diammu untuknya. Langkah-langkah dakwah tidaklah mudah, juga tidak sulit karena tidak banyak yang mau ikut langkah-langkah kita sehingga kita harus benar-benar iklas dan sabar, hanya mengharapkan pertolongan dan rida Allah dalan meniti jalan dakwah.
Lelah kita tak seberapa dibandingkan saudara kita yang menghadapi senjata untuk mempertahankan kedaliman dari serangan kafir. Sungguh, mereka adalah para syuhada, telah membela dirinya untuk agama Allah Swt., meski mereka dalam kondisi yang mencekam dan sangat buruk. Namun, dengan pemikiran dan tujuan yang mulia, mereka kembali pada Yang Maha Esa bergelar syahid.
Betapa irinya kita melihat perjuangan yang dihadapi, mereka kehilangan kedua orang tuanya, sanak saudara. Bahkan, anggota badannya pun banyak yang terluka dan anak-anak yang tak berdosa jadi sasaran kaum kafir Zi*nis.
Sungguh, menyedihkan sekali, tetapi mereka tetap tersenyum dengan ujian yang Allah Swt. berikan. Ya Rabb… belum seberapa rasanya dakwah ini.
Kita harus malu jika dalam dakwah mudah mengeluh. Kemenangan tidak akan pernah kita raih jika para pengusungnya mudah patah semangat dan futur. Karena dakwah sejatinya adalah cinta kepada sesama muslim untuk mengubah para generasi menjadi lebih baik.
Bayangkan saja, andai para sahabat tidak mau berdakwah setelah Rasulullah wafat, akan bagaimana kondisi umat saat ini. Nikmat Islam belum tentu kita rasakan seperti hembusan yang kita dapati saat ini.
Ketika jalan kehidupan memberi kita seribu alasan untuk menangis, maka kita memiliki sejuta alasan untuk tersenyum. Tersenyumlah menghadapi jalan dakwah ini, ringankan bebanmu dengan senyuman, tetaplah semangat dan optimis, jemputlah dengan rasa bahagia, sambut saudara-saudara dakwahmu dengan senyuman.
Dalam hadis riwayat Muslim,
“Janganlah sekali-kali engkau meremehkan suatu perbuatan baik walaupun hanya menyambut saudaramu dengan senyuman.”
Para pengemban dakwah Islam harus istikamah. Adakalanya dakwah bagaikan memegang bara api, menyakitkan, dan sangat berat. Kita perlu saling menguatkan untuk tetap berjuang dalam dakwah ini.
Tetaplah tersenyum, sebab langkah perjuangan dan perjalanan menuju perubahan demi peradaban yang agung, yaitu mewujudkan Khil4f4h Islam. Kita harus azamkan dalam hati, menjadi sebuah janji yang harus ditepati. Dengan terus istikamah, berpikir dan berbuat serta menebar manfaat dalam menggapai rida-Nya, memahamkan kepada umat tentang Islam yang ideologis.
Amanah dakwah adalah satu jalan yang Allah berikan untuk menjaga hamba-Nya agar senantiasa ada dalam ketaatan. Sadarilah bahwa sesungguhnya tujuan dakwah hanya mengharap rida Allah. Sedangkan harapan merupakan pemberian Allah sesuai ikhtiar kita dan takdir yang telah ditetapkan-Nya.
Tetaplah tersenyum dan jangan pernah mengeluh, sahabatku. Hamasah lillah.
(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]
Views: 28






















