Pemerintah juga memiliki kewajiban untuk dapat menuntun rakyatnya, khususnya di bulan suci Ramadan agar dapat melaksanakan peribadahan dan menjaga kemuliaan Ramadan dengan menerapkan seluruh syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, bukan hanya di bulan tersebut saja, melainkan juga di setiap bulan, setiap tahun.
CemerlangMedia.Com — Rencana Pemerintah untuk meliburkan kegiatan sekolah makin kencang dibahas di tengah masyarakat. Dilansir dari portal daring, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan rencana tiga opsi yang akan diterapkan saat bulan Ramadan untuk para pelajar, di antaranya meliburkan kegiatan sekolah penuh dan pelajar diminta untuk mengikuti kegiatan peribadahan di lingkungan masyarakat, meliburkan kegiatan sekolah di awal dan akhir Ramadan serta saat Hari Raya Idulfitri, atau kegiatan belajar mengajar dilaksanakan penuh seperti saat ini (14-01-2025).
Berbagai tanggapan dari masyarakat sangat variatif. Tidak sedikit juga komentar dari para orang tua yang keberatan jika sekolah diliburkan selama satu bulan penuh karena menurut mereka, situasi dan kondisi di rumah tidak jauh lebih baik dari sekolah. Anak-anak ketika di rumah lebih rentan untuk bermain gawai daripada melakukan kegiatan yang bermanfaat.
Jika dilihat dari esensi kemuliaan Ramadan, justru di saat itulah umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan kegiatan positif lainnya, sebagaimana Nabi bersabda dalam salah satu hadis yaitu,
“Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan, barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadan.” (HR Bukhari-Muslim).
Tentu saja kegiatan sekolah (menuntut ilmu) juga merupakan bagian dari amal ibadah yang juga akan mendapatkan nilai pahala yang berlipat ganda di bulan suci Ramadan. Rencana pemerintah untuk meliburkan kegiatan sekolah justru tampak akan mengundang banyak kegiatan-kegiatan yang tidak bermanfaat, bahkan mungkin menjadi sia-sia di bulan yang hanya ada satu kali setahun ini.
Seandainya pemerintah bisa memahami secara utuh bagaimana kemuliaan dan keistimewaan Ramadan, tentu saja tidak akan memberikan kebijakan yang malah menjauhkan generasi dan masyarakat dari beramal saleh. Selain itu, ketika program libur sekolah di bulan Ramadan dijalankan, setidaknya pemerintah sudah menyiapkan lebih matang lagi terkait kegiatan pengganti yang masih menjadi bagian dari proses pendidikan, meskipun berlangsung di luar sekolah. Bukan sekadar meliburkan, lalu berlepas tangan terhadap apa aktivitas yang akan dilakukan oleh anak saat mereka ‘bebas’ dari sekolah.
Semoga pemerintah bisa lebih bijaksana dan mempertimbangkan program libur Ramadan ini dengan lebih matang. Sebab, dalam sistem yang serba bebas hari ini, para orang tua tidak lagi memiliki benteng yang kukuh dan mampu turut serta menjaga kehidupan anak-anak dari berbagai pengaruh buruk, baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya.
Pemerintah juga memiliki kewajiban untuk dapat menuntun rakyatnya, khususnya di bulan suci Ramadan agar dapat melaksanakan peribadahan dan menjaga kemuliaan Ramadan dengan menerapkan seluruh syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, bukan hanya di bulan tersebut saja, melainkan juga di setiap bulan, setiap tahun. Wallahualam
Resti Ummu Faeyza [CM/NA]
Views: 39






















