Oleh: Ummu Iffah
CemerlangMedia.Com — PUISI
Di meja bundar berlapis emas
Kata damai diucap lirih
Ibarat doa yang setengah hati
Tidak benar-benar tulus
Mereka datang dengan jas rapi
Membawa senyum penuh janji
Menyebut diri sebagai penjaga dunia
Membawa perdamaian untuk semua
Namun, di balik pidato panjang tentang kebebasan
Mesiu masih berhamburan
Bom dan rudal terus berjatuhan
Kaum muslim menjadi sasaran kebiadaban
Damai kata mereka
Adalah embargo yang rapi
Adalah sanksi yang ‘perlu’
Adalah drone yang terbang tanpa wajah
Mereka menyebutnya stabilitas
Mereka menyebutnya keamanan global
Namun, di lorong-lorong Gaza
Anak-anak belajar mengeja kata takut
Oh, tipu-tipu perdamaian
Dibungkus retorika dan hak asasi,
Ditandatangani dengan tinta yang sama
Yang menetes di ladang minyak
Barat, dengan sejarah panjang armada dan bendera
Mengangkat piala demokrasi tinggi-tinggi,
Sementara bayangan kolonial,
Masih berbaring di bawah karpet merah
Dunia menonton, dunia melihat
Antara percaya dan pasrah,
Sebab, kata damai
Terlalu indah untuk dicurigai
Namun suatu hari nanti,
Umat akan melihat, perdamaian sejati
Tidak pernah lahir dari moncong senjata
Melainkan dari bersatunya umat dalam naungan Khil4f4h
Tapal Batas, 3 Maret 2026 [CM/Na]
Views: 15






















