Oleh: Miftahid Mustanir
Tinta Mabda
Hendaknya bulan Rajab yang mulia ini menjadi momen untuk mengukuhkan tekad, menggelorakan semangat perjuangan, menyatukan barisan, dan bergandengan tangan serta berkontribusi semaksimal mungkin untuk mewujudkan persatuan dalam menerapkan kembali syariat Islam secara kafah dalam kehidupan.
CemerlangMedia.Com — Sobat, selain Ramadan, Islam telah menetapkan tiga bulan lainnya yang juga termasuk sebagai bulan haram yang mulia, salah satunya adalah Rajab yang sedang dijalani hari ini. Selain itu, Rajab memiliki banyak keistimewaan dan lekat dengan sejarah peradaban Islam, lo.
Oleh karena itu, sungguh beruntung bagi umat muslim yang bisa berjumpa dengan Rajab ini. Di dalam bulan ini terdapat banyak keberkahan pada setiap waktunya. Allah Swt. telah muliakan dan melimpahkan banyak kebaikan di dalamnya, terlebih kepada hamba-hamba-Nya yang mengerjakan amal saleh dan kebaikan itu tentu harus diupayakan. Semua bergantung pada amal yang dilakukan.
Bulan Mulia, Bulan Haram
Allah Swt. telah menetapkan dalam firman-Nya bahwa terdapat empat bulan utama sebagai bulan haram (bulan yang dimuliakan). Allah Swt. berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sungguh bilangan bulan menurut Allah ada dua belas bulan, dalam catatan Allah, saat Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya terdapat empat bulan haram (suci). Itulah agama yang lurus. Karena itu janganlah kalian menzalimi diri kalian sendiri pada bulan-bulan itu.” (QS At-Taubah [9]: 36).
Dalam sabda Rasulullah saw. juga disebutkan,
إنَّ الزَّماَنَ قَدْ اِسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، السَّنَةُ اِثْنَا عَشَرَ شَهْرًا، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثٌ مُتَوَالِيَاتٌ: ذُوْ الْقَعْدَةِ، وَذُوْ الْحِجَّةِ، وَالْمُحَرَّمُ، وَرَجَبُ شَهْرُ مُضَرَّ الَّذِيْ بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Sungguh waktu itu telah diputar sebagaimana keadaannya saat Allah Swt. menciptakan langit dan bumi. Dalam satu tahun itu terdapat dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga berurutan, yakni bulan Zulkaidah, Zulhijah dan Muharam. Lalu bulan Rajab bulan Mudharr yang terdapat di antara bulan Jumada dan Syakban.” (HR Muslim).
Selain itu, kemuliaan bulan Rajab telah banyak diterangkan oleh sebagian ulama. Ibnu Faris menjelaskan bahwa secara bahasa, “rajaba” berarti mengagungkan, menakutkan, menghormati. “Rajaba” juga dapat bermakna mengukuhkan atau menguatkan sesuatu dengan sesuatu yang lain (Ibnu Faris, Mu’jam Maqaayis al-Lughah, hlm. 445).
Peristiwa Penting di Bulan Rajab
Di dalam bulan Rajab, atas kehendak Allah Swt. ada banyak kemuliaan pada umat Islam yang terjadi, di antaranya ada peristiwa penting berupa hijrah kaum muslim yang pertama ke Habasyah pada tahun ke-5 kenabian. Selain itu, terjadi pula perjalanan Isra Mikraj Rasul saw. pada tahun ke-10 kenabian sebagai momen perpindahan kiblat kaum muslim dari Masjidilaqsa ke Masjidilharam.
Banyak juga perang yang terjadi di bulan ini, di antaranya adalah Perang Badar, Perang Tabuk, dan Perang Yarmuk, dibebaskannya Kota Damaskus (Syam) oleh panglima Abu ‘Ubaidah bin al-Jarrah ra. dan Khalid bin al-Walid ra., dibebaskannya Hirah dan Irak, dibebaskannya Baitulmaqdis di bawah kepemimpinan Shalahuddin al-Ayyubi dan lainnya. Begitu banyak kan, Sobat, jejak gemilang Islam yang terjadi di bulan Rajab.
Akan tetapi Sobat, selain banyak menorehkan jejak sejarah kegemilangan umat Islam, ternyata dalam bulan Rajab juga awal petaka bagi kaum muslim di seluruh penjuru dunia, yakni 28 Rajab 1342 H, tepatnya pada 3 Maret 1924 M Kekhalifahan Islam Turki Utsmani telah diruntuhkannya oleh Mustafa Kemal Attaturk laknatullah ‘alaihi bersama antek-anteknya.
Kehidupan umat muslim pasca keruntuhan Khil4f4h begitu terpuruk dan kehilangan arah. Umat bagaikan anak ayam yang kehilangan induknya. Setelah keruntuhan itu pula, Turki berubah menjadi negara sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan. Islam tidak lagi berfungsi sebagai agama dan sistem pengaturan hidup bermasyarakat dan bernegara.
Umat Islam yang sebelumnya bersatu dalam satu sistem kepemimpinan tercerai-berai menjadi negeri-negeri kecil yang tidak berdaya. Kini, sudah 104 tahun umat hidup dalam sistem kufur sekularisme kapitalistik, selama itu pula umat hidup tanpa naungan Khil4f4h Islamiah. Kekuasaan yang gemilang telah dirampas oleh kafir penjajah. Sungguh memilukan.
Rajab Wujudkan Persatuan Umat
Sobat, kaum muslim terdahulu sangat antusias menyambut bulan haram. Mereka dengan berbagai cara memuliakan serta menjaga kehormatan bulan haram, termasuk bulan Rajab. Pada bulan ini mereka berupaya untuk selalu mempersembahkan amal-amal terbaiknya.
Bahkan, generasi terbaik tersebut telah mengukir prestasi monumental sepanjang peradaban dan telah tercatat dalam tinta emas sejarah demi menjaga kemuliaan Islam dan kaum muslim. Namun, pada hari ini kita kerap menyaksikan saudara-saudara seiman di berbagai penjuru dunia mengalami penindasan dari kebiadaban kaum kafir laknatullah dan penguasa mereka sendiri.
Hingga detik ini, umat muslim di Gaza Palestina masih terancam oleh tindakan keji genosida Zi*nis Yahudi. Setiap hari mengalami penindasan, pembunuhan secara brutal, anak-anak maupun ibu hamil tewas secara mengerikan di tangan militer Zi*nis. Setiap hari pula anak Gaza menjadi cacat akibat serangan brutal Yahudi. Selain itu, warga Gaza hampir berbulan-bulan hidup tanpa listrik, kekurangan air, dan bahan makanan sehingga mereka terancam mati akibat kelaparan dan kekurangan air.
Nasib muslim Rohingya juga tidak kalah memilukan. Mereka pun terancam aksi genosida oleh penguasa Myanmar dan kelompok Budha radikal. Warga Arkhan lontang-lantung lantaran terusir dari negeri dan tanah lahir mereka sendiri. Nasib yang tidak jauh memilukan lagi juga dialami oleh kaum muslim Uighur di negeri Cina dan kaum muslim di India. Mereka kerap mendapatkan penganiayaan dari penguasa di negeri yang mereka tinggali.
Sementara itu, para penguasa muslim hanya bersilat lidah bermain retorika tanpa ada tindakan nyata. Mereka jelas tidak pernah mengirimkan bantuan yang benar-benar dibutuhkan warga Gaza dan negeri muslim lainnya. Mereka hanya sekadar mengecam tanpa melakukan tindakan tegas dengan mengirimkan bala tentara. Bahkan, sebagian dari para penguasa muslim justru dengan terang-terangan bersekongkol dan berangkul mesra dengan Zi*nis Yahudi, pemerintah Myanmar, juga negara-negara imperialis seperti Amerika Serikat, Inggris, dan lainnya.
Resolusi Rajab
Sobat, umat membutuhkan amal besar dan usaha nyata untuk menolak berbagai kezaliman ini. Kezaliman ini tidak akan hilang begitu saja tanpa adanya pemimpin yang mampu menjadi junnah (perisai) bagi umat.
Khalifah akan menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dan sempurna. Khalifah pula yang menjadi garda terdepan dalam melakukan pembelaan terhadap kaum muslim yang tertindas, sekaligus akan memberikan bantuan nyata dengan mengirimkan tentara yang akan membebaskan negeri-negeri muslim dari berbagai kezaliman, bukan bantuan yang hanya sekadar kecaman yang tidak bernilai di mata musuh.
Sobat, hendaknya dalam bulan Rajab yang mulia ini menjadi momen untuk mengukuhkan tekad, menggelorakan semangat perjuangan, menyatukan barisan, dan bergandengan tangan serta berkontribusi semaksimal mungkin untuk mewujudkan persatuan dalam menerapkan kembali syariat Islam secara kafah dalam kehidupan. Itulah wujud ketakwaan yang hakiki yang dicurahkan kepada Allah Swt..
Wallahualam. [CM/NA]
Views: 59






















