Melepas Anak Mandiri (bag 1)

Bagikan tulisan ini agar semakin bermanfaat !

Facebook
Twitter
Telegram
Pinterest
WhatsApp

#30HMBCM

Oleh: Siti Aisah

CemerlangMedia.Com, PARENTING — Melepas anak mandiri dalam Islam adalah proses mendidik anak agar bertanggung jawab atas diri sendiri dan taat kepada Allah, terutama saat memasuki usia baligh. Kemandirian ini mencakup kemandirian ibadah (salat), moral, dan kemampuan hidup (ta’awun/kerja keras) agar tidak menjadi beban orang lain. Proses ini dimulai sejak dini dengan pembiasaan, keteladanan, dan pelepasan bertahap, bukan pembiaran.

Waktu anak bersama orang tua sangatlah sebentar. Anak-anak lekat dengan orang tua paling lama usia balita. Hidup serumah, paling lama 17-18 tahun. Selepas SMA anak pisah dari rumah, kerja atau kuliah. Bahkan, ada yang melepas anak sejak usia lebih muda, 15 tahun usia SMP. Ada yang lebih muda lagi, usia 12 tahun saat usia SD. Misal harus sekolah boarding atau pesantren. Di sini ada ujian bagi anak maupun orang tua.

Anak pastinya sedih, jauh dari orang tua, meninggalkan kenyamanan rumah, dll.. Demikian pula orang tua, galau melepas buah hatinya. Takut anaknya kenapa-napa. Bagaimana jik tidak betah, sakit dll..

Namun, kondisi ini memang harus dihadapi orang tua: melepas anak mandiri. Hidup sendiri. Entah kapan saat itu tiba. Pastinya ketika mereka bukan lagi kanak-kanak. Lagi pula, hari ini, banyak anak-anak yang bercita-cita melangit. Ingin keliling dunia. Bukan travelling, tetapi belajar. Kuliah jauhlah. Bekerja di luar negerilah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sejarah hidup beliau telah menerapkan beberapa cara untuk menanamkan kemandirian. Sebagai umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kita hendaknya meniru apa yang sudah beliau praktikkan kepada anak-anak.

Tugas orang tua adalah menyiapkan mereka menjadi pribadi yang siap lepas dan mandiri mencari kehidupannya. Nah, agar kesempatan melepas anak tidak sentimentil, di mana anak siap dan orang tua juga siap, tentu harus disiapkan sejak dini. Antara lain sebagai berikut:

Pertama, ciptakan momentum berkualitas.

Melepas anak untuk mandiri adalah proses pendidikan yang penting, di mana orang tua menciptakan momentum berkualitas (quality time) agar anak tumbuh menjadi pribadi saleh, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab. Jika masih memiliki anak usia balita, itulah saatnya menciptakan bonding atau kedekatan dengan anak.

Kelekatan emosional yang akan menjadi pengingat anak hingga kelak dewasa. Toh, hanya 5-6 tahun ini anak benar-benar membutuhkan kita. Setelah itu, mereka tak akan lagi “membutuhkan” Orang tuanya. Cenderung asyik dengan dunianya sendiri. Orang tua yang kelak meminta perhatian anak.

Membangun komunikasi “hati ke hati” adalah momentum berkualitas tercipta saat orang tua menjadi pendengar yang baik bagi anak remaja, memahami perasaan mereka, dan memberikan ruang diskusi, bukan sekadar menceramahi. Menanamkan akidah sejak dini (0-7 tahun) sebelum melepas anak mandiri, fondasi iman tentang Allah dan agama harus ditanamkan. Ini dilakukan dengan cinta, bukan paksaan sehingga anak merasa aman dan percaya diri.

Kedua, latih kemandirian fisiknya.

Melatih kemandirian fisik anak sejak dini dapat dilakukan dengan memberi kepercayaan untuk mengurus diri sendiri, seperti memakai baju, makan, dan membereskan mainan. Latihan bertahap melalui aktivitas fisik, seperti bermain hopscotch untuk keseimbangan, serta membiasakan rutinitas harian tanpa bantuan penuh orang tua, efektif membangun kepercayaan diri dan kemampuan motorik.

Beri kesempatan melakukan aktivitas sendiri. Jangan serba diladeni untuk hal-hal yang mereka bisa lakukan sendiri, misal mulai makan sendiri usia tiga tahun, mandi sendiri usia TK, mencuci piring saat SD, dst.. Saat masuk SD, biarkan menyiapkan perlengkapan sekolah sendiri, memakai sepatu sendiri, dst..

Ajarkan anak memakai dan melepas baju, kaos kaki, sepatu, serta mandi dan buang air (toilet training) sendiri. Melibatkan dalam pekerjaan rumah dengan memberi tugas kecil yang sesuai usia, seperti merapikan tempat tidur, membereskan mainan setelah digunakan, atau menaruh baju kotor di tempatnya.

*Naskah ini tidak disunting oleh editor CemerlangMedia. [CM/Na]

Views: 6

Disclaimer: Www.CemerlangMedia.Com adalah media independent yang bertujuan menampung karya para penulis untuk ditayangkan setelah diseleksi. CemerlangMedia.Com. tidak bertanggung jawab atas akibat langsung ataupun tidak langsung dari semua teks, gambar, dan segala bentuk grafis atau konten yang disampaikan pembaca atau pengguna di berbagai rubrik yang tersedia di web ini, karena merupakan tanggung jawab penulis atau pengirim tulisan. Tulisan yang dikirim ke CemerlangMedia.Com tidak boleh berbau pornografi, pornoaksi, hoaks, hujatan, ujaran kebencian, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Silakan mengirimkan tulisan anda ke email  : cemerlangmedia13@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *