Dampak Buruk Sebuah Event, Inikah Konsekuensi dari Sekularisme?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Dalam waktu dekat, Sumbar akan menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Kejurnas Pacuan Kuda seri 1 dan 2. Ketua umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi), Triwatty Marciano telah membahasnya saat melakukan kunjungan di kediaman Gubernur Sumbar. Ia meyakini acara tersebut akan berdampak positif untuk sektor ekonomi dan pariwisata di Sumbar. Menurut prediksinya, event ini akan mampu mendatangkan banyak orang karena pada sesi 2 telah disepakati sebagai babak kualifikasi untuk PON 2024. Maka ini menjadi suatu keharusan bagi semua provinsi yang akan mengikuti PON untuk hadir di Sumbar.

Gubernur Sumbar sangat menyambut baik adanya event tersebut. Menurutnya acara ini bisa meningkatkan angka kunjungan wisatawan dan tentu saja akan sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat dengan banyaknya orang yang datang. Bahkan bukan tidak mungkin ke depannya pihaknya akan berupaya mendatangkan indukan kuda dari luar negeri. Tujuannya tentu saja agar peternak kuda di Sumbar menjadi lebih bergairah (10-7-2023).

Timbul pertanyaan, benarkah adanya penyelenggaraan Kejurnas pacuan kuda ini akan mampu mendongkrak peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi untuk penduduk lokal? Memang pada kenyataannya setiap penyelenggaraan event baik skala kecil maupun besar pasti memiliki dampak, positif ataupun negatif. Keduanya akan sangat berpengaruh terhadap lingkungan, sosial budaya, politik, pariwisata, dan ekonomi. Namun, biasanya yang terkena dampak paling signifikan adalah sosial dan budaya masyarakat sekitar.

Hal ini tentu saja sesuatu yang berbahaya karena akan banyak pihak yang terlibat dan berinteraksi dengan masyarakat setempat dan pada saat itulah event tersebut menimbulkan dampak kerusakannya. Efek negative akan lebih dominan berpengaruh kepada masyarakat setempat, misalnya saja kehilangan identitas dan keaslian suatu daerah, prilaku buruk, kekerasan, citra negatif terhadap penduduk di wilayah tersebut dan perilaku sosial yang menyimpang.

Jika dilihat dari sektor ekonomi pun sama sekali tidak berdampak signifikan bagi warga lokal. Justru pemanfaatan beberapa event yang bertujuan mendongkrak pendapatan terlebih pada sektor pariwisata sama sekali tidak tercapai. Sebab pada kenyataannya sektor ini banyak dimanfaatkan oleh investor atau para kapitalis untuk meraup untung sebanyak-banyaknya bagi kepentingan mereka. Para pemilik modal cenderung memanfaatkan potensi keindahan alam, keragaman budaya, dan keunikan adat tradisi yang ada pada masyarakat sebagai objek wisata yang ditonjolkan.

Maka kemudian dapat disimpulkan bahwa sebuah negara yang menganut paham kapitalisme tentu setiap kebijakannya tidak akan pernah berpihak terhadap kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Sejahtera hanya akan menjadi mimpi yang sulit diraih pada sistem yang berlandaskan materi ini. Kaum kapitalis akan senantiasa memonopoli semua sektor sekalipun harus mengorbankan kepentingan banyak pihak. Tentu hal ini pulalah yang menjadi pemicu pada akhirnya makin banyak kasus-kasus korupsi yang terjadi di negara ini, karena pada dasarnya mereka tidak menjadikan halal haram sebagai tolok ukur dalam menjalani kehidupan.

Pada kondisi inilah umat butuh adanya sistem yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Sistem yang memberikan solusi untuk setiap problematika manusia dan itu hanya ada di dalam Islam. Seluruh aturan hidup di dalam Islam adalah aturan yang bersumber langsung dari Allah Zat Pencipta alam semesta, maka sudah seharusnya masyarakat mau dan kembali kepada aturan Islam yang jelas-jelas merupakan solusi hakiki bagi kehidupan umat. Allah Sang Pencipta tentu lebih paham dengan kondisi ciptaan-Nya, dan aturan Islam memang paling relevan sejak dahulu, kini bahkan nanti.

Rina Herlina
Payakumbuh, Sumbar [CM/NA]

Views: 39

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *