#30HMBCM
Oleh: Zakiah Ummu Faaza
CemerlangMedia.Com — Depresi adalah penyakit mental yang menyentuh suasana hati seseorang secara terus-menerus. Penyakit mental ini membuat pikiran, hati, dan perilaku tidak sebagaimana mestinya.
Pada saat ini, virus depresi menjangkit generasi muda, pelajar, dan mahasiswa. Padahal, mereka adalah harapan terbaik bagi kedua orang tuanya.
Sebagaimana dilansir dari portal daring, Kapolsek Bogor Tengah telah menemukan sebuah surat tulisan tangan yang berisikan permintaan maaf kepada orang tuanya, sebagai barang bukti untuk proses penyelidikan dalam kasus mahasiswi Universitas Pakuan Bogor yang terjatuh dari lantai tiga gedung manajemen. Saat ini, ia sedang dirawat intensif (cnnindonesia.com, 14-11-2025).
Berdasarkan hasil penyelidikan dari surat tersebut, menunjukkan bahwa mahasiswi tersebut mengalami depresi. Hanya saja, belum diketahui apa penyebab depresinya.
Hal membuktikan bahwa mental generasi saat ini tidak sedang baik-baik saja. Mereka memiliki mental yang rapuh, tidak kuat menghadapi persoalan dalam kehidupan dan tidak mampu mencari penyelesaian dengan cara yang tepat dan benar.
Jika dicermati, penyebab depresi bisa berasal dari dalam dan dari luar diri seseorang. Dari dalam, berarti dari mental/psikisnya, sedangkan dari luar berarti dari lingkungan sekitar atau masyarakat, bahkan bisa berasal dari pemerintah. Mental yang lemah akan membuat seseorang tidak bisa menyelesaikan masalah dan merasa bahwa dengan meninggalkan dunia ini adalah satu-satunya cara.
Pada umumnya, depresi yang dialami generasi saat ini sebagian besar datang dari kehidupan yang kacau, tidak nyaman, dan berada dalam tekanan yang memuncak. Keadaan seperti ini diakibatkan penerapan sistem kapitalisme yang sangat berat, seperti mahalnya biaya pendidikan, tingginya biaya kebutuhan sehari-hari, kesehatan yang mahal, masyarakat yang individualis, kriminalitas tinggi, dll..
Tentunya, generasi yang terjangkit virus depresi ini adalah efek dari penerapan sistem hidup yang salah. Sistem hidup yang membuat manusia tertekan dan putus asa. Kondisi generasi yang terjangkit virus depresi ini tidak boleh dibiarkan begitu saja karena akan menular kepada generasi berikutnya jika tidak ditangani dengan cara yang tepat.
Kapitalisme Penyebabnya
Sistem kapitalisme yang diterapkan di negeri ini, menyebabkan lahirnya generasi terjangkit virus depresi. Sistem kapitalisme yang asasnya menuhankan materi semata membuat manusia hanya sibuk mencari keuntungan, kesenangan, dan apresiasi dunia saja tanpa memperhatikan ketakwaan dan keridaan Allah Swt.. Oleh karena itu, wajar jika generasi, mudah terjebak depresi.
Selain itu, corak sistem kapitalisme yang senantiasa mementingkan kepentingan diri sendiri mengakibatkan manusia tidak ada tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah. Pun, tidak ada yang mengarahkan mereka pada jalan yang benar untuk bertindak yang benar pula. Artinya, dalam sistem ini, jiwa saling tolong menolong serta kepedulian sosial sangat minim. Alhasil, generasi sering kali merasa sendirian.
Ditambah lagi, pelayanan pemerintah yang abai dalam mengurusi rakyatnya dalam memenuhi hak dasar, kesehatan, sosial, keamanan, kesehatan, dan pendidikan mengakibatkan generasi terpaksa hidup dalam tekanan, kemiskinan, biaya mahal, pergaulan bebas dan yang sejenisnya, membuatnya sedih berkepanjangan, dan hidup dalam tekanan atau depresi.
Negara sebagai pengurus rakyatnya seharusnya menjamin keselamatan warganya dari tindakan yang menyebabkan depresi serta mampu melahirkan generasi yang bertakwa, juga sehat mentalnya. Sayangnya, negara tidak mampu untuk mewujudkannya, yang ada generasi menjadi korban kebijakan dari pemerintah itu sendiri.
Hanya Islam Solusinya
Islam adalah agama yang sempurna yang mengatur seluruh aspek kehidupan, yang mampu memecahkan berbagai persoalan, termasuk dalam hal kesehatan mental (depresi). Islam sangat menjaga umatnya agar terhindar dari berputus asa karena perbutan tersebut dilarang oleh agama dan termasuk perbuatan dosa.
Sebagaimana firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an ayat 87 surah Yusuf, “Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.”
Jelaslah bahwa sikap seorang muslim dalam mengarungi kehidupan ini sudah seharusnya senantiasa bersandar hanya kepada Allah semata. Oleh karenanya, dalam setiap aktivitasnya mengenal halal dan haram juga mampu mengendalikan diri yang didasari oleh keimanan yang kuat. Artinya, salah satu cara pencegahan depresi generasi adalah memperbaiki diri dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah agar senantiasa bertawakal dalam menghadapi cobaan.
Negara Islam akan menjamin kebutuhan dasar setiap rakyatnya, menyediakan lapangan pekerjaan, sekolah gratis, kesehatan gratis, juga keamanan di manapun berada. Artinya, negara sangat bertanggung jawab untuk menjamin semua kehidupan rakyatnya dengan pengaturan yang benar sehingga terwujud kesejahteraan rakyat, termasuk generasi.
Dengan demikian, depresi yang dialami oleh generasi, baik dari dalam dirinya maupun efek sistem kapitalisme akan hilang jika yang diterapkan adalah sistem Islam. Sebab, hanya sistem Islam yang sesuai dengan fitrah manusia dan masuk akal sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat mentalnya, tidak berbuat sesuka hati, maupun bunuh diri.
Oleh karenanya, perlu disadari bersama bahwa solusi tuntas atas persoalan virus depresi yang menjangkit generasi adalah dengan mengganti sistem kapitalisme yang rusak dan merusak. Kemudian segera kembali kepada sistem Islam yang telah terbukti mampu mewujudkan kehidupan yang ideal dalam bingkai Khil4f4h.
(*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia) [CM/Na]
Views: 18






















