Oleh: Nurhidayat
CemerlangMedia.Com, MEMOAR — Ada masa dalam hidup yang tidak benar-benar kita ingat, tetapi entah mengapa selalu terasa dekat. Masa itu seperti bayangan yang muncul sesekali ketika aku sedang diam, membawa suasana yang sulit dijelaskan. Aku tidak tahu, apakah semua yang kuingat benar-benar terjadi seperti itu atau sebagian hanyalah potongan kecil dari ingatan masa kanak-kanak yang perlahan memudar. Namun, setiap kali mencoba mengingatnya, ada perasaan aneh yang muncul. Seolah-olah aku sedang membuka kembali pintu menuju masa yang telah lama tertutup.
Sekitar dua belas tahun yang lalu, ketika usiaku masih sekitar lima tahun, dunia terasa begitu berbeda. Aku belum mengenal banyak hal tentang kehidupan. Bagiku, pagi hanyalah waktu ketika matahari mulai muncul dan orang-orang mulai melakukan aktivitasnya. Aku belum mengerti mengapa kedua orang tuaku harus bangun lebih awal dan pergi bekerja. Aku hanya tahu bahwa mereka adalah orang-orang yang selalu ada di dekatku.
Kedua orang tuaku bekerja sebagai petani. Ada sesuatu yang masih samar-samar kuingat dari masa itu, tanah yang luas, udara pagi yang terasa berbeda, dan suara-suara alam yang seolah menjadi bagian dari keseharian. Aku sering berada di sekitar mereka, meskipun saat itu aku belum memahami apa yang sebenarnya sedang mereka perjuangkan.
Sebagai seorang anak kecil, aku hanya melihat semuanya sebagai sesuatu yang biasa. Melihat orang tua bekerja, melihat tangan mereka yang sibuk, dan menunggu waktu ketika kami bisa kembali bersama. Aku tidak pernah berpikir bahwa bertahun-tahun kemudian, hal-hal sederhana itu justru akan menjadi kenangan yang paling sulit dilupakan.
Ada bagian dari masa itu yang terasa seperti mimpi. Terkadang aku mencoba mengingat wajah, suara, atau suasana yang pernah ada, tetapi semuanya seperti tertutup kabut. Makin aku mencoba menggenggamnya, makin jauh rasanya kenangan itu pergi. Hanya beberapa potongan kecil yang tersisa, seperti cahaya yang masuk melalui celah jendela di pagi hari.
Mungkin karena saat itu aku masih terlalu kecil untuk memahami arti dari semua yang terjadi. Aku belum tahu bahwa di balik setiap pagi yang kulihat, ada perjuangan yang tidak pernah kuceritakan. Aku belum tahu bahwa pekerjaan yang terlihat sederhana bisa menyimpan begitu banyak kelelahan. Aku juga belum tahu bahwa waktu akan membawa perubahan yang begitu besar dalam hidupku.
Hari demi hari berlalu. Tahun berganti tanpa pernah meminta izin. Anak kecil yang dahulu hanya memikirkan permainan, perlahan mulai mengenal tanggung jawab. Aku mulai memahami bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai keinginan. Ada hal-hal yang harus diterima, ada keadaan yang harus dihadapi dan ada perjalanan yang harus dilalui meskipun terkadang kita tidak tahu ke mana arahnya.
Makin bertambah usia, makin sering aku melihat masa lalu dengan cara yang berbeda. Hal-hal yang dulu kuanggap biasa, ternyata menyimpan arti yang begitu dalam. Aku mulai menyadari bahwa mungkin masa kecil bukan hanya tentang bermain dan tertawa, tetapi juga tentang bagaimana seseorang tanpa sadar belajar dari apa yang ia lihat.
Dari kedua orang tuaku, aku belajar bahwa kehidupan membutuhkan kesabaran. Dari tanah tempat mereka bekerja, aku belajar bahwa sesuatu tidak akan tumbuh dalam satu malam. Dan dari perjalanan waktu, aku belajar bahwa manusia juga tumbuh dengan cara yang sama, perlahan, diam-diam, hingga suatu hari menyadari bahwa dirinya sudah berubah.
Kini, aku berada di sebuah masa yang berbeda. Masa ketika aku mulai meninggalkan sebagian kepolosan masa kecil dan perlahan memasuki kehidupan yang lebih dewasa. Rasanya aneh menyadari bahwa waktu yang dahulu terasa begitu panjang, ternyata telah berlalu begitu cepat.
Terkadang, aku ingin kembali ke masa itu. Bukan untuk mengubah apa pun, tetapi hanya untuk melihatnya sekali lagi. Ingin melihat bagaimana rasanya menjadi anak kecil yang belum memikirkan masa depan. Ingin mendengar kembali suara-suara yang mungkin sekarang hanya tersimpan di dalam ingatan. Namun, waktu tidak pernah berjalan mundur.
Mungkin memang begitu cara kehidupan bekerja. Masa lalu tidak ditakdirkan untuk diulang, melainkan untuk dikenang dan dijadikan pelajaran.
Aku tidak tahu seperti apa jalan yang akan kulalui setelah ini. Mungkin akan ada banyak hal yang belum kupahami, banyak kesalahan yang harus kuhadapi, dan banyak keputusan yang harus kubuat sendiri. Tetapi satu hal yang mulai kupahami adalah bahwa menjadi dewasa bukan berarti kehilangan masa kecil. Menjadi dewasa berarti membawa masa kecil itu bersama kita.
Mungkin kisah yang bermula dari seorang anak kecil berusia lima tahun yang hanya tahu bermain dan mengikuti orang tuanya bekerja, perlahan telah membawa dirinya sampai ke titik ini. Titik ketika aku mulai mengerti bahwa waktu tidak hanya mengubah usia. Waktu juga mengubah cara seseorang memandang kehidupan.
Inilah awal perjalananku menuju masa yang lebih dewasa. Sebuah perjalanan yang belum selesai dan mungkin masih menyimpan banyak cerita yang bahkan belum kuketahui. [CM/Na]
Views: 4






















