Islam adalah agama sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk menjamin kesejahteraan rakyat. Negara akan senantiasa menghadirkan suasana keimanan dengan mengedukasi seluruh masyarakat akan pentingnya mengonsumsi suatu barang berdasarkan aturan Sang Pencipta. Negara juga akan memberikan sanksi yang memberi efek jera untuk produsen, pemakai, maupun pengedarnya.
CemerlangMedia.Com — Miris melihat kondisi masyarakat saat ini yang hidupnya tergantung dengan mengonsumsi sekaligus pengedar narkoba. Padahal sudah jelas, narkoba dan sejenisnya merupakan obat-obatan terlarang yang membuat akal manusia rusak, sekaligus perbuatan yang diharamkan.
Dilansir dari portal daring, Polresta Bogor Kota mengamankan berbagai jenis narkotika, psikotropika, dan obat keras tertentu (OKT) sebagai barang bukti hasil pengungkapan kasus tersebut. Selama periode 1 Mei hingga 29 Juli 2026, sebanyak 61 kasus peredaran narkoba berikut 68 pengedar diamankan dengan barang bukti ganja 328,82 gram, sabu 252,75 gram, tembakau sintetis 1.276,59 gram, biang sintetis 198 gram, obat keras 212.782 butir, dan psikotropika 870 butir (29-7-2026).
Fenomena ini membuktikan bahwa kurangnya pengawasan di dalam masyarakat sehingga barang haram beredar begitu mudahnya. Para pengedar mendistribusikan narkoba melalui jasa ekspedisi dan mengakui barang yang dikirim merupakan suku cadang atau spare part kendaraan untuk memalsukan jenis barang sekaligus mengelabui pemeriksaan petugas.
Selain menangkap pengedar narkoba, yang paling penting untuk diperhatikan di tengah-tengah masyarakat adalah solusi yang tepat. Sebagai pemegang kekuasaan, pemerintah tidak hanya menangkap pengedar atau bandar narkoba saja, tetapi menyelesaikan secara tuntas akar masalahnya. Pemerintah juga mampu menganalisis berbagai persoalan yang memicu, lalu menyebabkan masyarakat membutuhkan, mengonsumsi, bahkan menjadi pengedar narkoba.
Jika dicermati, ada faktor yang membuat seseorang menjadi pemakai dan pengedar narkoba, salah satunya adalah beban hidup yang begitu berat. Ditambah lagi dengan keimanan yang tipis, melahirkan masyarakat pengecut dan mencari pelarian dengan mengonsumsi narkoba. Di sisi lain, sulitnya mencari lapangan pekerjaan membuat seseorang menghalalkan segala cara demi mendapatkan cuan, salah satunya menjadi pengedar atau bandar narkoba.
Sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini telah menciptakan kehidupan yang berat dan melahirkan masyarakat tanpa iman. Mereka bertindak tanpa memedulikan halal dan haram dalam meraih sesuatu. Mereka hanya memikirkan keuntungan dan kesenangan semata tanpa memperhatikan pertanggung jawabannya kelak. Jelas, bahwa sistem ini tidak layak untuk dipertahankan, apalagi tidak adanya sanksi tegas yang membuat jera para pelakunya.
Berbeda dengan Islam. Islam adalah agama sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk menjamin kesejahteraan rakyat. Negara akan senantiasa menghadirkan suasana keimanan dengan mengedukasi seluruh masyarakat akan pentingnya mengonsumsi suatu barang berdasarkan aturan Sang Pencipta. Negara juga akan memberikan hukuman bagi pemakai ataupun pengedar dengan hukuman yang memberi efek jera.
Ditambah lagi, negara akan memenuhi hak dasar seluruh masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam dengan amanah. Sumber daya alam akan dikelola oleh negara untuk kemakmuran rakyatnya serta membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya. Alhasil, tidak akan ada orang yang bermental lemah, putus asa, ataupun terpaksa melakukan pekerjaan haram karena terdesak kebutuhan ekonomi.
Oleh karenanya, perlu disadari bersama bahwa solusi tuntas atas persoalan narkoba yang merajalela adalah dengan mencampakkan sistem buatan manusia yang rusak dan merusak. Kemudian kembali kepada sistem yang sahih buatan Sang Pencipta yang diterapkan secara kafah dalam bingkai Khil4f4h. Negara dengan sistem Islam akan mampu menghadirkan kehidupan yang ideal dan masyarakat yang strong dan tidak butuh narkoba.
Zakiah Ummu Faaza
Bogor, Jawa Barat [CM/Na]
Views: 4






















