Oleh: Ummu Iffah
CemerlangMedia.Com — PUISI
Di jalan yang dipenuhi keringat
Rakyat menukar waktu dengan sesuap harapan
Namun, tangan penguasa datang menagih
Mengambil bagian dari jerih payah
Pajak demi pajak dipungut tinggi,
Sementara meja-meja mereka tetap penuh terisi
Rumah rakyat menahan sunyi,
Perut lapar belajar menelan perih
Katanya demi negeri,
Katanya demi masa depan kami
Tetapi apabila beban hanya dipikul rakyat
Di mana keadilan itu berdiri?
Wahai penguasa, ingatlah!
Kekuasaan bukan mahkota tanpa batas
Pajak bukan cambuk untuk menundukkan
Rakyat bukan pula ladang untuk diperas
Di hadapan Allah, jabatan hanyalah amanah
Harta dan kuasa kelak dimintai pertanggungjawaban
Jangan mengambil hak rakyat dengan sewenang-wenang
Sebab kezaliman tak akan luput dari perhitungan-Nya
Rasul mengajarkan pemimpin untuk berlaku adil
Menyayangi rakyat, juga menjaga setiap haknya
Pajak bukan jalan menindas yang lemah
Sebab keadilan adalah jalan menuju rida-Nya
Sejarah selalu mencatat
Siapa yang berdiri bersama rakyat
Dan siapa yang memilih menindasnya
Tapal Batas, 12 Agustus 2026
Views: 4






















