Oleh: Fawatifu Syu’ara
CemerlangMedia.Com — PUISI
Di sudut warung kopi sore hari
Dia datang membawa cerita sendiri
Orang bicara hujan bocor di atap
Dia malah bertanya, “Kalau ikan pakai payung, lucu gak?”
Semua saling pandang
Hening menggantung panjang
Terkadang jawabannya belok ke mana-mana
Seperti radio tua yang menangkap siaran dari planet berbeda
Ditanya garam, jawab semangka
Ditanya jalan, bahas tetangga
Bukan marah yang sering muncul
Melainkan lelah karena obrolan tak pernah benar-benar bertemu arah
Namun anehnya,
Di balik segala tulalit dan tak nyambung itu
Ada pelajaran yang diam-diam tumbuh
Bahwa terkadang, hati lebih cepat paham daripada logika
Bahwa tidak semua kepala berjalan dengan irama yang sama,
Bahwa sabar bukan hanya soal menunggu,
Tetapi juga memahami
Meski diri sendiri ingin menyerah lebih dulu
Terkadang, orang yang paling sulit diajak nyambung,
Justru melatih hati agar tidak mudah membentak
Melatih lidah agar tak tajam saat kecewa
Mengubah kesal menjadi doa dan bising menjadi sabar yang dewasa
Dan mungkin,
Allah sengaja menghadirkan orang seperti itu
Bukan untuk menguji logika,
Melainkan memperluas ruang sabar di dalam dada manusia
Sebab, tak semua hikmah datang dari nasihat yang bijaksana
Ada juga yang datang dari seseorang yang menjawab,
“Besok hari Selasa, ya?”
Padahal tak ada yang sedang membahas kalender
Kota Walet, 20 Mei 2026 [CM/Na]
Views: 8






















