Mengejar Target 19 Juta Lapangan Kerja

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

 

Oleh: Yeni Nurmayanti

CemerlangMedia.Com — Tingkat pengangguran kian hari kian meningkat. Hal ini bisa terjadi karena ada faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya pengangguran.

Faktor-faktornya antara lain:
Pertama, adanya kemajuan teknologi. Banyak perusahaan yang beralih menggunakan tenaga kerja robot daripada menggunakan tenaga kerja manusia.

Kedua, minimnya pendidikan dan keterampilan. Orang dengan tingkat pendidikan rendah dan tidak memiliki keahlian khusus akan sulit bersaing dengan orang yang memiliki tingkat pendidikan tinggi dan meiliki kemampuan khusus.

Ketiga, tidak memiliki kriteria. Pelamar pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan perusahaan akan sulit mendapatkan pekerjaan, banyak perusahaan yang ingin memiliki karyawan yang usianya masih muda, rupawan, tinggi, dan sudah berpengalaman.

Keempat, ketidakseimbangan antara pekerjaan dan tenaga kerja. Lonjakan jumlah penduduk dan ketersediaan lapangan kerja yang minim membuat jumlah pengangguran kian meningkat.

Kelima, PHK. Ketidakseimbangan perusahaan menjadi faktor maraknya perusahaan melakukan PHK terhadap para karyawannya demi menjaga stabilitas perusahaan.

Upaya Pemerintah Menyikapi Pengangguran

Menyikapi angka pengangguran yang semakin meningkat, hal ini menjadi acuan pemerintah untuk menggagas berbagai progam demi mengentaskan problem pengangguran.

Di antara programnya yaitu:
Pertama, mendirikan 10 koperasi di Kota Bekasi. Hal ini bertujuan menghidupkan kembali ekonomi rakyat pasca-pandemi dan meningkatkan solidaritas ekonomi berbasis gotong royong. Koperasi yang direncanakan terdiri dari koperasi simpan pinjam dan koperasi multifungsi, dengan fokus pada kegiatan ekonomi produktif di tingkat lokal. Dengan adanya simpan pinjam masyarakat bisa membangun UMKM sendiri. Di lansir dari Bekasi Pedia, (5-11-2025).

Kedua, Program Magang Nasional. Pemerintah memprioritaskan program magang untuk menjembatani kesenjangan antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri, serta membekali mereka dengan keterampilan yang relevan dan dibutuhkan oleh dunia usaha. Peserta Program Magang Nasional akan menerima uang saku yang setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota di lokasi magang mereka. Dilansir dari Kompas, (8-11-2025).

Program yang dibuat malah menunjukkan pemerintah tidak serius dalam membuka lapangan kerja dan malah mengalihkan tanggung jawab kepada masyarakat dengan dalih ekonomi kerakyatan dan kegiatan sosial perusahaan. Alih-alih menciptakan proyek padat karya yang membuka lapangan kerja, pemerintah lebih memilih solusi sementara.

Solusi Islam

Fungsi negara dalam sistem Islam adalah untuk mengurusi semua kebutuhan umat, baik itu berupa sandang, pangan, dan papan. Begitu pun dengan menyediakan lapangan pekerjaan. Jadi pemerintah wajib menyediakan lapangan pekerjaan bagi seluruh umat.

Pemerintah juga bertanggung jawab penuh terhadap kelestarian dan pengelolaan sumber daya alam yang di miliki oleh pemerintah. Sumber daya alam tidak boleh dikelola oleh individu maupun kelompok tertentu.

Indonesia kaya akan sumber daya alam. Sumber daya alam yang dimiliki terbagi menjadi dua, yaitu sumber daya alam terbarukan, seperti hutan, air, energi matahari. Sementara sumber daya alam tidak terbarukan, seperti minyak bumi, gas alam, batu bara, dan mineral berharga seperti emas, nikel, dan tembaga.

Jika sumber daya alam dikelola oleh pemerintah, besar kemungkinan akan menciptakan lapangan kerja yang luas. Seperti tambang emas di Papua jika dikelola oleh negara, maka manfaatnya akan kembali ke masyarakat, bukan ke individu asing dan aseng.

Sementara dari sisi militer, negara akan membutuhkan pasukan militer yang banyak untuk menjaga kedaulatan negara. Dari sisi keamanan, negara juga akan membuka lapangan pekerjaan untuk posisi polisi.

Polisi dalam sistem Islam bukan hanya mengurusi masalah lalu lintas saja, tapi juga mengurusi keamanan sampai tingkat RT dan RW sehingga tugas satpam di perumahan/di kampung-kampung menjadi tugas polisi. Bukan hanya itu, tugas pak ogah yang biasa mengatur lalu lintas di jalan raya itu juga menjadi tugas polisi.

Bahkan tugas polisi hingga masuk ke pasar-pasar, baik itu pasar tradisional maupun modern. Sehingga dengan banyaknya tugas polisi, akan membutuhkan sumber daya manusia yang banyak pula. Hal ini akan membuka peluang lapangan kerja.

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan dana baik itu berupa modal usaha atau berupa pinjaman tanpa riba untuk membantu masyarakat yang memiliki bakat berwirausaha untuk mengembangkan usahanya atau memulai usahanya agar bisa mencukupi keluarganya. Islam juga mengharamkan segala bentuk riba.

Begitulah cara sistem Islam dalam memberantas pengangguran. Hanya sistem Islam sebaik-baik aturan yang bisa memberikan kesejahteraan yang merata dan memberikan rahmat bagi seluruh alam.

Allah Swt. berfirman,
“Dan Kami (Allah) tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (TQS Al-Anbiya: 107).

Maka sudah semestinya kita wajib berada di barisan dakwah ini demi untuk terwujudnya sistem Islam kafah. Wallahu a’lam bisshwab.

(*Naskah ini original, tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]

Views: 59

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *