Muslim is My Real Identity

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Banyak pemuda muslim hari ini yang tidak memahami agamanya secara kafah. Bahkan kita menemui fakta adanya remaja yang dengan mudahnya berkelakuan jahat atau menjadi kriminal. Kehidupan saat ini yang bercermin pada gaya hidup Barat kapitalis sekuler akhirnya membentuk remaja muslim menjadi pribadi minim akhlak, kehilangan arah dan jati diri mereka yang sesungguhnya.

Beberapa waktu yang lalu, memasuki awal bulan Ramadan muncul berita adanya sekelompok remaja ditangkap polisi karena mereka melakukan perang sarung. Perang sarung tersebut menjadi berbahaya karena ditujukan untuk menyerang. Tak hanya itu, di daerah lain juga didapati klithih sebagai bentuk kekerasan jalanan remaja.

Kehidupan sekuler kapitalis yang memisahkan agama dari kehidupan, kini menjadi standarisasi kehidupan remaja. Akhirnya segala kemaksiatan bebas dilakukan, dan mereka tampakkan dengan dalih hak asasi manusia (HAM). Kebebasan ini juga menjadikan mereka pribadi yang apatis terhadap sekitarnya. Mereka cenderung tidak peduli terhadap permasalahan orang lain. Jika tidak ada kepedulian terhadap sekitarnya, bagaimana ia bisa peduli dengan masalah umat, khususnya masalah remaja saat ini?

Padahal sebenarnya kita adalah umat terbaik yang memiliki misi dakwah kepada manusia sesuai firman Allah Swt., “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS Ali-Imran: 110)

Allah Swt. telah menyampaikan kalau kita ini adalah pemuda-pemuda terbaik. Kita bisa menjadikan Rasulullah saw. dan sahabat beliau sebagai contoh bahwa syariat Islam tidak menghalangi mereka untuk menjadi orang yang hebat. Sebagai contoh, Zaid bin Tsabit. Di usianya yang masih muda, semangat beliau untuk jihad sudah sangat besar. Di usianya yang masih sangat muda, beliau juga telah menghafal 16 surat Al-Qur’an, menguasai beberapa bahasa, dan dapat membaca dan juga menulis. Karena kecerdasan yang beliau miliki maka Rasulullah saw. memberikan amanah kepada beliau sebagai juru tulis nabi. Pada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash Shiddiq as, beliau kembali diamanahi untuk terlibat dalam pembukuan Al-Qur’an.

Sebenarnya kita punya banyak sekali pemuda-pemuda yang sangat hebat pada masa kejayaan Islam. Dengan begitu, kita bisa menjadikan mereka contoh bahwa kalau kecerdasan tidak diimbangi dengan keimanan, maka yang didapat adalah kerugian dunia akhirat. Demikian pula sebaliknya.

Maka tugas kita adalah mengingatkan remaja sesama muslim untuk menjadi pemuda terbaik dengan menerapkan Islam secara kafah. Jika saat ini belum ada negara khil4f4h Islam, maka mulailah pada diri sendiri untuk istikamah berada di jalan Islam dan ikut memperjuangkan tegaknya Islam kafah tersebut.

Farrah Kamila Putri
(Santriwati Kelas XII, Islamic Leadership School Taruna Panatagama Putri, Yogyakarta)

[CM/NA]

Views: 31

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *