Penuh Pertimbangan (Well-Considered)

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM2

Oleh: Lailatul Maulina

CemerlangMedia.Com — Punya value artinya punya filter berkualitas di dalam otak untuk menimbang suatu hal. Siapa pun yang punya banyak isi di kepala, tentu punya berbagai informasi untuk pertimbangan mulai dari yang sulit hingga yang ringan. Bukan karena lamban dalam memutuskan suatu hal yang ada di hadapannya, melainkan ia punya sisi pandangan yang luas dan jauh ke depan dibanding orang lain.

Dalam hal ini, tidak mudah orang dengan kata-kata yang manis penuh manipulasi mempengaruhi dirinya, sebab ia tidak akan merealisasikan suatu hal dengan hanya bermodalkan hasutan eksternal tadi. Dirinya tahu, apa pun yang akan dia lakukan akan berefek terhadap kehidupannya sendiri, bukan orang lain tadi. Jadi, wajar saja seakan keputusannya adalah hasil pertimbangannya sendiri yang begitu sulit diprediksi.

Inilah tanda bahwa dirinya adalah pribadi yang percaya pada value-nya sendiri tanpa perlu begitu memperhitungkan bisikan luar. Walaupun demikian, lantas tidak serta merta menjadikan dirinya enggan menampung pendapat orang lain. Lebih tepatnya, ia lah yang punya kendali utama di dalam setiap keputusan terhadap dirinya sendiri.

Kehidupannya penuh pertimbangan, tidak diputuskan suatu hal dengan gegabah dan tanpa arah. Tujuannya jelas yang hanya dirinya dan Allah yang tahu. Itulah mengapa, jangan pernah siapa pun menilai orang dari sikap yang tampak saja, bisa saja ia yang tulus peduli dalam keheningan. Kemungkinan juga, yang tampak sangat baik adalah mereka yang hanya berusaha membuat kita tunduk tanpa perlawanan.

Kendali terbaik untuk orang lain, kebanyakan diraih dengan membuat orang bergantung secara terus-menerus dan merasa seakan tidak bisa mandiri. Kemudian dari sanalah orang-orang itu akan bergerak sesuai dengan arahan dari siapa pun yang menjadi tempat mereka bergantung. Selanjutnya, dari sini orang yang punya value akan berupaya mempertimbangkan segalanya, sebab orang baik dan jahat sering kali sama-sama tersenyum dan memperlakukan siapa pun dengan hangat.

Pertimbangan itu harus diutamakan, sebab dari sanalah risiko yang mungkin muncul bisa diminimalkan sebelum terjadi sehingga penyesalan dapat dihindari sejak awal. Pertimbangkanlah segala hal dengan baik, sebab orang-orang yang membersamaimu saat senang, tidak akan peduli lagi ketika dirimu sedih. Jangan anggap semua argumen yang didengar sebagai sesuatu yang positif sehingga ketika salah dalam memutuskan, dirimu akan menuduh semua disebabkan mengikuti argumen-argumen yang dirimu dengar sebelumnya.

Berikut beberapa hal yang perlu dirimu putuskan dengan penuh pertimbangan:

Belajar

Belajarlah ketika dirimu sadar bahwa di situ adalah proses mindset dan sikapmu ditempa sebegitu keras dan rumit. Jadi, jangan pernah berharap kenyamanan, sebab hanya orang tidak sadarlah yang terkejut dengan proses belajar yang terasa lelah. Justru latih dirimu untuk suka dan cinta belajar, sebab dari sanalah dirimu akan terus berkembang dari segi keilmuan dan kedewasaan. Belajar baik dari pengalaman di sekolah, kampus, maupun di lembaga pendidikan apa pun. Selama di sana, dirimu bisa terus mengasah skil dan daya berpikirmu.

Jangan pernah belajar untuk selain mendapatkan ilmu, sebab hal itu akan membawamu pada jebakan kekecewaan yang mendalam. Belajar itu bukan ajang pamer penampilan yang modis dan kekinian. Tidak butuh belajar jika hanya ingin bersaing dalam penampilan, sebab belajar itu bukan ajang selayaknya penampilan busana oleh model yang berjalan di atas catwalk. Belajar itu bukan untuk mendapat pekerjaan, apalagi ajang cari jodoh.

Jika demikian tujuan seseorang belajar, maka wajar saja ada pernyataan bahwa kuliah itu scam karena tidak mendapatkan hasil sesuai apa yang diinginkan dalam belajar. Padahal sejatinya, belajar itu untuk meningkatkan kapasitas ilmu di kepala dan pengalaman selama belajar. Masalah karir itu akan sesuai dengan usaha dan kemampuan yang sudah dimiliki selama belajar.

Jadi, jangan pernah juga menolak belajar demi bekerja, sebab hanya dengan ilmu pun kita akan dinaikkan derajat oleh Allah. Tentunya dia yang belajar akan punya posisi yang berbeda dengan mereka yang sebatas bekerja. Sama halnya dengan jodoh sebagai tujuan, yang dicari lewat jalur pacaran atau jalur haram lainnya dengan alasan belajar. Jika tidak dapat menemukannya, seakan-akan belajar atau kuliah itu scam, sebab yang didapat hanyalah tugas yang menumpuk dan pengalaman akademis yang dinilai tidak asik.

Berkarir

Berkakrir itu adalah bentuk menghargai keilmuan yang didapat. Dengan bekerja, ilmu yang diperoleh dari belajar bisa disalurkan kepada orang lain atau kebermanfaatan lainnya. Jangan pernah membatasi ruang gerak seseorang dalam berkarir, sebab terkadang berkarir adalah kebutuhan yang harus dipenuhi untuk orang-orang yang punya value dan keinginan untuk terus maju.

Karir adalah bentuk representasi kompetensi seseorang dalam suatu bidang sehingga dapat meningkatkan kapasitas ilmu dan pengalaman yang membawa pada perkembangan kapabilitas seseorang. Namun sebagai umat Islam, ada rambu-rambu yang perlu diperhatikan. Bekerja harus tetap melihat boleh tidaknya suatu bidang pekerjaan bagi seorang muslim berdasarkan landasan aturan Islam.

Menikah

Menikah itu seumur hidup. Jangan pernah terbuai motivasi untuk segera menikah dengan iming-iming manis yang menyesatkan. Menikah adalah tentang orang yang akan menikah, bukan tentang orang lain. Jadi, pertimbangkan dengan baik. Dirimu perlu persiapkan diri dengan segala konsekuensi. Pastikan setelah menikah, dirimu akan terus berkembang, bukan terhalang. Juga pastikan bahwa dirimu akan tetap bisa mengejar dan mewujudkan mimpi-mimpimu setelah menikah.

Itulah tiga hal yang akan dipertimbangkan oleh siapa pun yang punya value di dalam dirinya. Setiap keputusan harus dipertimbangkan dan ketiganya adalah tanggung jawab besar yang harus punya kualitas yang jelas untuk memberikan dampak positif.

Pertimbangkan segala hal dengan baik, jangan lupa libatkan Allah di setiap prosesnya. Sebab, tidak semua yang baik bagi orang lain, baik pula bagi dirimu. Sebaliknya, yang buruk bagi orang lain, belum tentu juga akan buruk bagi dirimu. Cukup libatkan Allah, jangan pernah terbuai lisan manusia dalam perkara yang punya tanggung jawab yang begitu besar.

*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia. [CM/Na]

Views: 11

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *