Kapitalisasi Pendidikan Melahirkan Diskriminasi

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Perlu disadari bersama bahwa solusi tuntas atas setiap permasalahan hari ini adalah dengan kembali kepada sistem Islam yang diterapkan secara kafah dalam aspek kehidupan. Sepatutnya pula mencampakkan sistem buatan manusia, yaitu kapitalisme yang membuat manusia dipandang sebelah mata dan mengalami diskriminasi.

CemerlangMedia.Com — Pendidikan merupakan hal utama yang semestinya didapatkan oleh setiap warga negara, mulai dari tingkat usia dini sampai jenjang perguruan tinggi dengan pelayanan yang terbaik, berkualitas, bahkan gratis. Namun, miris melihat diskriminasi di dunia pendidikan saat ini, terutama pada sekolah swasta yang mendiskriminasi muridnya disebabkan menunggak bayaran.

Dilansir dari portal daring, menurut penilaian Ketua Komisi X DPR terkait tindakan guru sekolah dasar (SD) yang meminta siswanya duduk di lantai karena menunggak biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) tidak etis dan melanggar prinsip-prinsip pendidikan. Meski sekolah swasta memiliki kebijakan mandiri dalam pengelolaan keuangannya, tetap ada batasan yang harus dijaga agar tindakan mereka tidak mencederai hak-hak siswa. Sebab, hal itu merupakan tindakan yang tidak etis dan melanggar prinsip-prinsip pendidikan yang menjunjung tinggi hak-hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak tanpa diskriminasi (12-1-2025).

Pendidikan merupakan hak setiap rakyat yang didapatkan dengan mudah dan berkualitas. Namun dalam sistem kapitalisme, negara tidak hadir secara nyata dalam mengurus pendidikan rakyatnya sehingga banyak anak yang tidak bisa merasakan pendidikan yang berkualitas dengan biaya yang terjangkau, bahkan gratis.

Selain itu, negara juga menyerahkan pendidikan pada swasta yang berorientasi mencari keuntungan. Ini merupakan kapitalisasi karena menjadikan pendidikan sebagai ladang bisnis. Alhasil, sekolah akan mendiskriminasi siswa yang menunggak pembayaran, padahal pendidikan merupakan hak setiap peserta didik dengan pelayanan terbaik tanpa pandang bulu.

Negara sebagai pengurus rakyatnya seharusnya memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi rakyatnya dan bisa diakses secara gratis oleh semua siswa. Sayangnya, hal ini tidak bisa terwujud.

Islam menetapkan bahwa pendidikan adalah kewajiban negara dan termasuk dalam layanan publik yang ditanggung langsung oleh negara. Negara menyediakan layanan gratis untuk semua warga negara, baik untuk siswa kaya maupun miskin, cerdas atau tidak.

Islam mampu mewujudkan pendidikan yang gratis dan berkualitas karena memiliki sumber dana yang banyak. Dana untuk pendidikan diambilkan dari pos kepemilikan umum. Dana digunakan untuk membiayai semua sarana dan prasarana pendidikan. Negara juga menyediakan guru yang berkualitas. Dengan layanan pendidikan sesuai dengan sistem Islam, tidak akan ada kasus siswa dihukum karena persoalan biaya.

Oleh karena itu, perlu disadari bersama bahwa solusi tuntas atas permasalahan ini adalah dengan kembali kepada sistem Islam yang diterapkan secara kafah dalam aspek kehidupan. Sepatutnya pula mencampakkan sistem buatan manusia, yaitu kapitalisme yang membuat manusia dipandang sebelah mata dan mengalami diskriminasi.

Bogor, Jawa Barat
Zakiah Ummu Faaza [CM/NA]

Views: 51

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *