Problem Kemiskinan, Akankah Bisa Terselesaikan?

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

CemerlangMedia.Com — Kesan sejuk dan nyaman pasti dirasakan oleh setiap orang yang memasuki Kota Bogor. Bagaimana tidak, ketika keluar pintu tol Baranangsiang langsung disambut dengan pemandangan indah nan megah Tugu Kujang yang berdampingan dengan estetiknya Tepas Lawang Salapan. Hijau dan rimbunnya pepohonan di Kebun Raya memberikan kesejukan udara yang jarang dijumpai di kota-kota lainnya. Taman-taman kota yang tertata apik makin menambah kesan nyaman berada di Kota Hujan ini.

Namun, siapa nyana, di balik kesejukan dan kenyamanan di pusat kota terselip sejumlah masalah yang nyaris tidak terjamah. Ya, tidak terjamah. Masalah ini seolah bukan menjadi prioritas untuk diselesaikan. Masalah kemiskinan di Kota Bogor ternyata dalam 3 tahun terakhir makin mengalami penambahan.

Berdasarkan rilis terbaru dari BPS (Juni 2023), Kota Bogor termasuk salah satu kota termiskin di Jawa Barat setelah Kota Tasikmalaya, Cirebon, dan Sukabumi.

Diketahui, pada 2020 jumlah penduduk yang berada di garis kemiskinan di Kota Bogor mencapai 547.399. Pada 2021 mengalami peningkatan mencapai 571.734. Bahkan pada 2022 lalu mencapai 608,949. Jika dipersentasekan mencapai 7,10 persen dari total penduduk Kota Bogor.

Sungguh ironis, meningkatnya jumlah penduduk miskin ini berbanding terbalik dengan pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan. Perbaikan dan pelebaran jalan kota, perbaikan trotoar, pembangunan jembatan dan taman-taman kota ternyata tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap penurunan angka penduduk miskin. Mengapa ini bisa terjadi?

Ini menunjukkan bahwa pembangunan yang terus dilakukan hanya berpihak kepada pelaku ekonomi kelas menengah ke atas, yaitu pelaku bisnis dengan modal besar. Hal ini tampak dengan makin ramainya pusat-pusat perbelanjaan serta gerai-gerai makanan elite yang menjual makanan dan minuman dengan harga cukup tinggi. Namun, hal ini tidak terjadi pada pasar-pasar tradisional dan pedagang makanan dan minuman dengan skala kecil. Tentu saja hal ini memberi pengaruh kepada meningkatnya laju pendapatan penduduk kelas menengah ke atas, sementara untuk kelas menengah ke bawah mengalami stagnan bahkan cenderung menurun.

Infrastruktur yang indah dan megah tentu akan memberikan kesan yang baik bagi sebuah kota, tetapi yang perlu lebih diperhatikan dalam pembangunan tentu lebih kepada fungsinya. Alangkah lebih baik ketika pemerintah kota membangun infrastruktur diutamakan dalam rangka memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan primer maupun sekundernya. Jalan, jembatan, pasar, dan sarana-prasarana umum hendaknya menjadi prioritas pembangunan dalam rangka memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi yang dapat meningkatkan laju roda perekonomian. Sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah juga tidak luput untuk diperhatikan. Ketersediaannya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yaitu SDM yang berilmu, sehat, dan bertakwa.

Sarana olahraga dan taman bermain juga tidak kalah penting untuk disediakan, tetapi bukan merupakan hal yang urgen. Apabila prioritas ini dilakukan tentu akan menjadikan setiap anggota masyarakat merasakan kemudahan-kemudahan dalam melaksanakan aktivitasnya. Akibatnya dorongan untuk berusaha akan makin besar. Hal ini berdampak pula pada distribusi kekayaan yang pada akhirnya tidak hanya tertumpuk di kalangan orang kaya saja. Semua kalangan akan mendapatkan akses yang sama dalam melakukan aktivitas ekonominya. Tentu saja ini akan mengakibatkan meningkatnya pendapatan dan berkurangnya angka kemiskinan.

Salsun
Kota Bogor [CM/NA]

Views: 45

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *