Karya: Fawatifu Syu’ara
CemerlangMedia.Com — PUISI
Rinai turun lirih, menyentuh pelupuk yang letih
Menyembunyikan jejak air mata
Luruh tanpa izin, tanpa jeda
Aku tak sedang bermimpi
Namun, dunia terasa bagai hamparan khayal
Saat kakiku menjejak kota mulia, Ummul Qura
Di dada, berbaris ragam rasa
Mengantre pengakuan pada langit
Tak ada luka yang tersisa
Semua luluh dalam pelukan cahaya
Seakan taman-taman surga
Membentangkan rindu yang membuncah, meluap, tak terbendung
Panggil aku, wahai Mekah
Saat tiba waktu merekah
Akan kuserahkan seluruh getar dan gemetar
Puja yang lirih, puji yang khusyuk
Dan manja seorang hamba
Hanya kepada-Mu, Pemilik jiwa
Syahdu meresap perlahan di sela rambut
Doa-doa yang terurai
Kala Makkah memanggil
Datanglah kemudahan memeluk raga
Menggugurkan beban yang kupeluk terlalu erat
Segala yang kumiliki, mendadak tak lagi berarti
Sucimu dambaan setiap nyawa
Tempat berlindung dari derasnya dosa
Waktu dan ruang menjadi berkah
Udara pun bertasbih tanpa suara
Bahkan, kepakan sayap yang tak terlihat menjelma cahaya
Menuntun hati pulang pada-Mu semata
Kota Walet, 27 Februari 2026 [CM/Na]
Views: 13






















