Aksi Perempuan Dunia untuk P4l3stin4

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Salwa Hidayat
(Aktivis Muslimah Ngaglik, Sleman, DIY)

CemerlangMedia.Com — Genosida yang dilakukan oleh Zionis laknatullah terus menambah banyak korban jiwa yang gugur sebagai syuhada. Berdasarkan data dari CNBC, Kementerian Kesehatan P4l3stin4 dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah P4l3stin4 (PRCS), mencatat setidaknya ada 13.000 korban tewas, termasuk 5.500 anak-anak dan 3.500 wanita, korban luka-luka mencapai 30.000 orang, dengan sekitar 75% di antaranya adalah anak-anak dan perempuan.

Dari fakta di atas dapat dilihat bahwa kondisi saudara-saudara kita di P4l3stin4 sangat mengiris hati, khususnya perempuan dan anak-anak. Bahkan lebih mirisnya, perempuan-perempuan hamil di P4l3stin4 terpaksa melahirkan anak-anak mereka dalam kondisi terluka dan dibedah tanpa anestesi.

Dikutip dari jezebel.com, tim medis Rumah Sakit Nasser melakukan operasi darurat dengan bantuan senter dari ponsel dan dokter melakukan operasi tanpa mencuci tangan juga tanpa obat antibiotik untuk mencegah infeksi pasca operasi. Bayangkan, seberapa sakit ketika salah satu bagian dari tubuh ini dibedah dalam keadaan sadar. Sungguh, ini adalah suatu hal yang sangat menyakitkan di tengah peringatan hari anti kekerasan perempuan, tetapi masih ada perempuan yang mengalami penderitaan.

Potret Pemimpin Negeri Muslim

Sayangnya, para pemimpin negeri muslim seolah buta, tuli, dan hanya bisa memberi kecaman-kecaman atas tindakan genosida yang dilakukan Zionis laknatullah terhadap P4l3stin4. Di sisi lain, mereka tetap mempertahankan hubungan diplomatik dengan Zionis Yahudi.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, beberapa negara Arab menolak usulan Iran untuk melancarkan embargo minyak ke Zionis Yahudi. Usulan ini dikemukakan oleh Presiden Iran Ebrahim Raisi saat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) luar biasa antara Liga Arab dengan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada Sabtu (11-11-2023). Di antara negara-negara Arab yang masih berkomitmen untuk tetap mempertahankan hubungan diplomatik dengan Isr43l antara lain, UEA (Uni Emirat Arab), Mesir, Qatar, Bahrain, dan Maroko.

Lebih mirisnya lagi, di tengah-tengah genosida yang diluncurkan oleh Zionis laknatullah kepada saudara-saudara kita di P4l3stin4, negara tetangga, yakni Arab Saudi mengadakan konser megah bertajuk Riyadh Season 2023.

Sungguh, ini adalah sebuah pengkhianatan dari para pemimpin negeri muslim terhadap tanah suci Al-Quds, dan rakyat P4l3stin4. Salah satu tangan mereka seolah mengulurkan bantuan untuk P4l3stin4 dan satu tangan lainnya berlumuran darah saudara muslim P4l3stin4 karena hubungan diplomatik mereka dengan Zionis laknatullah. Inilah potret mirisnya para pemimpin negeri muslim.

Sikap para pemimpin negeri muslim yang tidak menitikberatkan persoalan P4l3stin4 merupakan penyakit dari virus nasionalisme yang sudah menginfeksi mereka dengan batas-batas negara. Menganggap genosida yang terjadi di P4l3stin4 bukanlah urusan bangsa mereka. Oleh karenanya, mereka hanya berdiam diri, berpangku tangan, dan merantai para tentara militer mereka di barak-baraknya.

Padahal genosida yang terjadi di P4l3stin4 bukan hanya masalah rakyat P4l3stin4, tetapi itu juga masalah kita, muslim yang tinggal di Indonesia, Malaysia, Mesir, Arab, dan negeri-negeri muslim lainnya. Sejatinya kaum muslimin itu adalah satu tubuh, sebagaimana sabda Rasulullah saw..

Dari Nu’man bin Basyir, semoga Allah meridai, bersabda Rasulullah saw.,
“Perumpamaan kaum mukminin dalam saling cinta-mencintai, sayang-menyayangi, dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuh yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR Al-Bukhari no. 6011, Muslim no. 2586 dan Ahmad IV/270).

Sudah seharusnya para pemimpin negeri muslim dan tentaranya berada di garda terdepan dalam melindungi kaum muslimin. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عِنْدَ اللهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ.

“Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.”

Di hadis yang lain Rasulullah saw. bersabda,

المسلم اخو المسام، لا تظلمه ولا يسلمه.

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, maka dia tidak boleh menindasnya dan tidak pula menyerahkannya kepada penindas.”

Wahai para penguasa negeri muslim, sudah saatnya untuk kalian mengirim tentara-tentara yang selama ini kalian latih dengan alat-alat militer yang lengkap nan canggih untuk membebaskan tanah Al-Quds dan menghentikan genosida atas saudara kita di P4l3stin4.

Seruan untuk Muslimah

Wahai saudariku! Sejatinya pemimpin negeri yang dapat menjaga kehormatanmu dan nyawamu hanyalah pemimpin yang memiliki keberanian dan ketegasan laksana Mu’tassim Billah yang dengan berani mengirim pasukan ke Baghdad untuk menyelamatkan seorang muslimah yang dilecehkan oleh seorang Yahudi. Laksana Rasulullah saw. yang dengan tegasnya membunuh seorang Yahudi karena telah melecehkan seorang muslimah dan membunuh seorang muslim.

Wahai saudariku! Ketahuilah bahwa pemimpin yang memiliki ketegasan dan keberanian sepeti itu tidak lahir dari sistem yang rusak kapitalisme, yang darinya lahir konsep nasionalisme, konsep yang memecah belah kaum muslimin, memetakan permasalahan negeri-negeri kaum muslimin. Namun, mereka lahir dari sistem yang mengatur seluruh aspek kehidupan, sistem yang paripurna nan sempurna, yakni sistem Islam. Sistem inilah yang dapat melahirkan para pemimpin yang menjadikan hukum Allah selalu berada di depan matanya.

Wahai saudariku! Ingatlah bahwa satu-satunya institusi yang dapat menerapkan Islam secara universal hanyalah institusi Khil4f4h. Institusi inilah yang pernah memimpin dunia selama 1.400 tahun lamanya, menjadi mercusuar dunia dan disegani oleh para sekutu serta ditakuti oleh musuh-musuhnya. Institusi ini jugalah yang mengembalikan kemuliaan tanya Al-Quds dari genggaman tentara salib kala itu.

Wahai saudariku! Pahamilah bahwa hanya institusi inilah yang dapat membumihanguskan Zionis laknatullah dan membebaskan Al-Quds. Maka dari itu, mari kita berada dalam satu narasi yang sama, dalam satu barisan yang memperjuangkan kembali tegaknya institusi negara Daulah Khil4f4h Islamiah.
Wallahu a’lam bisshawaab. [CM/NA]

Views: 24

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *