PHK Belum Reda, Islam Solusi Nyata

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

Oleh: Yuke Octavianty
Forum Literasi Muslimah Bogor

Negara Islam (Khil4f4h) memiliki mekanisme yang khas dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan rakyat secara menyeluruh. Negara bertanggung jawab menjamin kebutuhan dasar setiap individu, seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan lapangan pekerjaan. Pembiayaan berbagai kebutuhan tersebut dikelola melalui baitulmal sesuai ketentuan syariat.

CemerlangMedia.Com — Badai PHK terus melanda negeri ini. Bahkan, ancaman PHK kian deras seiring dengan tekanan konflik global yang makin memanas.

Fakta Badai PHK

Keadaan ekonomi yang karut marut sangat tampak pada segala sisi. Salah satu fakta, anjloknya nilai rupiah ke nilai terlemah sepanjang sejarah. Dilaporkan per 4 Juni 2026, nilai rupiah menyentuh angka Rp18.004 per dolar Amerika (kompas.com, 4-6-2026). Nilai ini pun dilaporkan sebagai nilai paling merah di antara nilai mata uang lain di Asia.

Huru-hara politik dalam negeri dan kisruhnya sektor ekonomi sangat memengaruhi keadaan industri, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kebijakan PHK menjadi satu keputusan bagi industri untuk mengoptimalkan kerjanya, salah satunya terjadi di PT Xacti, Depok. Perusahaan ini melakukan PHK kepada 350 karyawan dan menutup kegiatan operasionalnya di wilayah Depok (cnnindonesia.com, 26-5-2026).

Kabar buruknya lagi, para korban PHK juga kesulitan mencari pekerjaan pengganti. Pasar tenaga kerja di dalam negeri belum memperlihatkan harapan yang menjanjikan. Gap yang ada terlalu dalam, antara pencari kerja dan lowongan yang tersedia. Data platform pencari kerja, JobStreet by SEEK, Maret 2026 lalu mencatat satu lowongan kerja dapat menerima lamaran dari 500 hingga 600 pencari kerja (cnbcindonesia.com, 29-5-2026).

Persaingan yang ada terlalu ketat. Bahkan dilaporkan, satu lowongan kerja dapat menerima lamaran hingga ribuan. Tentu saja keadaan ini tidak sehat dari sisi ekonomi dan sosial. Lesunya prospek kerja dan lowongan yang tersedia makin memperburuk keadaan dalam negeri. Sementara kebutuhan hidup sehari-hari harus selalu dipenuhi.

Refleksi Rusaknya Pengaturan

Lesunya sistem ekonomi menjadi pukulan telak yang secara cepat mampu menghabisi suatu negeri dan kebijakan PHK sering dijadikan jalan pintas yang diyakini mampu memperbaiki keadaan. Padahal dampaknya justru sistemik, langsung pada kestabilan ekonomi secara menyeluruh.

PHK merupakan kebijakan tak elok yang sering diterapkan dalam sistem kapitalisme. Alasannya hanya satu, sistem rusak ini menganggap tenaga kerja hanya sebagai komoditas yang bisa dengan mudah “dipangkas”. Alih-alih memperbaiki produktivitas ekonomi, justru yang terjadi kecelakaan sosial ekonomi yang terjadi serentak.

Inilah dampak penerapan sistem rusak yang memusatkan modal hanya pada segelintir kelompok elite. Alhasil, lapangan pekerjaan menjadi sempit. Lapangan kerja dibuka bukan karena kebutuhan, tetapi jika menguntungkan bagi pemilik modal, yakni pengusaha sekaligus penguasa. Jelas, konsep ini pun secara teori akan melahirkan ketimpangan ekonomi yang ekstrem.

Negara yang mengadopsi sistem kapitalisme secara alamiah tidak akan pernah mengalami kestabilan ekonomi sesuai harapan. Sebab, mekanisme dan strategi kebijakan yang diterapkan tidak pernah mampu memutar roda ekonomi secara ideal.

Tengok saja kebijakan PHK yang sering dijadikan andalan negara kapitalisme. Saat badai PHK terus terjadi, negara hanya mengguyur rakyat dengan sejumput jaringan pengaman sosial yang diklaim mampu menyelamatkan ekonomi rakyat.

Negara kebakaran jenggot atas efek domino PHK yang terus dijadikan kebijakan berulang. Solusi tambal sulam semacam ini tidak layak dijadikan sandaran untuk memperbaiki keadaan. Kebijakan ini justru mempercepat runtuhnya ekonomi dan sosial secara mutlak.

Solusi Islam

Sistem Islam adalah sistem terbaik untuk mengatur kehidupan di semua aspek. Terlebih bidang ekonomi dan sosial yang langsung bersentuhan dengan umat. Dalam sistem ini, pemenuhan kebutuhan dan kemaslahatan rakyat ditempatkan sebagai prioritas utama yang wajib dipenuhi oleh negara.

Rasulullah saw. bersabda,
“Imam adalah raa’in (pengurus) dan ia bertanggung jawab atas urusan rakyatnya.” (HR Al-Bukhari).

Islam merupakan ideologi yang memiliki seperangkat aturan menyeluruh untuk mengatur berbagai aspek kehidupan. Seluruh strategi dan mekanisme dibangun atas fondasi akidah Islam. Segala bentuk kebijakan yang disandarkan berdasarkan hukum syarak hanya mampu efektif terselenggara dalam institusi khas, yakni Daulah Khil4f4h, sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw. dalam membangun kekuatan Islam.

Negara Islam (Khil4f4h) memiliki mekanisme yang khas dalam menjamin terpenuhinya kebutuhan rakyat secara menyeluruh. Negara bertanggung jawab menjamin kebutuhan dasar setiap individu, seperti pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan lapangan pekerjaan. Pembiayaan berbagai kebutuhan tersebut dikelola melalui baitulmal sesuai ketentuan syariat. Oleh karena itu, segala bentuk kebijakan yang ditetapkan adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat sebagai bentuk prioritas capaian utama dalam pengelolaan negara.

Dalam bidang ekonomi, negara memiliki strategi khas dalam perluasan lapangan kerja melalui optimasi pengelolaan sumber daya alam serta kebijakan yang mampu mengefektifkan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara mandiri dan berkelanjutan. Di sisi lain, negara juga akan menjaga kemandirian kebijakan ekonomi dan membatasi dominasi pihak asing dalam pengelolaan sumber daya strategis.

Seluruh kebijakan berada di bawah kendali negara berdasarkan syariat Islam. Mekanisme tersebut mampu memperkuat ketahanan perusahaan-perusahaan lokal melalui regulasi yang melindungi kepentingan umat. Aktivitas usaha tetap berjalan dalam tatanan yang benar, hak-hak pekerja pun mampu dijamin sempurna sehingga memperoleh perlindungan yang semestinya.

Sistem Islam menempatkan tenaga kerja sebagai individu yang harus dipenuhi dan dilindungi sesuai dengan fitrahnya sebagai manusia. Islam lah satu-satunya solusi yang mampu menjamin keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh umat. Berkah melimpah dalam tatanan sistem yang amanah. Rahmat Allah Swt. tercurah, senyum rakyat pun merekah.

Wallahu a’lam bisshawwab. [CM/Na]

Views: 22

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *