Gen Z Rawan Kena HIV/AIDS

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Hanya sistem Islam dengan penerapan secara kafah (menyeluruh) dan juga sinergi tiga pilar, yaitu peran keluarga, masyarakat, dan negara, akan mewujudkan generasi yang selamat dari ancaman pergaulan bebas. Gen Z bukan hanya selamat dari HIV/AIDS, tetapi juga bisa hidup sehat dan selamat dunia akhirat.

CemerlangMedia.Com — Ngeri! Penularan penyakit infeksi HIV/AIDS kian menjadi. Pasiennya bukan hanya orang dewasa, tetapi sudah menyasar hingga anak-anak dan remaja. Kondisi ini tentu merupakan ancaman nyata bagi generasi muda. Bagaimana nasib penerus bangsa jika anak mudanya rusak binasa?

Kasus HIV di Kota Sukabumi, misalnya. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, telah ditemukan kasus baru sebanyak 74 kasus yang didominasi usia produktif. Bahkan yang paling miris, virus HIV ini telah menulari seorang balita dari ibunya.

Tidak hanya di Sukabumi, Jawa Barat, kasus jumlah orang dengan HIV/AIDS di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pun terus bertambah naik setiap tahunnya. Parahnya lagi, kasus baru yang ditemukan didominasi laki-laki seks dengan laki-laki (LSL) alias pelaku L687. Pada 2024 ditemukan 38 kasus baru HIV, kemudian pada 2025 kembali ditemukan 40 kasus baru (5-8-2026).

Tidak dimungkiri, kehidupan berlandaskan sekularisme kapitalisme, yakni peran agama dijauhkan dari kehidupan—seolah agama hanya ada di masjid dan pengajian—telah menjadikan masyarakat yang mayoritas muslim ini tidak menyadari betapa pentingnya agama dalam kehidupan. Begitu juga dengan Gen Z yang merupakan generasi muda.

Sudahlah generasi tidak paham agama, ditambah lagi lingkungan rusak dengan berbagai pemikiran barat, seperti liberalisme atau kebebasan, telah menjadikan generasi hidup tanpa arah dan tujuan. Slogan “Muda hura-hura, tua kaya raya, mati masuk surga” telah mencekoki pikiran mereka hingga akhirnya menikmati masa muda dengan gaul bebas yang kebablasan, lalu terjangkit penyakit menular seksual HIV/AIDS.

Sering kali solusi yang ditawarkan pun tidak mampu menyelesaikan, seperti edukasi seksual dan safe sex yang tidak menyentuh akar masalah karena hanya berfokus pada dampak kesehatan medis, yakni pencegahan penyakit menular atau kehamilan tidak diinginkan. Ibarat kata, boleh seks asalkan aman, misalnya dengan kampanye kondom tanpa dipahamkan hukum perbuatan dan dampak pergaulan bebasnya.

Islam sebagai agama yang sempurna dan paripurna telah Allah turunkan dengan seperangkat aturan, salah satunya dalam menjaga generasi dari kerusakan. Untuk mencegah HIV pada generasi, Islam membangun sistem pergaulan sosial yang preventif melalui sistem pergaulan dalam Islam (Nizam AI Ijtima’i).

Gen Z adalah generasi yang masanya mencari jati diri. Mereka butuh dibimbing dan diarahkan. Oleh karena itu, melalui aturan kewajiban menjaga pandangan, larangan mendekati zina, memakai pakaian syar’i, serta pengaturan pernikahan, akan melindungi generasi dari pergaulan bebas yang kebablasan. Ditambah lagi dengan sistem sanksi (uqubat) yang tegas dan menjerakan sehingga mencegah terjadinya kasus pelanggaran.

Selain itu, juga akan diterapkan sistem pendidikan Islam yang memadukan antara materi kesehatan reproduksi dengan ilmu fikih pergaulan dan akhlak. Dengan demikian, generasi memahami bahwa menjaga kesehatan organ reproduksi adalah bagian dari ibadah dan amanah serta menyadari bahwa setiap perbuatannya akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah nanti.

Sungguh, hanya sistem Islam dengan penerapan secara kafah (menyeluruh) dan juga sinergi tiga pilar, yaitu peran keluarga, masyarakat, dan negara, akan mewujudkan generasi yang selamat dari ancaman pergaulan bebas. Gen Z bukan hanya selamat dari HIV/AIDS, tetapi juga bisa hidup sehat dan selamat dunia akhirat. Wallahu a’lam bishawab.

Erna Ummu Azizah [CM/Na]

Views: 2

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *