Bekasi Hadapi El Nino, Tak Cukup dengan Salat Istisqa

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Neni Nurlaelasari
(Kontributor CemerlangMedia.Com)

CemerlangMedia.Com — Fenomena El Nino yang terjadi di Indonesia mulai terasa dampaknya. Kemarau panjang menyebabkan bencana kekeringan. Bekasi menjadi salah satu wilayah yang terdampak bencana kekeringan. Selain bantuan pasokan air bersih, upaya yang dilakukan yakni melaksanakan salat istisqa dengan tujuan meminta hujan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Muchlis, menyatakan bahwa bencana kekeringan telah menyebar hingga 23 desa di sembilan kecamatan. Dengan total 25.204 warga yang terdampak dari 6.675 kepala keluarga (Antaranews.com, 31-08-2023).

Untuk mengatasi dampak kekeringan, BPBD Kabupaten Bekasi bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Muara Gembong mendistribusikan 16.000 liter air bersih untuk masyarakat Desa Pantai Harapan yang terdampak kekeringan (Bekasikab.go.id, 12-09-2023). Di sisi lain, melalui surat edaran Nomor: 05/MUI/KAB-BKS/VIII/2023 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi menyeru warga muslim Bekasi untuk melaksanakan salat Istisqa (Antaranews.com, 02-09-2023).

Ibarat peribahasa, “Sudah jatuh tertimpa tangga”. Selain ancaman kekurangan air bersih untuk konsumsi rumah tangga, para petani Desa Sukaringin Kecamatan Sukawangi mengeluhkan rusaknya bendungan Kali CBL (Cikarang Bekasi Laut). Hal ini berdampak pada areal persawahan di wilayah utara Kabupaten Bekasi yang mengalami kekeringan. Pasalnya, air dari Kali CBL tidak terbendung dengan baik untuk mengaliri ke saluran irigasi. Air di bendungan Kali CBL itu langsung mengalir ke laut (TribunBekasi.com, 22-08-2023).

Potensi Bekasi Belum Mampu Beri Solusi

Bekasi merupakan wilayah penyangga ibu kota yang mempunyai potensi dan tantangan yang besar. Potensi Bekasi terlihat dari kesuburan tanah, mengalirnya beberapa aliran sungai, serta letak wilayahnya yang strategis. Kesuburan tanah ini pun dimanfaatkan untuk sektor pertanian. Sementara itu, strategisnya wilayah Bekasi menjadikannya sebagai daerah industri terbesar di Asia Tenggara.

Selain itu, sektor pariwisata dan perdagangan pun tumbuh pesat di Bekasi. Potensi ini akhirnya mengundang terjadinya urbanisasi ke wilayah Bekasi sehingga kepadatan penduduk tak bisa dihindari. Tak ayal, kebutuhan akan air dan pemukiman selalu meningkat seiring padatnya jumlah penduduk Bekasi.

Sayangnya, potensi wilayah yang ada tidak dibarengi dengan perencanaan tata wilayah yang baik. Oleh karenany, berbagai tantangan muncul, seperti alih fungsi lahan menjadi wilayah industri dan pemukiman. Hal ini terjadi akibat maraknya investasi di bidang industri dan properti sehingga mengakibatkan lahan hijau dan daerah resapan air makin berkurang.

Di sisi lain, fasilitas umum seperti bendungan atau kali yang menjadi kebutuhan untuk irigasi warga tak terawat. Hal ini berimbas pada sektor pertanian sehingga makin memperparah kondisi yang ada. Dengan potensi dan tantangan yang luar biasa, seharusnya pemerintah memberikan perhatian serius, termasuk bersiap menghadapi bencana kekeringan ini sehingga upaya yang dilakukan tak sekadar bantuan pasokan air bersih yang jumlahnya terbatas, maupun imbauan untuk salat Istisqa.

Belum maksimalnya potensi yang ada dalam menghadapi bencana, sesungguhnya tak lepas dari penerapan sistem kapitalisme di negeri ini. Sistem yang hanya mengejar keuntungan materi sebanyak-banyaknya. Berdirinya berbagai industri dan bisnis properti yang menggila adalah bukti rakusnya para kapitalis menjadikan setiap jengkal tanah untuk menghasilkan cuan. Sementara itu, dampak lingkungan dari alih fungsi lahan tak pernah dipertimbangkan.

Minimnya peran negara dalam memerhatikan fasilitas publik, seperti perawatan bendungan menjadi hal biasa dalam sistem kapitalisme. Sebab pandangan untung rugi menjadi pertimbangan dalam melayani rakyat. Maka tak heran ketika bencana melanda, solusi yang ditawarkan hanya sesaat, tak menyentuh akar permasalahan yang ada.

Solusi Islam Atasi Kekeringan

Datangnya bencana memang takdir Allah. Namun, mengantisipasi bencana masih ada di dalam ranah kendali manusia. Islam sebagai agama yang paripurna tentu memiliki tuntunan bagi problematika manusia. Dalam menghadapi bencana kekeringan, negara dalam sistem Islam berperan bukan hanya sebatas memberikan bantuan dan himbauan untuk melaksanakan ibadah.

Namun, negara dalam sistem Islam melakukan upaya preventif (pencegahan) sebelum terjadi bencana, seperti mengatur pemanfaatan lahan, larangan alih fungsi area resapan air, perawatan bendungan, serta pengaturan tata kelola wilayah dengan tetap mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan. Sebab, peran negara dalam sistem Islam adalah mengatur urusan umat. Sebagaimana dalam sebuah hadis Rasulullah saw.,
“Imam/khalifah itu laksana penggembala dan hanya dialah yang bertanggung jawab terhadap gembalaannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Maka menerapkan sistem Islam adalah sebuah kebutuhan. Sebab, dalam sistem Islam, mengurus urusan rakyat adalah prioritas utama tanpa memandang untung rugi. Sementara itu, Islam memandang sumber daya alam seperti air adalah kepemilikan umat. Seperti dalam hadis Rasulullah saw.,
“Manusia berserikat dalam tiga perkara, yaitu air, padang rumput, dan api.” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Dengan landasan ini, maka penyediaan fasilitas pendukung untuk memenuhi kebutuhan air serta pengaturannya menjadi tanggung jawab penuh negara. Oleh karenanya, pembangunan industri atau pemukiman diatur sedemikian rupa. Alhasil, alih fungsi lahan tidak akan terjadi secara serampangan yang dapat menimbulkan daerah resapan air makin berkurang.

Maka, sudah selayaknya kita beralih menerapkan sistem Islam dan mencampakkan sistem kapitalisme yang terbukti gagal dalam mengatasi problematika manusia sehingga bencana kekeringan bisa diatasi dengan baik dan fenomena El Nino tak sekadar dihadapi dengan cara salat istisqa. Wallahu a’lam bisshawwab. [CM/NA]

Views: 25

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *