Perempuan Sederhana

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Oleh: Linda Ariyanti

CemerlangMedia.Com — “Mama adalah perempuan sederhana yang berhasil membuat saya dan anak-anak menaruh cinta. Pada awalnya, dia seperti orang yang judes dan sok cool. Namun, seiring berjalannya waktu, saya justru merasa sudah lama mengenalnya. Kami memiliki banyak kenangan. Dia adalah perempuan sederhana yang teguh dalam pendirian dan memiliki jiwa sosial yang mengesankan.” (Bunda Mikha)
***

Saat kita meninggalkan dunia, kita hanya akan menjadi cerita dan kenangan. Tidak ada manusia yang ingin dikenang keburukannya, tetapi anehnya, banyak manusia yang justru menyakiti sesama dengan lisan dan perbuatan. Memang benar, setiap kita pasti memiliki kekhilafan, tetapi jangan sampai kebaikan yang kita lakukan lebih sedikit daripada keburukan yang kita lakukan.

Aku terus menelusuri kebaikan kakak perempuanku selama dia hidup karena mungkin ada sisi hidupnya yang aku lewati. Alhamdulillah, aku mendapatkan pengakuan dari salah satu sahabatnya bahwa dia adalah perempuan sederhana, teguh pendirian, dan memiliki kepekaan sosial yang mengesankan. Masya Allah!

Hidup Sederhana

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda yang artinya: “Sederhanalah dalam hidupmu, karena sesungguhnya kesederhanaan itu adalah kunci kebahagiaan.” Dari hadis tersebut, kita bisa mengambil hikmah bahwa Islam memerintahkan kepada seorang Muslim untuk hidup dalam kesederhanaan.

Kesederhaan akan membuat seseorang lebih mudah untuk bahagia karena jiwanya lebih banyak mensyukuri apa yang ada, bukan mengejar apa yang terlalu tinggi untuk diraihnya. Betapa banyak hari ini manusia yang hidup upnormal demi memenuhi gaya hidup yang selangit. Saat ambisinya menemui kegagalan, muncullah ganguan mental atau mental ilness. Bahkan, terkadang bisa berujung pada keputusasaan dan memutuskan untuk meninggalkan kehidupan. Naudzubillah!

Tentang teguh pendirian, hal ini sudah kutulis dalam bahasan “Teguh dalam Kebenaran”. Meski hatinya lembut, tetapi jika dia sudah menemukan suatu kebenaran, dia akan berusaha sekuat tenaga untuk memperjuangkannya. Islam pun memerintahkan demikian. Seorang muslim harus senantiasa semangat dalam berjuang dan tidak boleh berputus asa, hal ini Allah tegaskan dalam QS Yusuf ayat 87.

Jiwa Sosial yang Mengesankan

Perempuan dengan hati yang lembut tidak pernah bisa melihat kesulitan orang lain, serta selalu berusaha menolong sesama dengan segenap rasa. Memang demikian sifat baiknya, tidak pernah ingin menyakiti hati orang lain. Jangankan menyakiti manusia, menyakiti semut saja dia enggan melakukannya.

Allah Swt. telah berfirman dalam QS Al-Maidah ayat 2 yang artinya, “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.”

Dalam sistem hidup sekuler hari ini, manusia dibentuk menjadi individualistis. Suatu hal yang wajar jika kita mendapati kebanyakan manusia justru cuek terhadap sesama dan mementingkan dirinya sendiri. Sebagai contoh, saat ada seseorang yang kecelakaan, apa yang dilakukan pertama kali oleh seseorang yang melihatnya? Menolong, bukan merekam dan memviralkannya.

Bahkan, demi viral, teman sejawat pun bisa menjadi korban. Jangan jauh-jauh, saya melihat sendiri orang dengan penyakit hati yang dengki terhadap kehidupan orang lain sehingga yang ada dibenaknya, keburukan teman sejawat harus dia viralkan di sosial media. Sungguh menyebalkan!

Padahal, Rasulullah saw. telah mengabarkan kepada kita bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya terhadap orang lain. Artinya, yang paling banyak menolong, membantu, mendoakan kebaikan untuk muslim lainnya. Bahkan, sekadar menaruh rasa empati terhadap mereka yang sedang diuji.

Khatimah

Sahabat muslimah, hidup dalam kesederhaan memang menyenangkan. Bahkan, kesenangan tersebut tidak sebatas dunia, tetapi sampai ke akhirat. Mengapa? Karena di akhirat kelak, kita semua akan ditanya perihal harta, dari mana dan untuk apa. Seorang muslim yang memiliki dan membelanjakan harta dengan jumlah melimpah akan menghadapi hari penghisaban yang lebih panjang.

Terakhir, jagalah lisan dan perbuatan kita. Jangan sampai dengan sengaja kita menyatiki hati orang lain. Sebab, tanpa maaf dari orang tersebut, pintu ampunan Allah Swt. tidak akan terbuka. Namun jika kesalahan itu di luar kesengajaan, maka pebanyaklah istighfar agar Allah Swt. senantiasa mengampuni dosa-dosa kita.

(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]

Views: 14

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *