Para pengemban dakwah Islam berperan untuk mengemban tugas penting guna menyadarkan umat bahwa kapitalisme sekularisme merupakan akar masalah dari setiap problematika yang menyengsarakan rakyat. Hanya Islam satu-satunya solusi dalam mengentaskan ketidakadilan dan berbagai kezaliman yang mendera rakyat.
CemerlangMedia.Com — Baru-baru ini, masyarakat dari berbagai kalangan melakukan aksi pengibaran bendera One Piece sebagai bentuk ekspresi dan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil untuk rakyat. Mirisnya, pemerintah tidak menunjukkan terbuka terhadap kritik, justru tampak merespons negatif. Pengibaran bendera One Piece dianggap sebagai bentuk makar, pemecah belah persatuan (02-08-2025).
Sanksi hukum yang cenderung tumpul ke atas dan tajam ke bawah, makin nyata disaksikan masyarakat. Sebut saja kasus korupsi timah yang jelas-jelas merugikan negara hingga Rp300 triliun. Pelakunya hanya dijatuhi vonis hukuman 6,5 tahun penjara. Di sisi lain, seorang nenek berusia 63 tahun ditangkap hanya karena tuduhan mencuri 7 batang kayu milik Perhutani di Desa Jatibanteng. Ia terancaman 5 tahun penjara dengan masa percobaan 15 bulan dan denda Rp500 juta.
Hal ini tentu sangat disayangkan. Masyarakat jenuh dengan berbagai kebijakan yang rentan condong pada kepentingan elite saja. Sementara rakyat menjadi tumbal kezaliman struktural akibat penerapan sistem kapitalisme sekularisme.
Kesadaran masyarakat pada ketidakadilan akibat penerapan sistem kapitalisme ini harus dikawal ke arah perubahan yang lebih baik dan paripurna. Masyarakat tidak hanya mencukupkan diri pada ekspresi pengibaran bendera One Piece, tetapi juga sampai pada pemahaman one ummah dengan sistem adidaya yang paripurna di bawah naungan Khil4f4h Islamiah.
Oleh karena itu, para pengemban dakwah Islam berperan untuk mengemban tugas penting guna menyadarkan umat bahwa kapitalisme sekularisme merupakan akar masalah dari setiap problematika yang menyengsarakan rakyat. Hanya Islam satu-satunya solusi dalam mengentaskan ketidakadilan dan berbagai kezaliman yang mendera rakyat. Sebab, Islam bukan sekadar agama, melainkan seperangkat aturan dari Sang Maha Pencipta lagi Maha Pengatur yang sempurna dan mampu menyejahterakan umat.
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridai Islam jadi agama bagimu.” (QS Al-Maidah: 3). Wallahua’lam.
Fatimahrl
Kebumen [CM/Na]
Views: 46






















