Sifilis Merajalela, Apa Solusinya?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Baru-baru ini pemerintah kota di beberapa wilayah gencar melakukan skrining terkait infeksi menular seksual (IMS) terutama didaerah Jawa Barat dan beberapa provinsi lainnya. Per Mei 2023 ini, Dinas Kesehatan Kota Sukabumi, Jawa Barat mendapati 67 kasus IMS dan 30 diantaranya adalah sifilis. Dalam hal ini Jabar menempati posisi kedua setelah provinsi Papua, yakni 3.186 kasus sifilis. Bandung menjadi kota tertinggi kasus sifilis, yakni 830 pasien dari 29.552 pemeriksaan yang dilakukan di seluruh Jawa Barat. Rochady HS Wibawa, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jabar mengatakan bahwa skrining hanya dilakukan di Kota Bandung dan beberapa wilayah saja di Jawa Barat. Jika skrining dilakukan menyeluruh, kemungkinan temuan kasus akan lebih tinggi dari data saat ini.

Dari tingginya kasus sifilis di masyarakat Jawa Barat, pemprov Jabar melakukan upaya menekan persebaran penyakit dengan mendistribusikan obat-obatan yang digunakan untuk penyembuhan penyakit sifilis ini ke puskesmas di beberapa wilayah. Selain itu juga bekerjasama dengan kelompok-kelompok yang bergerak di bidang pencegahan penyakit menular seksual untuk mengimbau masyarakat agar mencegah tertular penyakit sifilis. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinkes Provinsi Riau, dr Agrina Melia MKes menjelaskan bahwa pencegahan penyakit sifilis adalah dengan berhubungan seksual yang aman, yakni dengan tidak berhubungan seks berganti-ganti pasangan dan memakai kondom saat berhubungan seks (13/5/2023).

Solusi yang diberikan oleh dinas terkait ini bukanlah solusi tuntas atas permasalahan ini. Jika kita teliti kembali, masalah penyakit menular ini berawal dari aktivitas zina, hubungan seksual dengan gonta-ganti pasangan, dan hubungan sejenis. Sudah bisa dipastikan bahwa gonta-ganti pasangan di sini artinya berhubungan seks di luar pernikahan. Inilah yang menjadi sebab utama menyebarnya penyakit ini. Selain itu, maraknya hubungan sejenis (L687) juga menyumbang tingginya kasus sifilis, seperti di daerah Yogyakarta, kasus sifilis didominasi oleh pasangan L687.

Padahal di dalam Islam, Allah telah mengatur pergaulan antara lawan jenis dan juga sesama jenis, yakni dengan menjaga batasan aurat masing-masing, baik pria dan wanita maupun sesama pria dan sesama wanita. Penjagaan pandangan dengan ghadul bashar, serta menjaga batasan berinteraksi bagi mereka. Dalam Islam, juga ada pemisahan kehidupan pria dan wanita sebagai cara pencegahan terjadinya perzinahan sehingga mereka hanya berhubungan dengan pasangan sahnya saja. Inilah solusi yang solutif bagi permasalahan penyakit menular seksual hari ini.

Fadhilah Ummu Khalifah
Sidoarjo, Jawa Timur [CM/NA]

Views: 32

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *