‎Era Kegemilangan, Mustahil Terwujud dalam Sekularisme

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Untuk mewujudkan zaman keemasan, baik di pesantren ataupun di luar pesantren, butuh dakwah politik Islam yang terarah guna menghadirkan peradaban Islam yang hakiki dengan mengikuti fikrah dan thariqah yang dicontohkan Rasulullah saw., yaitu membina masyarakat dengan tsaqafah Islam, berinteraksi dengan umat untuk mendakwahkan Islam serta penerapan hukumnya.

CemerlangMedia.Com — Menteri agama mengajak seluruh komponen pondok pesantren di Indonesia untuk menjadikan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Nasional dan Internasional sebagai jalan utama menuju era keemasan peradaban Islam (02-10-2025). Namun, hal demikian adalah hal yang mustahil bisa terwujud saat ini.

Sebab pada faktanya, kaum muslim masih jauh dari kehidupan Islam dalam semua bidang. Apalagi hanya berharap pada pondok pesantren yang sebatas memadukan ilmu pengetahuan dunia dan akhirat tanpa adanya kepemimpinan Islam dan penerapan hukum-hukum-Nya.

Keberadaan pondok pesantren sebagai tempat penuntut ilmu, memang sangatlah diharapkan menjadi sinyal kebangkitan Islam. Ini sekaligus dijadikan sebagai tema besar Hari Santri 2025 “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”. Namun, dalam kehidupan sekularisme liberal seperti saat ini, arah penetapan tema tersebut butuh dicermati dengan kaca mata syariat.

Jika dicermati, pada program tersebut terlihat ada upaya pengokohan sekularisme di dunia pesantren, yaitu dengan mendistorsi posisi strategis pesantren sebagai pusat pencetak ulama dan pemimpin peradaban Islam. Sementara upaya mewujudkan era kegemilangan adalah kewajiban seluruh kaum muslim di seluruh dunia, bukan hanya di pondok pesantren.

Ditambah lagi, paham nasionalisme yang menjadi landasan program tersebut akan menghalangi penyatuan seluruh kaum muslim sehingga memandang era kejayaan hanya dimiliki negara tertentu saja, bukan untuk seluruh dunia. Artinya, program tersebut membelokkan arah perjuangan santri menjadi agen perdamaian dan perubahan sosial versi sekularisme, serta mengarahkan santri sebagai duta Islam moderat yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam. Alhasil, era kegemilangan mustahil terwujud.

Dalam kacamata syariat, kebangkitan Islam bukanlah kewajiban bagi sebagian orang, melainkan kewajiban kaum muslim seluruhnya. Kaum muslim harus berjuang, bekerja keras, bahu membahu dalam semua bidang, baik itu dalam bidang sosial, politik, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan untuk senantiasa menerapkan Islam yang dicontohkan oleh Rasulullah berdasarkan petunjuk Al-Qur’an dan sunah.

Dalam hal ini, pesantren hanyalah salah satu komponen yang berperan dalam mewujudkan era kegemilangan dari satu sisi saja, sementara sisi lainnya belum terpenuhi, yaitu sisi politiknya. Oleh karena itu, untuk mewujudkan zaman keemasan, baik di pesantren ataupun di luar pesantren, butuh dakwah politik Islam yang terarah guna menghadirkan peradaban Islam yang hakiki dengan mengikuti fikrah dan thariqah yang dicontohkan Rasulullah saw., yaitu membina masyarakat dengan tsaqafah Islam, berinteraksi dengan umat untuk mendakwahkan Islam serta penerapan hukumnya.

Oleh karenanya, perlu diketahui bersama bahwa jalan untuk mewujudkan era kegemilangan Islam adalah dengan mencampakkan sistem sekularisme buatan manusia yang rusak dan merusak serta kembali kepada sistem Islam secara keseluruhan yang diterapkan dalam semua aspek kehidupan dalam bingkai Khil4f4h.

Zakiah Ummu Faaza
Bogor, Jawa Barat [CM/Na]

Views: 37

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *